Silviana Hasanuddin
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N-Heksan, Etil Asetat Dan Air Daun Gayam (Inocarpus Fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg) Terhadap Jamur Candida Albicans Mona Rustia; Silviana Hasanuddin; Nur Herlina Nasir
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.616

Abstract

Infeksi jamur candida albicans salah satu penyebab utama kandidiasis pada manusia, khususnya didaerah yang beriklimtropis dengan kelambapan tinggi seperti Indonesia. Tanaman gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg)diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitasantijamur fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg) terhadapcandida albicans dan untuk mengetahui kosentrasi berapa fraksi daun gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom)Fosberg) yang optimal untuk menghambat pertumbuhan jamur candida albicans. Penelitian bersifat eksperimentaldengan metode difusi sumuran. Fraksi uji digunakan pada kosentrasi 20%, 40% dan 60%. Data dianalisis menggunakanuji Kruskal-Wallis, serta Mann-Whitney. Fraksi n-heksan pada semua kosentrasi tidak memiliki daya hambat. Fraksi etilasetat pada kosentrasi 60% menunjukan daya hambat sebesar 6,83 ± 1,66 mmraksi air pada kosentrasi 60% menunjukandaya hambat sebesar 11,86 ± 0,75 mm. Disimpulkan bahwa Uji Kruskal-Wallis menunjukan fraksi n-heksan tidak signifikan (p=0,108), sedangkan fraks etil asetat (p=0,043) dan fraksi air (p=0,041) menunjukan perbedaan signifikan dan Kosentrasi optimal yang memberikan daya hambat adalah 60% diperoleh nilai signifikasinya yaitu masing-masing p<0,050
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpuslongan L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis Muh Chezar R; Silviana Hasanuddin; Citra Dewi
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.147

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu keadaan masuknya mikroorganisme kedalam tubuh, berkembang biak dan menimbulkan penyakit.Penyebab infeksi kulit adalah bakteri Propionibacterium acnesdan Staphylococcus epidermidis. Daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.) adalah tanaman yang berkhasiat, mengandung senyawa golongan alkaloid, falavonoid, tanin, saponin dan steroid yang bermanfaat sebagai antiradang, antioksidan, antifungi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol daun kelengkeng dalam penghambatan bakteri Propionibacterium acnedan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan ekstrak daun kelengkeng yang dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% dengan metode difusi cakram (Paper disk). Ekstrak etanol daun kelengkeng memiliki aktivitas pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% terhadap bakteri Propionibacterium acne berturut-turut yaitu 11,9 mm (kuat), 13,3 mm (kuat) dan 14 mm (kuat), serta konsentrasi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut 10,2 mm (sedang), 11 mm (kuat) dan 12,3 mm (kuat). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun kelengkeng memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi optimum ekstrak etanol daun kelengkeng pada konsentrasi 50% yang dikategorikan kuat dengan hasil analisis menunjukkan nilai signifikan terhadap kontrol negatif p < 0,05.
Analisis Drug Related Problems Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak dengan Diare di BLU RSUD Kabupaten Bombana Periode Januari – Juli Tahun 2023 Rizki Amelia; Silviana Hasanuddin; Nur Herlina Nasir
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.244

Abstract

Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Kategori umur yang paling rawan terkena diare adalah kelompok anak. Pengobatan diare yang tidak sesuai dengan pedoman dapat menyebabkan Drug Related Problems. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian Drug Related Problems pada pasien diare di BLU RSUD Kabupaten Bombana periode Januari-Juli 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan dilakukan secara retrospektif dengan data rekam medis pasien. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 53 sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling kemudian di analisis dengan  teknik analisis deskriptif analitik. Hasil penelitian pasien anak yang menderita diare akut memperoleh terapi lacto B sebanyak 46 pasien (20,62%) zinc sebanyak 53 pasien (23,76%) dan 48 pasien menggunakan obat golongan antibiotik (gentamicin, ceftriaxone dan cefixime). Hasil analisa data deskriptif menunjukan sebanyak 5 pasien (25%) yang mengalami indikasi tanpa obat. 5 pasien (25%) memperoleh dosis obat rendah.7 pasien (35%) yang mendapat terapi obat melebihi dosis terapi. 3 pasien (15%) mengalami DRPs interaksi obat. Kesimpulan penelitian ini bahwa jenis DRPs pasien diare adalah DRPs pada kategori indikasi tanpa obat, dosis obat rendah, dosis obat tinggi dan interaksi obat. Sementara DRPs pada kategori yang lain tidak terjadi
Aktivitas Ekstrak Etanol Dan Infusa Daun Eceng Gondok (Pontederia Crassipes Mart.) Terhadap Jamur Candida albicans Herwidayati Nur Rahmadani; Silviana Hasanuddin; Risky Juliansyah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i1.600

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi antijamur dari daun eceng gondok (Pontederia crassipes Mart.) terhadap Candida albicans, jamur oportunistik yang umum di Indonesia. Resistensi terhadap obat antijamur sintetis mendorong pencarian alternatif alami. Daun eceng gondok mengandung senyawa seperti flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol dan infusa daun eceng gondok sebagai antijamur terhadap Candida albicans pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan maserasi etanol 96% untuk ekstrak dan infusa dengan pelarut aquades. Aktivitas antijamur diuji dengan metode difusi sumuran pada media PDA, menggunakan ketokonazol 1% sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif, pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol menghasilkan zona hambat yang signifikan (p<0,05) dengan ukuran 4,83 mm, 8,00 mm, dan 11,50 mm. Infusa menunjukkan zona hambat 6,83 mm, 7,66 mm, dan 8,50 mm, namun tidak signifikan (p>0,05). Uji T menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya (p=0,786). Kesimpulannya, ekstrak etanol dan infusa daun eceng gondok memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Penelitian lanjutan disarankan dengan konsentrasi atau metode ekstraksi yang berbeda untuk mengoptimalkan aktivitas, serta uji fungistatik atau fungisidal dan pengembangan formulasi farmasi