Nandita Meidyah Rahayu Putri Riskasari
Universitas Teknologi Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Optimalisasi Layanan Simpan Pinjam dan PPOB di KUD Rukun Jaya Desa Rowotamtu Kabupaten Jember Nandita Meidyah Rahayu Putri Riskasari; Mohammad Makbul; Awan Dharmawan
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v5i1.354

Abstract

Koperasi Unit Desa (KUD) dapat menjadi penghubung layanan keuangan dan transaksi masyarakat desa, tetapi keberlanjutan perannya membutuhkan administrasi yang tertib, pengelolaan pinjaman yang hati-hati, dan informasi layanan yang mudah dipahami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui optimalisasi layanan simpan pinjam dan Payment Point Online Bank (PPOB) di KUD Rukun Jaya, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Kegiatan dilaksanakan melalui tujuh kali kunjungan pada 2–5 Juni dan 9–11 Juni 2025. Metode pengabdian menggunakan pendampingan langsung, observasi aktivitas kerja, diskusi informal dengan pengurus dan staf, bantuan administrasi, penataan dokumen, serta sosialisasi layanan kepada warga. Kegiatan mencakup penyusunan bukti pembayaran, perapian rekap jurnal, pengisian formulir pengajuan ulang pinjaman, pengelompokan arsip anggota, dan pengenalan layanan PPOB. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa format pencatatan dan pengarsipan dapat ditata lebih sistematis, sementara sosialisasi membantu warga memahami pilihan pembayaran yang tersedia melalui PPOB. Observasi juga menemukan kendala berupa kredit macet, kelengkapan persyaratan pinjaman yang belum konsisten, rendahnya pemahaman sebagian warga mengenai koperasi, dan perlunya penguatan disiplin kerja. Karena kegiatan tidak menggunakan pengukuran kuantitatif sebelum dan sesudah intervensi, hasil dibaca sebagai capaian operasional dan temuan deskriptif, bukan bukti dampak terukur. Penguatan prosedur kredit, standar administrasi, edukasi anggota, dan evaluasi kerja berkala diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perbaikan