Riset ini dilatarbelakangi oleh minimnya kemampuan apresiasi sastra pada kalangan pelajar tingkat SMA ketika praktik membaca puisi. Kesulitan utama sering ditemukan pada aspek pemahaman diksi, nada, suasana, hingga tema, sehingga menuntut adanya inovasi alat bantu ajar yang lebih nyata dan interaktif. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk merancang sekaligus mengevaluasi kevalidan media animasi stop motion sebagai penunjang materi pembacaan puisi di jenjang sekolah menengah atas. Peneliti menerapkan pendekatan Research and Development (R&D) yang mengacu pada desain Borg dan Gall yang telah dipadatkan menjadi enam tahapan: analisis potensi dan rintangan, penghimpunan informasi, perancangan awal produk, uji validasi, perbaikan desain, hingga penetapan produk final. Proses pengumpulan data mengandalkan instrumen kuesioner kelayakan yang diisi oleh pakar materi, ahli media, dan guru praktisi, serta diperkuat melalui metode observasi, wawancara, dan tinjauan kepustakaan. Analisis temuan dieksekusi menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan penghitungan persentase kelayakan secara kuantitatif. Hasil studi membuktikan bahwa produk animasi stop motion ini meraih skor kevalidan sebesar 97,1% dari pakar media dan 98,6% dari pakar materi, yang mengklasifikasikannya ke dalam kategori sangat layak guna. Kesimpulannya, pemanfaatan animasi stop motion ini sangat direkomendasikan untuk menunjang aktivitas belajar membaca puisi karena terbukti memiliki potensi kuat dalam meningkatkan daya apresiasi sastra siswa melalui pengalaman yang memadukan unsur audio, visual, dan konteks yang bermakna.