Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Sufism of Morality According to Ibn Sina Nelly Agustina; Siti Marisa; Amroeni Drajat; Salminawati Salminawati
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.3871

Abstract

Research on the essence of Akhlaki Sufism is a study centered on the sanctification of morals, character, which tries to present good behavior (commendable) and stay away from bad traits (despicable). The approach of this study is the documentation study model and library study. Furthermore, Akhlaki Sufism is related to the two sides of the same coin, there is no Sufism without morality, and there is no morality without Sufism. In practice, morality can regulate horizontal relationships between human beings, while Sufism regulates vertical communication between humans and their Lord. Morals are the basis of the implementation of Sufism so that in practice Sufism is concerned with morals. The study of Islamic education with moral Sufism is to build human beings with noble character.
Membangun Paradigma Psikologi Islam Siti Marisa
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 1, No 1 (2016): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.688 KB)

Abstract

Komunikasi Verbal dan Non Berbal dalam Pembelajaran Parianto Parianto; Siti Marisa
Journal Analytica Islamica Vol 11, No 2 (2022): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Verbal communication is communication that uses spoken or written language as a tool to convey messages. Examples are talking, writing letters, sending text messages, and so on. Nonverbal communication is communication that does not use spoken or written language, but through signs, gestures or expressions that can be observed visually. Examples are facial expressions, body movements, or even the way someone dresses. In learning, verbal and nonverbal communication is an important part to facilitate the teaching and learning process. Teachers can use verbal communication to provide explanations or give assignments to students, while nonverbal communication can be used to show attitudes or feelings during the teaching and learning process. By using both of them effectively, teachers can create a more enjoyable learning atmosphere and help students more easily understand the material being taught
Akuntabilitas Pengelolaan Wakaf Produktif dalam Peningkatan Social Economic Masyarakat pada Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Kabupaten Siak Siti Marisa; Ade Herlina; Dita Nurfatila; Mahfud; Sandik Prayitna Magara; Siswati
Al-Hisbah Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2022): Al-Hisbah Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.536 KB) | DOI: 10.57113/his.v2i1.84

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari Akuntabilitas Pengelolaan Wakaf Produktif Terhadap Peningkatan Social Economic Masyarakat Pada Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Siak. Jenis data dari penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu Pengelola terdiri dari Nadzir Wakaf, Pengawas wakaf, Wakif, dan Masyarakat selaku Mauquf Alaih, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dimana pemilihan sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap sesuai dengan karakteristik populasi yang diketahui sebelumnya yaitu berjumlah 320 orang, sampel pada penelitian ini 123 responden. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara kepada pihak pengelola wakaf dan memberikan kuesioner sebanyak 123 eksemplar kepada responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan variable Sistem Akuntabilitas Pengelolaan Wakaf Produktif sebagai variabel independen dan Peningkatan Social Economic Masyarakat sebagai variabel dependen. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan SPSS Versi 22.00. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Akuntabilitas Pengelolaan Wakaf Produktif berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Social Economic Masyarakat dengan sumbangan pengaruh yang diberikan sebesar 91,3% dan sisanya 8,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yaitu Transparansi.
PERENCANAAN KEHAMILAN MELALUI PERILAKU PERAWATAN PRA KONSEPSI Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Siti Marisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2390

Abstract

Perilaku perawatan pra konsepsi memiliki dampak signifikan pada kesehatan ibu dan bayi. Dengan mempersiapkan tubuh secara optimal sebelum konsepsi terjadi, risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan dapat dikurangi, sehingga meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Chi square. Kuesioner perencanaan kehamilan dan kuesioner perilaku perawatan pra konsepsi merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan perencanaan kehamilan dengan perilaku perawatan pra konsepsi didapatkan nilai p value 0,003 dengan nilai OR 11,693. Ada hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi.
PENINGKATAN PERILAKU KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA KELOMPOK ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA Siti Munawaroh; Riana Lailatul Fajriyah; Siffa Auliya Rizkyana; Siti Mudawamah; Tasya Dwi Febiana; Siti Marisa; Septia Dewi Putri Anggraini; Sholikhatun Nikmah; Salsabila Afifun Nisa; Indanah Indanah; Umi Faridah; Novi Kumala Sari; Lasmini Lasmini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2715

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak dan remaja, seperti karies gigi, sering disebabkan oleh kurangnya edukasi, konsumsi makanan manis, dan jarangnya kunjungan ke dokter gigi. Di Desa Bakalankrapyak, banyak anak dan remaja mengalami masalah gigi, menunjukkan perlunya pendekatan sistematis yang melibatkan orang tua, guru, dan teknologi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan kebersihan gigi pada 25 peserta jamiiyah yasinan melalui penyuluhan interaktif, simulasi teknik menyikat gigi, dan pemutaran lagu edukasi. Aspek yang diukur mencakup pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi dengan benar, yang dievaluasi melalui observasi dan pertanyaan terbuka. Intervensi melibatkan praktik langsung menggunakan alat peraga dan media pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait teknik menyikat gigi yang benar, frekuensi yang dianjurkan, serta dampak buruk dari kebersihan gigi yang tidak terjaga. Untuk keberlanjutan, disarankan agar kegiatan penyuluhan dilakukan secara berkala setiap bulan, dengan monitoring rutin mengenai kebiasaan menyikat gigi peserta. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan pengamatan langsung pada praktik menyikat gigi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku positif dan meningkatkan kondisi kesehatan gigi peserta secara efektif. Penting untuk mengadakan penyuluhan berkelanjutan dengan jadwal rutin, seperti setiap bulan, untuk memastikan anak-anak dan remaja terus mendapatkan edukasi kebersihan gigi. Monitoring kesehatan gigi juga perlu dilakukan secara teratur, misalnya dengan memeriksa kebiasaan menyikat gigi mereka, serta bertanya apakah mereka sudah menyikat gigi dengan benar. Pendekatan ini akan membantu memastikan perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan dan memperbaiki kondisi kesehatan gigi mereka secara efektif.
MUHADHARAH SEBAGAI INSTRUMEN PEMBENTUKAN KARAKTER DAN PENGUATAN KEPERCAYAAN DIRI SANTRI DI PESANTREN MODERN TA'DIB AL-SYAKIRIN Fitri Fadilla Daeli; Siti Marisa; Sulaiman Tamba
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.105-113

Abstract

Muhadharah merupakan salah satu program pembinaan santri yang bertujuan mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus membentuk karakter dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan muhadharah serta menganalisis perannya sebagai instrumen pembentukan karakter dan penguatan kepercayaan diri santri di Pesantren Modern Ta'dib Al-Syakirin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas pengasuh pesantren, pengurus organisasi bagian bahasa, serta santri kelas II Madrasah Tsanawiyah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan muhadharah dilaksanakan secara rutin dan terstruktur dengan menggunakan bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Kegiatan ini melibatkan seluruh santri dalam berbagai peran sehingga memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan berbicara di depan umum. Selain itu, muhadharah berperan dalam membentuk karakter santri, terutama disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan keberanian. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam memperkuat kepercayaan diri santri melalui pengalaman tampil di hadapan audiens, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta mengatasi rasa gugup dan takut berbicara di depan umum. Dengan demikian, muhadharah merupakan instrumen pembinaan yang efektif dalam mendukung pembentukan karakter dan penguatan kepercayaan diri santri di lingkungan pesantren
PENGARUH MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM DI MESIR TERHADAP PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Intan Tiara Hasibuan; Siti Marisa; Nurhaizan Sembiring
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.135-148

Abstract

Modernisasi pendidikan Islam di Mesir merupakan salah satu gerakan pembaruan yang memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan pendidikan Islam di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi modernisasi pendidikan Islam di Mesir, mengkaji peran tokoh-tokoh pembaru dalam proses modernisasi, serta mengidentifikasi pengaruhnya terhadap pembaruan pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pendidikan Islam di Mesir dilakukan melalui reformasi kurikulum, pembaruan metode pembelajaran, penguatan kelembagaan pendidikan, serta integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern. Gerakan modernisasi tersebut dipelopori oleh tokoh-tokoh pembaru seperti Muhammad Abduh, Jamal al-Din al-Afghani, dan Rasyid Ridha yang menekankan pentingnya ijtihad, rasionalitas, dan pengembangan budaya ilmiah. Pengaruh modernisasi pendidikan Islam Mesir terhadap Indonesia terlihat pada pembaruan sistem pendidikan Islam, pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, transformasi madrasah dan pesantren, serta munculnya lembaga pendidikan Islam modern. Dengan demikian, modernisasi pendidikan Islam di Mesir menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap perkembangan dan pembaruan pendidikan Islam di Indonesia
DINAMIKA INTERAKSI MEDIA SOSIAL DAN RELIGIUSITAS REMAJA PUTRI: STUDI KASUS DI MAN 2 MODEL MEDAN Fadhilah Sari Nasution; Siti Marisa; Sulaiman Tamba
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan remaja putri, memengaruhi komunikasi, hiburan, sekaligus pembentukan perilaku sosial dan religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Medan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak ganda: secara positif memudahkan akses informasi keagamaan, dakwah digital, dan pembentukan komunitas religius daring, namun secara negatif berpotensi menurunkan intensitas ibadah, kualitas interaksi sosial langsung, serta mendorong perilaku konsumtif dan perbandingan sosial yang tidak sesuai nilai Islam. Temuan ini menekankan perlunya pengawasan, literasi digital religius, dan sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan agar media sosial menjadi sarana pembentukan perilaku sosial religius yang positif
PERAN GURU AKIDAH AKHLAK SEBAGAI ROLE MODEL DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ISLAMI SISWA KELAS VIII MTS HAJI DATUK ABDULLAH TANJUNG MORAWA Andea Yulia Sari; Siti Marisa; Abu Bakar
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru Akidah Akhlak sebagai role model dalam membentuk akhlak Islami siswa kelas VIII di MTs Haji Datuk Abdullah Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi yang berfokus pada pemaknaan pengalaman subjektif guru dan siswa terkait keteladanan akhlak dalam proses pembelajaran dan kehidupan di madrasah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Akidah Akhlak, siswa kelas VIII, serta pihak-pihak lain yang mendukung proses pembentukan akhlak siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak di MTs Haji Datuk Abdullah Tanjung Morawa telah berperan sebagai role model dalam membentuk akhlak Islami siswa melalui keteladanan sikap, ucapan, dan perilaku sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Keteladanan tersebut tercermin dalam penerapan nilai-nilai akhlak Islami seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan kesopanan. Selain itu, guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai akhlak dalam interaksi langsung dengan siswa. Faktor pendukung dalam pembentukan akhlak Islami siswa antara lain konsistensi sikap guru, lingkungan madrasah yang religius, serta hubungan emosional yang baik antara guru dan siswa. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga serta lingkungan tempat tinggal siswa yang kurang mendukung pembiasaan akhlak Islami. Dengan demikian, peran guru Akidah Akhlak sebagai role model memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk akhlak Islami siswa kelas VIII