Ni Kadek Neza Dwiyanti Dwiyanti
Institut Teknologi dan Kesehatan Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Promosi Kesehatan dengan Pemberian Brosur Skrining Prakonsepsi Terhadap WUS di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas I Kuta Selatan Ni Kadek Neza Dwiyanti Dwiyanti; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Ketut Noriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/abdinusa.v2i1.397

Abstract

Skrining prakonsepsi bertujuan untuk memastikan bahwa wanita dan pasangannya berada dalam status kesehatan fisik dan emosional yang optimal dan tidak mengalami masalah kesehatan saat dimulainya kehamilan, namun kenyataannya program-program terkait pelayanan kesehatan prakonsepsi belum dimanfaatkan secara maksimal disebabkan WUS belum memiliki cukup informasi dan akses terhadap kesehatan prakonsepsi yang mereka butuhkan. Peningkatan kasus kematian ibu pada tahun 2020 sebesar 56 kasus, yang sangat tinggi terjadi di Kabupaten Badung yaitu 12 kasus, Karangasem 8 kasus dan Kota Denpasar 8 kasus. Penyebab utama kematian ibu adalah hipertensi dalam kehamilan, gangguan sistem peredaran darah, perdarahan dan lainnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah sebagai promosi kepada WUS terhadap kesehatan prakonsepsi yang dapat dilakukan dengan melakukan skrining di pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan yaitu pemberian edukasi terhadap WUS. Hasil dan Diskusi pengabdian ini diikuti oleh 20 peserta dengan kegiatan pre test dan post test kepada WUS usia 20-30 tahun mengenai skrining prakonsepsi. WUS yang memiliki pengetahuan kurang sebesar 5 orang (5.1%), pengetahuan baik 10 orang (10.5%), Sikap sebelum promosi kesehatan setuju sebanyak 4 orang (4.5%) setelah diberikan brosur sikap setuju menjadi 10 orang (10.5%). Pada perilaku sebelum diberikan promosi kesehatan baik berjumlah 10 orang (11%) dan sesudah diberikan promosi perilaku WUS menjadi baik sebanyak 15 orang (16.1%).