Moralitas remaja merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang turut memengaruhi pola interaksi generasi muda. Dalam konteks masyarakat desa, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam membina moralitas remaja melalui aktivitas sosial keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas sosial keagamaan remaja, peran tokoh agama dalam pembinaan moralitas remaja, serta kontribusi aktivitas sosial keagamaan terhadap pembentukan moralitas remaja di Desa Sungai Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, remaja, pengurus kegiatan keagamaan, dan masyarakat sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sosial keagamaan remaja meliputi yasinan, peringatan hari besar Islam, dan gotong royong. Partisipasi remaja dalam kegiatan tersebut belum merata karena dipengaruhi oleh kesibukan, kelelahan, jarak tempat tinggal, rendahnya motivasi, dan kecenderungan menggunakan telepon pintar. Tokoh agama berperan sebagai pendidik keagamaan, pemberi nasihat dan motivasi, teladan, serta pengarah kegiatan sosial keagamaan. Peran tersebut memberikan kesempatan kepada remaja untuk memperoleh pengetahuan keagamaan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai moral melalui interaksi dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas sosial keagamaan berkontribusi terhadap pembentukan moralitas remaja, terutama dalam aspek kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, hubungan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan pelaksanaan ibadah. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan moralitas remaja tidak cukup melalui penyampaian pengetahuan dan nasihat, tetapi perlu didukung oleh keteladanan, keterlibatan langsung, pembiasaan, serta sinergi antara tokoh agama, keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat