Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Akselerasi Transformasi Digital Pelayanan Publik: Edukasi dan Pendampingan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kecamatan Wiyung Kota Surabaya R. Nida Kurnia Rahim; Mohammad Makbul; Awan Dharmawan
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v5i1.355

Abstract

Transformasi digital dalam administrasi kependudukan merupakan pilar utama reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang responsif, efektif, dan efisien. Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri hadir sebagai inovasi strategis untuk memindahkan dokumen kependudukan fisik ke dalam sistem aplikasi berbasis smartphone. Namun, dalam implementasinya di tingkat akar rumput, khususnya di Kantor Kecamatan Wiyung Kota Surabaya, proses adopsi IKD masih menghadapi sejumlah kendala mendasar. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat pemahaman dan literasi digital warga Kecamatan Wiyung terkait KTP Digital, (2) mengidentifikasi hambatan teknis maupun non-teknis dalam proses aktivasi IKD, serta (3) memberikan edukasi, pendampingan langsung, dan melahirkan formulasi solusi pelayanan publik. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Service yang mengombinasikan observasi partisipatif, pendampingan direct service one-on-one, wawancara mendalam dengan warga pemohon serta Sekretaris Camat (Wartono, ST, MM) dan aparatur pelayanan, serta pencatatan logbook berkala selama 7 kali kunjungan lapangan dari bulan Mei hingga Juni 2025. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendampingan intensif mahasiswa berhasil meningkatkan secara signifikan jumlah warga yang teraktivasi IKD serta mempercepat alur pelayanan administrasi kependudukan. Hambatan utama yang ditemukan meliputi rendahnya literasi digital di kalangan lansia, ketakutan akan keamanan data pribadi, kendala teknis perangkat smartphone dan email tidak aktif, serta tingginya beban antrean pelayanan gabungan. Sebagai solusi, kegiatan ini merekomendasikan pembentukan Pojok IKD Dedicated, penyediaan media edukasi visual infografis, serta integrasi wajib (bundling) aktivasi IKD dalam setiap pengurusan dokumen kependudukan fisik.