Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN IMUNOGLOBULIN A (SIgA) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN BIOFILM STREPTOKOKUS MUTANS PADA PERMUKAAN GIGI : ROLE OF IMMUNOGLOBULIN A (SIgA) IN INHIBITING BIOFILM FORMATION OF STREPTOCOCCUS MUTANS ON THE TOOTH SURFACES Maulida Hayati; Herry Herman; Andri Rezano
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.548 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2031

Abstract

Sekretori IgA (SIgA) adalah salah satu kelas andibodi yang terdapat dalam saliva, yang dihasilkan dalam bentuk dimerikIgA oleh sel plasma lokal (PCs) pada stroma glandula saliva dan kemudian ditransportasi melalui epitel sekretori olehpolimer Ig reseptor (pIgR), yang disebut juga dengan membran komponen sekretori (SC). Pada permukaan mukosaSIgA bersama dengan mukus akan mengekslusi antigen-antigen. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskanperan SIgA dalam meningkatkan pertahanan mukosa mulut terhadap bakteri patogen Streptokokus mutans. Bakteri inimerupakan penyebab utama terjadinya karies gigi, karena kemampuannya untuk melekat pada permukaan gigi, yangmemungkinkan terbentuknya kolonisasi pada permukaan gigi melalui pembentukan biofilm. Perlekatan Streptokokusmutans ini akan dihambat oleh SIgA dengan mengintervensi protein perlekatan bakteri yang disebut Ag I/II. Hal inimemungkinkan SIgA untuk mencegah perlekatan bakteri pada permukaan, sehingga dapat mencegah inisiasi terjadinyakaries gigi. Sebagai kesimpulan, sekresi SIgA saliva terhadap Ag I/II Streptokokus mutanstelah terbukti dapat mencegahkolonisasi bakteritersebut dirongga mulut manusia
Biomarker Penyakit Periodontal Pada Saliva: Scoping Review Maulida Hayati; Suci Indah Kurnia; Fauzia Nilam Orienty
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JANUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4120

Abstract

Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit rongga mulut yang banyak terjadi di masyarakat. Penyakit periodontal terbagi menjadi dua, yaitu gingivitis dan periodontitis. Biomarker penyakit periodontal terdapat pada saliva yang berfungsi untuk menentukan perkembangan, memantau dan mendiagnosis penyakit periodontal. Tujuan dari scoping review ini adalah untuk menentukan biomarker penyakit periodontal pada saliva. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan yaitu data yang diperoleh dengan membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber dari kepustakaan. Pencarian data dilakukan melalui database PubMed, Science Direct, Wiley Online Library dan Google Scholar. Hasil scoping review dari 18 artikel menyatakan bahwa terdapat biomarker saliva pada penyakit periodontal. Berdasarkan hasil review terhadap 18 artikel ditemukan biomarker penyakit periodontal pada saliva, biomarker inflamasi IL-1β dan IL-6, biomarker jaringan ikat terdegradasi MMP-8, MMP- 9, TIMP-1, Aspartat Aminotransferase dan Alkali. Fosfatase. Sedangkan prostaglandin (PGE2), Carboxy-terminal telopeptide of type I collagen (ICTP) dan TNF- merupakan biomarker untuk resorpsi tulang alveolar.Kata Kunci: Biomarker, Penyakit Periodontal, Saliva
Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Covid-19 di Instansi Pemerintah Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti; Novanita Puspa Kencana; Maulida Hayati
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.058 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i1.975

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan disebabkan oleh SARS-CoV-2. Berdasarkan data per tanggal 25 Maret 2020, dilaporkan total kasus konfirmasi 414.179 dengan 18.440 kematian. Indonesia melaporkan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 8607 kasus pada 26 April 2020. Salah satu cara pencegahan dari penyakit ini dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat dan Covid-19. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini pegawai kantor BKSDA Jawa Tengah berjumlah 64 orang dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara berjumlah 51 orang. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dalam aplikasi google form. Analisa data menggunakan deskriptif meliputi tingkat pengetahuan PHBS dan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak di kantor BKSDA berumur 46-55 tahun sebanyak 24 (37,4%) responden dan di dinas kesehatan responden terbanyak berumur 26-35 tahun sebanyak 23 (45,1%) responden. Berdasarkan jenis kelamin responden di kantor BKSDA terbanyak adalah laki-laki sebanyak 36 (56,2%) dan di dinas kesehatan jenis adalah perempuan sebanyak 33 (64,7%). Berdasarakan tingkat pendidikan, responden terbanyak di kantor BKSDA berpendidikan S1/S2/S3 sebanyak 40 (62,4%) dan di dinas kesehatan sebanyak 32 (62,4%). Tingkat pengetahuan PHBS di kantor BKSDA dengan nilai 84,2% dan di dinas kesehatan didapatkan nilai 88,45%. Tingkat pengetahuan tentang Covid-19 di kantor BKSDA dengan nilai 75,52% dan di dinas kesehatan dengan nilai 76,37%. Simpulan penelitian ini tingkat pengetahuan PHBS dan Covid-19 di kantor BKSDA dan dinas kesehatan kategori baik dengan nilai lebih dari 75%.Kata kunci: pengetahuan, PHBS, covid-19Covid-19 is a highly contagious viral infectious disease caused by SARS-CoV-2. Based on data as of March 25, 2020, the total number of confirmed cases was 414,179 with 18,440 deaths. Indonesia reported 8607 confirmed cases of Covid-19 on April 26, 2020. One way to prevent this disease is by implementing a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). This study aims to determine the level of knowledge of clean and healthy living habits and Covid-19. The research design used analytic descriptive with cross sectional approach. The subjects in this study were 64 employees of the Central Java BKSDA office and 51 employees of the North Hulu Sungai District Health Office. This research was conducted by distributing questionnaires in the google form application. Data analysis using descriptive includes the level of knowledge of PHBS and Covid-19. The results showed that most respondents were in the BKSDA office aged 46-55 years as many as 24 (37.4%) respondents and in the health office the most respondents were 26-35 years old as many as 23 (45.1%) respondents. Based on the sex of the respondents in the BKSDA office, 36 (56.2%) were male and 33 (64.7%) were female. Based on the level of education, the largest number of respondents in the BKSDA office have a S1 / S2 / S3 education as many as 40 (62.4%) and at the health office as much as 32 (62.4%). The level of knowledge of PHBS in the BKSDA office with a value of 84.2% and in the health department obtained a value of 88.45%. The level of knowledge about Covid-19 at the BKSDA office with a value of 75.52% and at the health office with a value of 76.37%. The conclusion of this research is that the knowledge level of PHBS and Covid-19 in the BKSDA office and the health service is in a good category with a value of more than 75%.Keywords: knowledge, PHBS, covid-19
Perbedaan Indeks Plak Sebelum Dan Sesudah Berkumur Dengan Obat Kumur Mengandung Katekin (Uncaria Gambir Roxb) Yang Terstandarisasi Dengan Campuran Menthol Yenita Alamsyah; Maulida Hayati; Merrisa Merrisa
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO.1 APRIL 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i1.3256

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Berbagai masalah yang behubungan dengan mulut sering terjadi dalam kehidupan manusia diantaranya disebabkan oleh plak gigi. Plak bisa diminimalisirkan dengan dengan menggunakan obat kumur. Obat kumur alami yang dibuat dari bahan alam salah satunya adalah katekin yang berasal dari gambir dengan campuran menthol yang berasal dari peppermint. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah pemberian obat kumur katekin terstandarisasi campuran menthol. Metode yang digunakan yaitu penelitian pre-experimental dengan desain pretes-postes satu kelompok (one group pretest postest design). Hasil penelitian menunjukan berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000 dengan hasil skor plak indeks PHP-M sebelum dilakukan pemberian seduhan obat kumur gambir campuran peppermint terdapat 4 responden memiliki kriteria skor PHP-M sangat baik, 19 responden memiliki kriteria skor PHP-M baik, 23 responden memiliki kriteria skor PHP-M buruk, dan 8 responden memiliki kriteria skor PHP-M sangat buruk sedangkan hasil setelah dilakukan pemberian seduhan obat kumur gambir campuran peppermint terdapat 40 responden memiliki kriteria skor PHP-M sangat baik, 14 responden memiliki kriteria skor PHP-M baik dan tidak ada responden yang memiliki kriteria skor PHP-M buruk dan sangat buruk. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur katekin terstandarisasi campuran menthol. Kata Kunci: Obat Kumur, Gambir, Peppermint, Plak, Katekin, Mentol
Development of Synthetic Unit Hydrograph Model in Java Island with Morphometric Parameters Maulida Hayati; Limantara, Lily Montarcih; Prasetyorini, Linda
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.1

Abstract

The synthetic unit hydrograph (HSS) is used as a predictive tool in hydrological studies, particularly to estimate the peak discharge due to design rainfall, which is very useful in water infrastructure planning and flood control. This study aims to develop more accurate HSS parameters by considering the influence of morphometry, namely, the watershed form factor and the watershed area. The study involved 10 watersheds located on the island of Java, which were selected as study sites to provide a broader and more representative context for the variation in characteristics in the study area. The methods used include watershed morphometric analysis to determine the location and shape factor of the watershed, hydrograph analysis to produce unit hydrographs per watershed/sub-watersheds, and hydrograph analysis to determine the size of the sub-watershed and explicit modeling technique with multiple linear regression, which is the writing of a mathematical model that shows the relationship between the dependent variables (Qp and Tp) and the independent variables (A and FD, respectively). The result of the study is a HSS model on Java Island with parameters FD and A obtained the following equation: peak discharge (Qp) = 18.465 - 25.730 (FD) + 0.039 (A), and peak time (Tp) = 2.962 - 0.766 (FD) + 0.001 (A), where FD is the watershed form factor and A is the watershed area. Correlation coefficient (R) for peak discharge (R = 0.962) and peak time (R = 0.974). Coefficient of determination (R2) for peak discharge (R2 = 0.926) and peak time (R2 = 0.948).