Pengenalan manajemen keuangan sejak usia sekolah dasar menjadi hal yang penting karena anak-anak mulai mengenal dan menggunakan uang melalui pemberian uang saku serta berbagai transaksi sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara sederhana, membentuk kebiasaan menabung, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan melalui kegiatan membuat celengan berbahan daur ulang. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 4 Juli 2026 di Jorong Tompek, Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan peserta sebanyak 15 siswa sekolah dasar. Metode yang diterapkan berupa pendekatan experiential learning yang dilaksanakan melalui pemberian materi, kegiatan diskusi, praktik pembuatan celengan secara langsung, dan pendampingan kepada peserta. Penilaian kegiatan dilakukan melalui pengamatan terhadap keterlibatan siswa, sesi tanya jawab, evaluasi terhadap celengan yang dihasilkan, serta refleksi pada akhir kegiatan, tanpa menerapkan pre-test maupun post-test. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan aktif. Siswa juga mampu memahami beberapa prinsip das ar pengelolaan keuangan, seperti mengenali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, menggunakan uang saku secara bijak, serta memahami pentingnya menyisihkan uang untuk ditabung. Selain itu, dengan arahan selama praktik, siswa dapat mengolah bahan bekas menjadi celengan yang dapat digunakan untuk menyimpan uang. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan secara langsung pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan sekaligus memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan literasi keuangan dan membangun kebiasaan menabung, sekaligus mengembangkan kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan pada anak sekolah dasar.