ABSTRACT Open-sun fish drying is highly weather dependent and exposes products to environmental contamination. This study evaluated the operational and thermal performance of a greenhouse-effect fish dryer equipped with perforated aluminum trays and an Internet of Things (IoT)-based monitoring system. A three-day field test (28–30 June 2026) was conducted using one batch of 10 oci fish with an initial mass of 1,031 g. Dryer-chamber and chimney temperatures were measured using PT100 resistance temperature detectors, while ambient temperature and relative humidity were monitored using DHT11; data were processed by ESP32 and displayed through Blynk. Sample mass was recorded during active drying (09.00–15.00 WITA), and incoming solar energy was estimated from NASA POWER daily irradiation. The mean chamber temperature was 45.57 °C, 7.39 °C above the mean ambient temperature (38.18 °C), while the mean chimney temperature was 47.96 °C. Sample mass decreased to 319 g (69.06% reduction), with 610 g lost during 18 h of active drying and 102 g during overnight intervals; the mean active-period mass-loss rate was 33.89 g/h. Estimated drying and dryer efficiencies were 8.10% and 8.34%, respectively. The monitoring system provided all scheduled observations, but the efficiency values should be interpreted as conservative estimates because full-day irradiation was used for a six-hour active drying interval. The system is operationally feasible for monitoring-assisted solar drying, but validated moisture-content measurements, calibrated sensors, direct irradiance measurements, and replicated control tests are required before product quality or the specific benefit of perforated trays can be established. ABSTRAK Penjemuran ikan secara terbuka sangat bergantung pada cuaca dan berisiko menyebabkan kontaminasi produk. Penelitian ini mengevaluasi kinerja operasional dan termal pengering ikan tipe efek rumah kaca (ERK) yang dilengkapi rak aluminium berlubang dan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Uji kinerja lapangan dilakukan selama tiga hari (28–30 Juni 2026) menggunakan satu batch berisi 10 ekor ikan oci dengan massa awal 1.031 g. Temperatur ruang pengering dan cerobong diukur menggunakan RTD PT100, sedangkan temperatur dan kelembapan relatif lingkungan dipantau dengan DHT11; data diproses oleh ESP32 dan ditampilkan melalui Blynk. Massa sampel dicatat selama pengeringan aktif (09.00–15.00 WITA), sementara energi surya masuk diestimasi dari iradiasi harian NASA POWER. Temperatur ruang pengering rata-rata mencapai 45,57 °C atau 7,39 °C di atas temperatur lingkungan (38,18 °C), sedangkan temperatur cerobong rata-rata 47,96 °C. Massa sampel turun menjadi 319 g atau berkurang 69,06%; sebanyak 610 g hilang selama 18 jam pengeringan aktif dan 102 g selama jeda malam, dengan laju penurunan massa rata-rata 33,89 g/jam pada periode aktif. Efisiensi pengeringan dan efisiensi alat hasil estimasi masing-masing sebesar 8,10% dan 8,34%. Sistem monitoring menyediakan seluruh titik pengamatan terjadwal, tetapi nilai efisiensi perlu dipahami sebagai estimasi konservatif karena iradiasi satu hari penuh digunakan untuk interval pengeringan aktif enam jam. Sistem menunjukkan kelayakan operasional untuk pengeringan surya berbantuan monitoring, namun pengukuran kadar air tervalidasi, kalibrasi sensor, pengukuran iradiasi langsung, dan uji kontrol berulang tetap diperlukan sebelum mutu produk atau kontribusi khusus rak berlubang dapat disimpulkan.