Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) memerlukan administrasi aset yang andal untuk mendukung akuntabilitas, keberlanjutan operasional, dan pengambilan keputusan yang berbasis informasi. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini dirancang berdasarkan kegiatan pendampingan pengelolaan aset pada unit usaha kafe BUM Desa Sumber Sejahtera, Pujon Kidul, melalui penggunaan dashboard digital. Kegiatan yang direncanakan meliputi identifikasi kebutuhan pengelolaan aset, inventarisasi dan validasi data aset, penyusunan register aset, pengembangan visualisasi dashboard, pelatihan pengelola, serta evaluasi perubahan sebelum dan setelah pendampingan. Dashboard tersebut dirancang untuk merangkum jumlah aset, nilai perolehan apabila telah terverifikasi, kondisi aset, lokasi unit usaha, penanggung jawab, serta kelengkapan administrasi. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan menekankan penggunaan data sumber yang telah terverifikasi. Karena temuan lapangan dan hasil pelaksanaan kegiatan belum tersedia, bagian hasil dalam draf ini disajikan dalam bentuk kerangka pelaporan dan harus dilengkapi dengan hasil observasi aktual, informasi peserta, serta bukti evaluasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung administrasi aset yang lebih tertib dan meningkatkan kapasitas pengelola kafe dalam memantau serta menindaklanjuti permasalahan terkait aset. Village-owned enterprises (BUM Desa) require reliable asset administration to support accountability, operational continuity, and informed decision-making. This community service article is designed around mentoring for asset management in the café business unit of BUM Desa Sumber Sejahtera, Pujon Kidul, through a digital dashboard. The proposed activities include identifying asset-management needs, inventorying and validating asset data, preparing an asset register, developing a dashboard visualization, training managers, and evaluating changes before and after mentoring. The dashboard is intended to summarize asset counts, acquisition values where verified, asset condition, business-unit location, responsible persons, and administrative completeness. The approach is participatory and emphasizes the use of verified source data. Since field findings and implementation results have not yet been supplied, the results section in this draft is presented as a reporting framework and must be completed using actual observations, participant information, and evaluation evidence. The activity is expected to support more orderly asset administration and strengthen the capacity of café managers to monitor and follow up on asset-related issues.