Muhammad Khairi
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN BAMBU LOKAL DALAM PEMBANGUNAN GAPURA EKO-ESTETIK UNTUK MEMPERKUAT CITY BRANDING DESA MUARA SUMPOI Noni Johariyah; Rafita Semi Kaffah; Muhammad Khairi; Lidia Sinta; Ruba Rosita; Ahmad Rifani; Siti Fatimah Purmasari; Royan Hidayat; Putri Artika; Satyrio Satyrio; Sri Hidayati
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/21b1gs77

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan merancang dan membangun Gapura Eko -Estetik berbahan bambu tua lokal (Bambusoideae) sebagai penanda wilayah dan penguat branding Desa Muara Sumpoi, Kabupaten Murung Raya. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan penanda batas desa yang lebih representatif dan adanya potensi bambu lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Data dasar yang tersedia dalam dokumen kegiatan meliputi lokasi, kebutuhan penanda wilayah, unsur pelaksana, bahan utama, tahapan kerja, dan dokumentasi visual; sedangkan jumlah warga atau RT terdampak, jumlah peserta, dimensi akhir gapura, volume bambu, biaya aktual, dan survei persepsi warga belum tercatat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan action research melalui siklus perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan perbaikan. Tahapan teknis mencakup pemilihan bambu tua, penyusunan rangka kayu, pelapisan bilah bambu, pengecatan/pelapisan pelindung, finishing, serta evaluasi visual. Hasil kegiatan menunjukkan t erbentuknya penanda wilayah berbasis material lokal.Ketahanan gapura dipahami sebagai hasil kombinasi pemilihan bambu tua, sambungan mekanis, dan finishing pelindung, bukan semata-mata karena sifat alami bambu. Karena belum tersedia uji struktur, data biaya pembanding, dan survei persepsi, hasil kegiatan dibatasi pada keterlaksanaan pembangunan, potensi efisiensi material lokal, dan penguatan identitas visual desa.