Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Healthcare-Associated Infections (Hais) Dengan Kepatuhan Five Moments For Hand Hygiene Pada Perawat Di Rumah Sakit Royal Prima Ayahanda Antonetta, Vinencia; Henny, Henny; Nadapdap, Marshall Jeremia
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6qpvc911

Abstract

Infeksi terkait pelayanan kesehatan (Healthcare-Associated Infections/HAIs) masih menjadi ancaman bagi keselamatan pasien, dan kebersihan tangan oleh perawat merupakan salah satu upaya utama untuk memutus rantai penularannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang HAIs dan kepatuhan terhadap Five Moments for Hand Hygiene pada perawat di ruang rawat inap, instalasi gawat darurat, intensive care unit, dan ruang operasi Rumah Sakit Royal Prima Ayahanda. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan potong lintang ini dilaksanakan pada September hingga Oktober 2026 dengan teknik total sampling dan melibatkan 138 perawat. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan HAIs (10 butir benar-salah) dan kuesioner kepatuhan berbasis penilaian mandiri (15 butir skala Likert), yang keduanya reliabel (Cronbach’s alpha 0,850 dan 0,865). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Sebanyak 37,7% responden memiliki pengetahuan baik, 33,3% sedang, dan 29,0% kurang. Kepatuhan berada pada kategori sedang (55,1%), tinggi (41,3%), dan rendah (3,6%). Terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara pengetahuan dan kepatuhan (rₛ = 0,451; p < 0,001). Perawat dengan pengetahuan baik lebih banyak berada pada kategori kepatuhan tinggi (59,6%) dibandingkan perawat dengan pengetahuan kurang (22,5%). Temuan ini bersifat asosiatif dan belum menunjukkan hubungan sebab-akibat karena desain potong lintang serta pengukuran kepatuhan yang berbasis laporan diri. Penguatan edukasi pencegahan dan pengendalian infeksi, supervisi berkala, dan ketersediaan sarana kebersihan tangan direkomendasikan.