Said Hasan Bin Thahir
Magister Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana, IAIN Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal dalam Inovasi Kurikulum Pendidikan untuk Memperkuat Identitas Budaya Masyarakat Fakfak Said Hasan Bin Thahir; Indria Nur
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 5 (2026): OKTOBER - NOVEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat. Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memiliki kekayaan kearifan lokal yang dapat dikembangkan sebagai sumber inovasi dalam kurikulum pendidikan, salah satunya filosofi Satu Tungku Tiga Batu yang mengandung nilai persaudaraan, toleransi, persatuan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kearifan lokal masyarakat Fakfak sebagai sumber pengembangan inovasi kurikulum pendidikan, mengidentifikasi bentuk integrasi nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran, serta mengkaji strategi penguatan identitas budaya melalui pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal Satu Tungku Tiga Batu memiliki relevansi kuat untuk diintegrasikan dalam pengembangan kurikulum melalui muatan lokal, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, keterlibatan tokoh adat dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk dokumentasi budaya. Integrasi tersebut berpotensi memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan pemahaman terhadap budaya daerah, dan menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Fakfak. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam mengembangkan kurikulum yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.