Syaiful Bahri
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LESTARIKAN BUDAYA, LINDUNGI TUBUH: EDUKASI POSISI KERJA SEHAT BAGI PETANI TRADISIONAL BADUY Ade Dwi Lestari; Alvin Mohamad Ridwan; Nany Hairunisa; Hindiyati Nuriah; Agung Junnata; Syaiful Bahri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i2.25934

Abstract

Petani tradisional Baduy merupakan bagian dari masyarakat adat yang masih mempertahankan sistem pertanian manual sebagai bagian dari nilai budaya dan kehidupan sehari-hari. Aktivitas pertanian dilakukan tanpa bantuan alat mekanis modern dan sangat bergantung pada kekuatan fisik, seperti mengangkat, memikul, dan memacul secara berulang dengan posisi kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini menempatkan petani pada risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, terutama nyeri punggung bawah, yang umumnya dianggap sebagai konsekuensi normal dari pekerjaan dan belum dipahami sebagai masalah kesehatan kerja yang dapat dicegah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani tradisional Baduy mengenai posisi kerja yang sehat dan aman melalui edukasi ergonomi yang disesuaikan dengan budaya lokal. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan pendekatan edukasi visual, mengingat keterbatasan literasi masyarakat sasaran. Media edukasi yang digunakan berupa poster ergonomi bergambar tentang teknik pengangkatan beban yang aman dan posisi kerja memacul yang benar, disertai demonstrasi dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan evaluasi berbasis visual dengan simbol smile dan sad face. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan diikuti oleh 31 petani tradisional Baduy dengan rentang usia 27–67 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap prinsip manual handling yang aman. Setelah intervensi, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang jelas sekitar 85% pada seluruh aspek penilaian, termasuk posisi pengangkatan, postur tubuh, dan penempatan beban. Disimpulkan bahwa edukasi ergonomi berbasis visual dan demonstrasi langsung merupakan pendekatan yang efektif, berbiaya rendah, dan dapat diterima secara budaya untuk meningkatkan kesehatan kerja petani tradisional Baduy serta berpotensi diterapkan pada komunitas adat dan pekerja sektor informal lainnya.