Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Distribution Map Analysis of Independent Living Skills through Rasch Model in Primary School Students Mulyasari, Effy; Ali, Mohammad; Sukirman, Dadang; Hamzah, Rifqy Muhammad
Jurnal Prima Edukasia Vol. 12 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v12i1.63386

Abstract

Independent living skills need to be mastered by every student both in dealing with everyday life and in the school environment in the 21st century. Students must be able to develop their life skills so they can be independent and develop optimally. This study aims to analyze the grouping of the level of choice of Independent Living Skills items in elementary schools based on the teacher's perception of students through a combination of the standard deviation value (SD) and the logit average value (Mean). The research was conducted on elementary school teachers in West Java. The analysis was carried out through the Rasch Model with the Winstep application. The results of this analysis can indicate that there are various levels of choice of Independent Living Skills items. The grouping is based on hard-to-select items with a logit value greater than +1SD; difficult categories with a logit value of 0.0 logit +1SD; easy-to-select categories 0.0 logit – 1SD; and it is very easy to select with a value smaller than -SD. From this study it can be concluded that the Independent Life Skills instrument items can identify various levels of student independence.  This instrument can be used for initial semester assessments in "Kurikulum Merdeka".
10 Jenis Kecenderungan Perilaku Menyimpang Siswa SMA Negeri di Kota Bandung Hamzah, Rifqy Muhammad; Yusuf, Syamsu; Budiamin, Amin; Nurhudaya, Nurhudaya; Sudrajat, Dadang
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 5, Issue 2, July 2021
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v5i2.1691

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the general description and types of deviant behavior in schools carried out by state high school students in the city of Bandung. The study used a descriptive method with a quantitative approach. The research sample consisted of 1,793 students belonging to 14 schools in 8 areas in the city of Bandung. The results showed that more students answered disagree on the statement of deviant behavior. While the tendency of deviant behavior that is often carried out by students is people who sleep (sleepers), scouts, dissatisfied people (not satisfied), animals (behave like animals), angels (feel good), skeptics, pests (disturbing), procrastinators (work procrastinators), hyperactivity (very active), and name-callers.Keywords: misbehavior, students, teachers, schools ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum dan jenis kecenderungan perilaku menyimpang di sekolah yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 1.793 siswa yang termasuk ke dalam 14 sekolah pada 8 wilayah di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak siswa menjawab tidak setuju pada pernyataan kecenderungan perilaku menyimpang. Sedangkan kecenderungan perilaku menyimpang yang sering dilakukan oleh siswa adalah the sleeper (tukang tidur), the snoop (pengintai), the malcontent (tidak puas), the animal (berperilaku seperti binatang), the angel (merasa baik hati), the skeptic (skeptis), the pest (pengganggu), the procrastinator (penunda pekerjaan), the hyperactive (sangat aktif), dan the name caller (pemanggil nama).Kata Kunci: perilaku menyimpang, siswa, guru, sekolah
Developmental Tasks of University Students: A Scholarly Examination of Evolving Patterns and Implications Hamzah, Rifqy Muhammad; Merliana, Anggit; Irma Ari Irawan, Tb Moh
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.70768

Abstract

Each individual will go through a period of early adult development characterized by various types of life demands that are different from the previous stages. When entering early adulthood, individuals are required to explore careers, start   careers, invest in self-development, start family life and optimize life skills needed to achieve success. This study aims to describe the achievements of student development tasks in early adulthood which include aspects of religious life foundation, ethical behavior foundation, emotional foundation, intellectual foundation, responsibility awareness, social role as a man or woman, self-acceptance and development, economic behavioral independence, career insight and preparation, maturity of relationships with peers, and self-preparation for marriage and family life. The method used in research is quantitative descriptive with survey research design. Data collection is carried out with the Developmental Task Inventory (ITP) instrument which is then analyzed using a Development Task Analysis (ATP) application. The research sample consisted of 68 students. The results showed that the average level of developmental tasks was 6.71, which indicates the developmental level of individuality. From the results obtained, each aspect has a different level of development. However, these different levels do not mean that one level is better than the other. An overview   of the results of all aspects can be taken into consideration in evaluating and designing strategies to optimize student development.
Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Bullying: Sebuah Kajian Sistematis Irawan, Tb. Moh. Irma Ari; Hamzah, Rifqy Muhammad; Mulyati, Srie
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.14931

Abstract

The issue of bullying among students necessitates serious attention due to its potential psychological consequences, such as trauma and even depression. Implementing strategies to enhance students' resilience through guidance and counseling services is crucial for mitigating the psychological impacts of bullying. This study aims to explore the implementation of guidance and counseling services that can effectively improve the resilience of students who have been victims of bullying. The research methodology employed is a literature review, analyzing journals available on Google Scholar and Publish or Perish from the years 2017 to 2024. The keywords used to gather information include "student resilience, bullying, guidance and counseling”. The findings of this research identify guidance and counseling services that can serve as references for enhancing the resilience of students affected by the negative consequences of bullying. These findings make a significant contribution to the development of various strategies to assist students in overcoming psychological impacts and bolstering their resilience against the pressures resulting from bullying._____________________________________________________________________Kasus bullying di kalangan siswa memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak pada kondisi psikologis seperti trauma bahkan depresi. Strategi untuk meningkatkan kemampuan resiliensi siswa melalui layanan bimbingan dan konseling merupakan hal yang penting dalam mengatasi dampak psikologis akibat bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menggali implementasi layanan bimbingan dan konseling yang dapat efektif meningkatkan kemampuan resiliensi siswa yang menjadi korban bullying. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, dengan meneliti jurnal-jurnal yang terdapat di Google Scholar dan Pusblish or Perish antara tahun 2017-2024. Kata kunci yang digunakan untuk mengeksplorasi informasi yaitu "resiliensi siswa, bullying, bimbingan dan konseling”. Hasil penelitian ini ditemukan layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan resiliensi siswa yang mengalami dampak negatif akibat bullying. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam merancang berbagai strategi untuk membantu siswa mengatasi dampak psikologis dan meningkatkan resiliensi siswa terhadap tekanan yang dialami akibat bullying.
Pelatihan Rancang Modul Ajar Berdiferensiasi Dengan Artificial Intelligence Untuk Guru Di Tasikmalaya Saputra, Erwin Rahayu; Hamzah, Rifqy Muhammad; Mulyati, Srie; Zaini, Syaza Hazwati binti
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v5i2.5609

Abstract

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan dasar menawarkan peluang besar bagi guru untuk merancang modul ajar yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan siswa. Namun, di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, banyak guru masih menghadapi kendala dalam penerapan teknologi ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru SD setempat untuk menyusun modul ajar berbasis AI, dengan target peningkatan kemampuan sebesar 75% dalam keterampilan mendesain modul ajar berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa. Metodologi pelatihan meliputi perencanaan berbasis kebutuhan (needs assessment), pelaksanaan interaktif dengan simulasi langsung, dan evaluasi menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, serta wawancara mendalam. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman guru dari 40% menjadi 85%, dengan tingkat penerapan teknologi dalam modul ajar meningkat hingga 70% setelah pelatihan.
Developmental Tasks of University Students: A Scholarly Examination of Evolving Patterns and Implications Rifqy Muhammad Hamzah; Anggit Merliana; Tb Moh Irma Ari Irawan
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.70768

Abstract

Each individual will go through a period of early adult development characterized by various types of life demands that are different from the previous stages. When entering early adulthood, individuals are required to explore careers, start   careers, invest in self-development, start family life and optimize life skills needed to achieve success. This study aims to describe the achievements of student development tasks in early adulthood which include aspects of religious life foundation, ethical behavior foundation, emotional foundation, intellectual foundation, responsibility awareness, social role as a man or woman, self-acceptance and development, economic behavioral independence, career insight and preparation, maturity of relationships with peers, and self-preparation for marriage and family life. The method used in research is quantitative descriptive with survey research design. Data collection is carried out with the Developmental Task Inventory (ITP) instrument which is then analyzed using a Development Task Analysis (ATP) application. The research sample consisted of 68 students. The results showed that the average level of developmental tasks was 6.71, which indicates the developmental level of individuality. From the results obtained, each aspect has a different level of development. However, these different levels do not mean that one level is better than the other. An overview   of the results of all aspects can be taken into consideration in evaluating and designing strategies to optimize student development.
Ethno-Career Guidance: An Ethnographic Study of Career Guidance Based on Indigenous Baduy Ramdhani, Rina Nurhudi; Nadhirah, Nadia Aulia; Hamzah, Rifqy Muhammad; Gofur, Ridwan
Bisma The Journal of Counseling Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v9i1.92975

Abstract

Conventional Western-oriented career guidance models are not aligned with the value systems and practices of Indonesia's indigenous communities, creating significant gaps in service delivery. This research employs qualitative methodology with an ethnographic approach. This ethnographic study explores the career development practices of the community to develop a culturally sensitive career guidance framework. A qualitative ethnographic approach was employed within the community. Four key participants from communitywere purposively selected. Data were collected through participant observation and in-depth interviews using a validated interview guide with a reliability score of 0, 89. Thematic analysis was conducted using NVivo, with member validation, yielding an inter-coder reliability of over 85%. Six interconnected themes were identified: pagawean adat as cultural preservation; family influence in intergenerational knowledge transmission; wangsit and spirituality in career decisions; traditional educational systems; success concepts based on kasuksesan adat; tradition-modernity dilemmas. Baduy career development operates through a holistic cultural framework that integrates spirituality, communal responsibility, and environmental preservation, challenging individualistic Western models. There is an urgent need to decolonize career development theories and create guidance models grounded in indigenous values for culturally responsive practice.
Studi Literatur: Analisis Faktor-Faktor Pembentuk Kesejahteraan Subjektif Pada Peserta Didik Sekolah Dasar Nia Elinda; Ahmad Mulyadiprana; Rifqy Muhammad Hamzah
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i2.2162

Abstract

Kesejahteraan subjektif (subjective well-being) peserta didik di sekolah dasar sering kali terabaikan dalam praktik pembelajaran, padahal aspek ini sangat krusial dalam mendukung pencapaian prestasi akademik dan kebahagiaan anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor pembentuk kesejahteraan subjektif peserta didik sekolah dasar sekaligus merumuskan strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Metode penelitian yang digunakan adalah Literatur Review atau studi kepustakaan (library research). Penelusuran literatur difokuskan pada artikel jurnal dan dokumen ilmiah yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir menggunakan basis data Google Scholar, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif anak dibentuk oleh interaksi kuat antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi konsep diri, kapasitas emosional, dan spiritualitas. Sementara itu, faktor eksternal sangat didorong oleh kehangatan pengasuhan keluarga, dukungan emosional dari guru, serta iklim sekolah yang bebas dari perundungan (zero-bullying). Kesimpulannya, praktik pengajaran di sekolah dasar harus menerapkan pendekatan whole-child yang tidak hanya berorientasi pada target akademik, tetapi juga mengintegrasikan Pembelajaran Sosial-Emosional (SEL) dan peningkatan kompetensi relasional pendidik. Upaya komprehensif ini esensial untuk memastikan agar peserta didik dapat mencapai kondisi mental yang positif dan merasa bahagia selama menjalani proses pendidikannya.
Internalisasi Nilai Sopan Santun Melalui Pembiasaan Magic Words di Sekolah Dasar: Kajian Literatur Ainun Nurul Fatonah Rusdiana; Ahmad Mulyadiprana; Rifqy Muhammad Hamzah
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i2.2203

Abstract

Nilai sopan santun merupakan fondasi karakter bangsa yang kini mengalami degradasi signifikan di kalangan siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep Magic Words yang mencakup empat ungkapan kunci: "maaf", "tolong", "terima kasih", dan "permisi" sebagai instrumen efektif dalam menginternalisasi nilai sopan santun pada siswa kelas rendah sekolah dasar melalui pendekatan kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 22 sumber relevan yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2026, mencakup jurnal nasional dan internasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembiasaan Magic Words secara konsisten terbukti mampu membentuk karakter sopan santun anak melalui tiga mekanisme utama: penguatan pemahaman moral (moral knowing), pembentukan perasaan moral (moral feeling), dan pengembangan tindakan moral (moral action). Temuan literatur juga mengungkapkan bahwa efektivitas internalisasi Magic Words meningkat secara signifikan ketika dipadukan dengan media visual-interaktif, keteladanan guru, dan dukungan lingkungan keluarga yang konsisten. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan Magic Words bukan sekadar ritual verbal, melainkan strategi pedagogis yang terukur dan bermakna dalam membentuk pribadi anak yang sopan, empatik, dan berkarakter mulia. Artikel ini merekomendasikan integrasi Magic Words dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah dasar secara sistematis dan berkesinambungan.
Pengembangan Modul Ajar Pendidikan Pancasila Berbasis Quantum Learning untuk Membangun Sikap Anti-Bullying pada Siswa Sekolah Dasar Lulu Dhiyana Shita Dhiyana; Anggit Merliana; Rifqy Muhammad Hamzah
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i2.2214

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada perkembangan karakter dan kesehatan mental siswa. Ketersediaan modul ajar Pendidikan Pancasila yang secara khusus dirancang untuk membangun nilai-nilai anti-bullying masih sangat terbatas. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi teoritis pengembangan modul ajar Pendidikan Pancasila berbasis Quantum learning dan menawarkan kerangka konseptual sebagai landasan penelitian pengembangan selanjutnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan sistematis dengan menelaah 25 artikel ilmiah dari tahun 2019 hingga 2025. Temuan menunjukkan tiga hal: nilai-nilai Pendidikan Pancasila seperti empati dan gotong royong berkaitan langsung dengan sikap anti-bullying; kerangka TANDUR dalam Quantum learning efektif membentuk karakter afektif siswa; dan belum ada modul yang mengintegrasikan keduanya secara spesifik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang memetakan enam langkah TANDUR ke dalam aktivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila bermuatan anti-bullying. Integrasi keduanya berpotensi besar membentuk karakter anti-bullying secara terstruktur di sekolah dasar.