Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran strategis dalam pemanfaatan sumber daya lokal dan pengembangan usaha produktif masyarakat. Namun, KWT Sajatina Mekar di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan tanaman herbal, pengembangan produk bernilai tambah, pengelolaan usaha, serta pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman anggota KWT mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal dan pemasaran produk olahannya. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, persiapan, edukasi tanaman herbal, pelatihan pemasaran, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 19 anggota KWT mengikuti kegiatan yang mencakup pengenalan dan budidaya tanaman herbal, pengemasan produk, penentuan harga jual, serta pemanfaatan media digital untuk pemasaran. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pretest dan posttest dengan analisis normalized gain (N-Gain). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 2,78 menjadi 3,32, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,466 yang termasuk kategori sedang. Sebanyak 63,16% peserta berada pada kategori peningkatan sedang, 15,79% tinggi, dan 21,05% rendah. Hasil tersebut menunjukkan perubahan skor evaluasi yang positif setelah kegiatan. Program ini menjadi langkah awal penguatan kapasitas KWT melalui integrasi edukasi tanaman herbal dan pemasaran produk olahan, dengan kebutuhan pendampingan lanjutan untuk mendukung penerapan keterampilan dan keberlanjutan usaha.