Nany Hairunisa
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN MATA UNTUK MENCEGAH KEBUTAAN AKIBAT KELAINAN REFRAKSI PADA PENDUDUK PONDOK AREN-TANGERANG Husnun Amalia; Anggraeni Adiwardhani; Nany Hairunisa; Yasmine Mashab; Nashita Amira Zaina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.25869

Abstract

Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan masalah kesehatan mata masih menjadi sesuatu yang belum dapat diselesaikan arena sirtuasi geografis dan demografis. Terdapat 0,4% angka kebutaan pada penduduknya, dan 80% adalah kebutaan yang dapat dicegah atau diobati dan refraksi adalah menjadi penyebab utama (42%). Kelainan refraksi sampai saat ini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena menjadi penyebab gangguan penglihatan yang paling besar dan mengenai seluruh kelompok usia dan percepatan terjadinya gangguan penglihatan pada berusia produktif akan merugikan perekonomian negara karena terganggunya sumber daya manusia. Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan masyarakat dapat membantu berpartisipasi pada program ini dengan melaksanakan pengabdian skrining Kesehatan mata dan memberikan tatalaksananya agar mencegah kebutaan akibat kelainan refraksi khususnya. Metode Kegiatan pengabdian diikuti oleh 136 peserta, dilakukan penyuluhan, anamnesis, pemeriksaan Kesehatan mata termasuk pemeriksaan refraksi. Kacamata diberikan bagi peserta yang memerlukan. Hasil Peserta berusia anatara 3 tahun sampai 71 tahun, dengan 83,1% adalah laki-laki dan 16,9% adalah perempuan dan Sebagian besar peserta tidak memiliki pekerjaan (41,9%). Sekitar 42,6% memiliki Riwayat pengguna kacamata namun yang membutuhkan kacamata adalah 57,4% peserta. Setelah dilakukan edukasi terdapat peningkatan pengertian pentingnya mengkoreksi penglihatan dengan kacamata dari 50% menjadi 85%. Kesimpulan Pada 136 penduduk kurang mampu di Pondok Aren, 57,4% memerlukan kacamata untuk memperbaiki penglihatannya.
LESTARIKAN BUDAYA, LINDUNGI TUBUH: EDUKASI POSISI KERJA SEHAT BAGI PETANI TRADISIONAL BADUY Ade Dwi Lestari; Alvin Mohamad Ridwan; Nany Hairunisa; Hindiyati Nuriah; Agung Junnata; Syaiful Bahri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i2.25934

Abstract

Petani tradisional Baduy merupakan bagian dari masyarakat adat yang masih mempertahankan sistem pertanian manual sebagai bagian dari nilai budaya dan kehidupan sehari-hari. Aktivitas pertanian dilakukan tanpa bantuan alat mekanis modern dan sangat bergantung pada kekuatan fisik, seperti mengangkat, memikul, dan memacul secara berulang dengan posisi kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini menempatkan petani pada risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, terutama nyeri punggung bawah, yang umumnya dianggap sebagai konsekuensi normal dari pekerjaan dan belum dipahami sebagai masalah kesehatan kerja yang dapat dicegah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani tradisional Baduy mengenai posisi kerja yang sehat dan aman melalui edukasi ergonomi yang disesuaikan dengan budaya lokal. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan pendekatan edukasi visual, mengingat keterbatasan literasi masyarakat sasaran. Media edukasi yang digunakan berupa poster ergonomi bergambar tentang teknik pengangkatan beban yang aman dan posisi kerja memacul yang benar, disertai demonstrasi dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan evaluasi berbasis visual dengan simbol smile dan sad face. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan diikuti oleh 31 petani tradisional Baduy dengan rentang usia 27–67 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap prinsip manual handling yang aman. Setelah intervensi, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang jelas sekitar 85% pada seluruh aspek penilaian, termasuk posisi pengangkatan, postur tubuh, dan penempatan beban. Disimpulkan bahwa edukasi ergonomi berbasis visual dan demonstrasi langsung merupakan pendekatan yang efektif, berbiaya rendah, dan dapat diterima secara budaya untuk meningkatkan kesehatan kerja petani tradisional Baduy serta berpotensi diterapkan pada komunitas adat dan pekerja sektor informal lainnya.