Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dan media sosial telah menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi peserta didik, termasuk siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Di satu sisi, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas, komunikasi, dan pembelajaran; namun di sisi lain, penggunaannya memerlukan literasi digital, kemampuan verifikasi informasi, serta pemahaman etika agar tidak menimbulkan penyalahgunaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan manajemen pemasaran halal berbasis kecerdasan buatan kepada siswa MTs sebagai upaya mengarahkan pemanfaatan teknologi digital pada kegiatan yang produktif, kreatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Metode kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi pemanfaatan kecerdasan buatan, serta tugas praktik pembuatan poster pemasaran halal untuk produk makanan dan minuman tradisional maupun kekinian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami seluruh pemahaman konsep pemasaran halal berbasis kecerdasan buatan. Hal dapat dilihat dari hasil kuesioner yang dibagikan 22 siswa dari 23 siswa menyatakan materi disajikan dengan jelas dan mudah dipahami. Tugas praktik yang diberikan menunjukkan bahwa siswa dapat mengintegrasikan unsur komunikasi visual, informasi produk, nilai budaya, dan pesan halal dalam media promosi. Dengan demikian, pengenalan manajemen pemasaran halal berbasis kecerdasan buatan berpotensi menjadi strategi edukatif untuk meningkatkan literasi digital Islami, kreativitas komunikasi, dan kesadaran etis siswa dalam menggunakan teknologi.