Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Scale Up Womenpreneur melalui Asset Based Community Development (ABCD) Pada Pengolahan Ikan Patin Desa Rumbio Kabupaten Kampar Bunga Chintia Utami; Rahmat Junaidi; Dahlan Tampubolon; Revaldo Joy Pratama Zebua; Novi Clara Agustina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 11 (2026): Volume 9 Nomor 11 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i11.27818

Abstract

ABSTRAK Meskipun Desa Rumbio berpotensi besar dalam produksi ikan patin, sebagian besar hasil panen dijual segar dengan nilai tambah rendah, dan kelompok usaha perempuan menghadapi kendala efisiensi produksi, manajemen, legalitas, dan pemasaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, manajemen usaha, legalitas, dan pemasaran KUBE Rumbio Sejahtera melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), dilaksanakan secara partisipatif melalui koordinasi, diskusi kelompok terarah, pelatihan, praktik produksi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan kapasitas produksi meningkat dari 4 kg menjadi 16 kg per siklus, tingkat cacat produksi menurun dari 35% menjadi 15%, dan kelompok telah memiliki SOP produksi, Business Model Canvas (BMC), NIB, akun Instagram bisnis, toko daring, dan QRIS, dengan omzet penjualan meningkat dari Rp200.000 menjadi Rp2.136.000 per bulan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset lokal melalui ABCD dapat mendukung penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan berbasis pengolahan ikan patin. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Ikan Patin, Frozen Food, Nilai Tambah. ABSTRACT Although Rumbio Village has significant potential for catfish production, most fish is sold fresh with low added value, and the women's business group faces constraints in production efficiency, management, legal compliance, and marketing. This program aimed to strengthen the production, management, legal compliance, and marketing capacity of KUBE Rumbio Sejahtera through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, using participatory methods including coordination, focus group discussions, training, production practice, mentoring, monitoring, and evaluation. Results show production capacity rose from 4 kg to 16 kg per cycle, the defect rate fell from 35% to 15%, and the group now has production SOPs, a Business Model Canvas (BMC), a Business Identification Number (NIB), a business Instagram account, an online store, and a QRIS payment system, with monthly sales revenue rising from Rp200,000 to Rp2,136,000. The program demonstrates that optimizing local assets through ABCD can strengthen capacity and economic self-reliance among women in catfish processing. Keywords: Community Empowerment, Catfish, Frozen Food, Added Value.