Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS ADAPTASI PERUBAHAN SALINITAS DAN SURVIVAL RATE IKAN KOAN (Ctenopharyngodon idella) SEBAGAI ALTERNATIF UMPAN HIDUP PADA POLE AND LINE Firdaus, Muhammad Wahyu; Purnama Fitri, Aristi Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.279 KB)

Abstract

Umpan hidup merupakan faktor penting dalam metode penangkapan dengan alat tangkap huhate. Ikan air tawar dapat dijadikan alternatif umpan karena memiliki variasi jenis lebih beragam dan stok yang selalu tersedia. Ikan koan dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan umpan hidup pada alat tangkap huhate yaitu juvenil bandeng dan teri. Penelitian bertujuan untuk mengkaji batas optimal toleransi ikan uji terhadap  perubahan salinitas sebagai dasar penentuan kesesuaian ikan sebagai alternatif umpan hidup pada huhate. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus–September 2017 di Laboratorium Fishing gear Departemen Perikanan Tangkap, Universitas Diponegoro dan Perairan Tambak Lorok, Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Analisis yang digunakan adalah analisis skor dan survival rate. Hasil penelitian uji laboratorium skor kriteria pengamatan berkisar antara 14,69 – 17,00 dengan kategori direkomendasikan, uji lapangan dengan tiga kriteria pengamatan mencakup pergerakan, persebaran dan ciri fisik ikan memiliki skor 4 – 4,67 dengan kategori dipertimbangkan dan nilai ekonomis ikan sebesar Rp. 400,- yang lebih murah disbanding juvenil bandeng yakni Rp. 900,- per ekornya. Ikan koan memiliki batas toleransi salinitas optimal sebesar 10‰, setelah salinitas lebih dari 10‰ ikan mulai tidak mau makan dan pada salinitas 13‰ ikan hanya mampu hidup   2 – 3 hari sebelum akhirnya mati. Ikan koan tergolong dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti umpan hidup pada huhate.
INTEGRATION METHOD FOR MEASURING QIBLA DIRECTION (COMPARATIVE ANALYSIS OF GOOGLE EARTH AND MIZWALA) Budiwati, Anisah; Firdaus, Muhammad Wahyu; Raharjo, Galih Cipto
Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) Vol. 5, No. 3, September 2022
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijiis.vol.5.iss3.art2

Abstract

The accuracy of measuring the qibla direction of the mosque in Kendal, Central Java, needs attention from astronomy because the majority of people only know the traditional qibla direction measurement tool namely using a compass and the sun's shadow method. Even though errors in the use of the method will result in inaccurate measurement results and have an impact on the validity of the prayers performed. Therefore, this study compares two methods that are easy for the public to use, namely Google Earth and Mizwala. Google Earth as a method to check the qibla direction and Mizwala as a comparison method to improve Google Earth. Through mathematical qualitative methods with data collection techniques through observation and interviews, it is known that these two methods are the easiest and most accurate to determine the qibla of all mosques. The method of data collection was carried out by calculating and measuring the qibla direction towards 1 mosque and 5 musholla. Although the two methods differ in terms of appearance, that Google Earth uses a satellite network while Mizwala uses the concept of the Sun's shadow, both of them can be used in an easy and integrative way. The result of Mizwala's measurements with Google Earth conclude error tolerance that is a range of minutes of angle. In the end, the two methods can be integrated to help and increase public awareness about the importance of correct qibla direction accuracy.