Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pasigala melalui Diversifikasi Potensi Lokal menjadi Produk Bernilai Tambah: Community Empowerment in Pasigala through Diversification of Local Potential into Value-Added Products Ijirana Ijirana; Syamsuriwal Syamsuriwal; Afadil Afadil
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i2.1420

Abstract

Pemanfaatan komoditas lokal di wilayah Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala) masih menghadapi persoalan rendahnya diversifikasi pengolahan menjadi produk bernilai tambah. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan berbasis praktik untuk mengolah sirsak menjadi dodol dan es krim, kelor–sereh menjadi sabun herbal, serta kemiri menjadi minyak kemiri. Kegiatan dilaksanakan pada April 2025 di tiga lokasi mitra dengan 72 peserta. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap identifikasi kebutuhan, persiapan, sosialisasi, pelatihan-praktik, dan evaluasi. Evaluasi respons dilakukan pada mitra Desa Bale menggunakan angket 13 pernyataan berskala 1–4 yang diisi oleh 19 responden; analisis dilakukan secara deskriptif melalui rata-rata skor dan persentase capaian. Hasil kegiatan menghasilkan 50 cup es krim sirsak, 30 bungkus dodol sirsak, 25 batang sabun herbal kelor–sereh, dan 20 botol minyak kemiri berukuran 50 mL. Evaluasi 19 responden menunjukkan rata-rata skor 3,52 dari skor maksimum 4 atau capaian 88,06%. Dimensi pencapaian tujuan dan dampak memperoleh 93,42%, pelaksanaan proyek 78,95%, serta partisipasi, keberlanjutan, dan kepuasan 90,46%. Hasil tersebut menunjukkan respons masyarakat yang positif terhadap kegiatan, tetapi belum dapat ditafsirkan sebagai peningkatan sebelum-sesudah karena evaluasi tidak menggunakan desain pre-test–post-test. Produk yang dihasilkan masih berada pada tahap awal dengan kemasan sederhana sehingga memerlukan pendampingan lanjutan pada standardisasi mutu, desain kemasan, legalitas, perhitungan biaya dan harga jual, serta pemasaran untuk mendukung keberlanjutan usaha.