Karakter disiplin penting untuk membentuk tanggung jawab, ketertiban, dan kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib sekolah. Namun, disiplin tidak cukup ditanamkan melalui aturan dan sanksi, melainkan memerlukan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, serta kerja sama warga sekolah dan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya dan tantangan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menginternalisasikan nilai karakter disiplin peserta didik di SMPN 1 Sukamulia, Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan guru PPKn, kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta empat peserta didik kelas VIII yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi disiplin dilakukan melalui pembelajaran di kelas, pembiasaan di lingkungan sekolah, dan keteladanan guru, dengan dukungan kolaborasi bersama guru BK. Tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran dan motivasi, lemahnya pengendalian diri, kebiasaan yang kurang baik, kondisi keluarga, pengaruh teman sebaya, serta keterbatasan sarana. Upaya penanganan mencakup pembinaan preventif, konseling, komunikasi dengan orang tua, penguatan positif, konsekuensi edukatif, refleksi, dan koordinasi antarpihak. Penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi disiplin merupakan proses bertahap yang membutuhkan konsistensi serta tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.