Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan pengaruh aktivitas belajar peserta didik antara kelompok yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan kelompok yang dibelajarkan dengan PBL terintegrasi Socio-Scientific Issues (SSI). Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar IPA, ditandai dengan kecenderungan pasif, kurang kritis, dan minim keterlibatan dalam pembelajaran. Selain itu, penerapan PBL di sekolah sering menghadirkan masalah yang terlalu sederhana sehingga kurang menstimulasi partisipasi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan inovasi melalui integrasi isu-isu sosiosaintifik yang kontekstual dan bermakna. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain post-test only yang dimodifikasi menjadi pengukuran aktivitas belajar. Populasi penelitian berjumlah 300 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Abiansemal yang terbagi dalam 10 kelas. Sampel dipilih dengan cluster random sampling, yaitu kelas VIII C sebagai kontrol (PBL) dan kelas VIII E sebagai eksperimen (PBL-SSI). Instrumen penelitian berupa lembar observasi dengan lima indikator: (1) Memperhatikan dan Mendengarkan; (2) Berbicara; (3) Menulis dan Diskusi; (4) Aktivitas Mental; dan (5) Kondusivitas Kelompok. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan uji Mann-Whitney dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kontrol 52,9 dan eksperimen 75,48. Analisis inferensial menyatakan adanya pengaruh signifikan aktivitas belajar antara PBL dan PBL-SSI. Dengan demikian, aktivitas belajar peserta didik lebih baik melalui penerapan PBL terintegrasi SSI dibandingkan dengan PBL.