Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang terjadikarena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakitsistemik yang berperan sebagai faktor risiko penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status oralhigiene dan periodontal dan odd rasio periodontitis pada pasien Diabetes melitus dan non-Diabetes. Rancangan penelitianadalah case-control. Populasi penelitian adalah pasien Diabetes melitus yang sedang berobat di Poli Endokrin dan pasiennon-Diabetes di Poli Mata RSUD dr. Pirngadi. Jumlah sampel adalah 100 orang, 50 orang menderita Diabetes melitusdan 50 orang yang tidak menderita Diabetes melitus. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling,yaitu sampel diambil sesuai kriteria inklusi sampai diperoleh jumlah sesuai dengan yang ditentukan. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan klinis rongga mulut menggunakan IndeksHigiene Oral Disederhanakan dan Indeks Periodontal oleh Ramfjord. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor oralhigiene pada pasien Diabetes melitus tipe 1 adalah 2,06 ± 1,35 dan pada pasien Diabetes melitus tipe 2 yaitu 2,23 ± 0,97sedangkan pada pasien non-Diabetes 0,66 ± 0,33. Rata-rata skor periodontal pada pasien Diabetes melitus tipe 1 adalah2,72 ± 0,86 dan pasien Diabetes melitus tipe 2 yaitu 2,69 ± 0,95, sedangkan pada pasien non-Diabetes 1,07 ± 0,77. Oralhigiene pasien Diabetes melitus kategori sedang dijumpai sebanyak 64% dan non-Diabetes kategori baik 98%. Persentaseperiodontitis pada pasien Diabetes melitus adalah 58% sedangkan pada pasien non-Diabetes 18% dan odd rasio 6,29.Dapat disimpulkan status oral higiene pada pasien Diabetes melitus dengan rata-rata skor oral higiene 2,19 ± 1,05 termasuk kategori sedang, dibandingkan dengan pasien non-Diabetes lebih rendah yaitu 0,66 ± 0,33 dan termasukkategori baik. Status periodontal pada pasien Diabetes melitus dengan rata-rata skor periodontal 2,69 ± 0,93 termasukstatus periodontal sedang dibandingkan dengan pasien non-Diabetes lebih rendah yaitu 1,07 ± 0,77 yang termasuk statusperiodontal baik. Pasien Diabetes melitus mempunyai risiko 6,29 kali lebih besar menderita periodontitis dibandingkanpenderita non-Diabetes.