I Made Mudarta
SMK Teknologi Nasional Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning dalam Perkuliahan Fisika Dasar Prodi S1 Pendidikan IPA Putu Prima Juniartina; I Made Mudarta; Made Ardy Kusuma Wardana; I Wayan Sukra Warpala; I Wayan Santyasa; I Kadek Suartama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 8 No. 2 (2025): JPPSI, Oktober 2025
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v8i2.100941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) dalam perkuliahan Fisika Dasar di Program Studi S1 Pendidikan IPA menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan mixed methods diterapkan dengan melibatkan 32 mahasiswa dan 2 dosen pengampu. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumen, observasi, tes hasil belajar, dan angket kepuasan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten lebih unggul dibandingkan PBL pada semua aspek CIPP. Pada evaluasi konteks, PjBL memiliki skor lebih tinggi dalam kesesuaian dengan kurikulum (4.8 vs 4.5) dan kebutuhan mahasiswa (4.6 vs 4.3). Evaluasi input mengungkapkan bahwa PjBL memerlukan kesiapan fasilitas (4.3) dan kompetensi dosen (4.5) yang lebih matang, meskipun kedua model dinilai sangat baik untuk ketersediaan bahan ajar (PBL:4.5; PjBL:4.6). Dalam evaluasi proses, PjBL menghasilkan keterlibatan mahasiswa (4.7), interaksi (4.6), dan pemecahan masalah mandiri (4.7) yang lebih tinggi daripada PBL (masing-masing 4.4, 4.3, dan 4.5). Pada aspek produk, PjBL juga unggul dalam peningkatan pemahaman konsep (4.8), keterampilan berpikir kritis (4.7), dan kepuasan mahasiswa (4.6). Temuan ini memperkuat teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pendekatan berbasis proyek (PjBL) lebih efektif dalam menciptakan zona perkembangan proksimal melalui kolaborasi dan aplikasi nyata. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan pelatihan dosen. Penelitian ini merekomendasikan: (1) peningkatan sarana pendukung PjBL, (2) pelatihan dosen berbasis kerangka TPACK, dan (3) integrasi teknologi digital untuk optimalisasi pembelajaran. Keterbatasan penelitian mencakup generalisasi yang terbatas pada prodi Pendidikan IPA dan belum adanya pengukuran jangka panjang.
Evaluasi Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning dalam Perkuliahan Fisika Dasar Prodi S1 Pendidikan IPA Putu Prima Juniartina; I Made Mudarta; Made Ardy Kusuma Wardana; I Wayan Sukra Warpala; I Wayan Santyasa; I Kadek Suartama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 8 No. 2 (2025): JPPSI, Oktober 2025
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v8i2.100941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) dalam perkuliahan Fisika Dasar di Program Studi S1 Pendidikan IPA menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan mixed methods diterapkan dengan melibatkan 32 mahasiswa dan 2 dosen pengampu. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumen, observasi, tes hasil belajar, dan angket kepuasan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten lebih unggul dibandingkan PBL pada semua aspek CIPP. Pada evaluasi konteks, PjBL memiliki skor lebih tinggi dalam kesesuaian dengan kurikulum (4.8 vs 4.5) dan kebutuhan mahasiswa (4.6 vs 4.3). Evaluasi input mengungkapkan bahwa PjBL memerlukan kesiapan fasilitas (4.3) dan kompetensi dosen (4.5) yang lebih matang, meskipun kedua model dinilai sangat baik untuk ketersediaan bahan ajar (PBL:4.5; PjBL:4.6). Dalam evaluasi proses, PjBL menghasilkan keterlibatan mahasiswa (4.7), interaksi (4.6), dan pemecahan masalah mandiri (4.7) yang lebih tinggi daripada PBL (masing-masing 4.4, 4.3, dan 4.5). Pada aspek produk, PjBL juga unggul dalam peningkatan pemahaman konsep (4.8), keterampilan berpikir kritis (4.7), dan kepuasan mahasiswa (4.6). Temuan ini memperkuat teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pendekatan berbasis proyek (PjBL) lebih efektif dalam menciptakan zona perkembangan proksimal melalui kolaborasi dan aplikasi nyata. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan pelatihan dosen. Penelitian ini merekomendasikan: (1) peningkatan sarana pendukung PjBL, (2) pelatihan dosen berbasis kerangka TPACK, dan (3) integrasi teknologi digital untuk optimalisasi pembelajaran. Keterbatasan penelitian mencakup generalisasi yang terbatas pada prodi Pendidikan IPA dan belum adanya pengukuran jangka panjang.