Muhammad Ihsan Averouz
Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Membangun Branding Diri Sejak Dini Melalui Pertemanan Pada Siswa Sekolah Dasar Muhammad Ihsan Averouz; Adlan Sanur Tarihoran
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini muncul dilatar belakangi oleh perkembangan anak usia sekolah dasar yang berada pada tahap penting pembentukan konsep diri. Dalam hal ini termasuk pemahaman tentang bagaimana dirinya ingin dikenal dan diperlakukan oleh lingkungan sosialnya. Penulis melihat kondisi yang ada di lingkungan Jalan Bantiang Selatan, Malalak Barat, bahwa sebagian siswa sekolah dasar masih menunjukkan sikap kurang percaya diri, enggan berkenalan dengan teman baru, dan belum terbiasa mengungkapkan kelebihan yang dimilikinya. Pola kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, sesungguhnya bertujuan memperkenalkan konsep branding diri kepada siswa sekolah dasar dan mendorong mereka membangun citra diri yang positif melalui pertemanan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung berupa empat aktivitas kelas. Materi yang disampaikan meliputi pengertian branding diri, alasan pentingnya dimulai sejak dini, contoh sikap yang membentuk citra positif, tips menjadi teman yang disukai, serta cara menunjukkan bakat dengan percaya diri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme siswa, terlihat dari keaktifan dalam sesi perkenalan, keberanian menceritakan bakat di depan kelas, dan kesediaan menerapkan sikap positif dalam pertemanan sehari-hari. Keberanian siswa berkenalan dengan teman baru meningkat dari 35% menjadi 82%, kemampuan menyebutkan kelebihan diri meningkat dari 40% menjadi 85%, dan pemahaman tentang pentingnya bersikap baik meningkat dari 58% menjadi 90%. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal bagi penguatan karakter dan kepercayaan diri siswa sekolah dasar sekaligus menjadi model sosialisasi pendidikan karakter berbasis pertemanan yang dapat direplikasi pada sekolah lain dengan kondisi sosial yang serupa.