citra cahyarini
Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Indonesia; Departemen Dermatovenereologi, Rumah Sakit Ananda Bekasi, Bekasi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Promosi Kesehatan Kulit Berbasis Media Sosial: Kajian Literatur Tentang Peran Dermatologist Dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Digital citra cahyarini; Atik Kridawati; Arsyadila Nur Sabila; Besty Barsaliputri
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pesat pengguna media sosial di Indonesia membuka peluang besar bagi promosi kesehatan kulit yang lebih luas dan berbasis bukti. Namun, meningkatnya konten dari skinfluencer tanpa kompetensi medis sering memunculkan misinformasi dan praktik perawatan kulit yang tidak aman. Artikel ini bertujuan menganalisis inovasi promosi kesehatan kulit di era digital serta peran dermatologist sebagai edukator profesional di media sosial. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menelaah artikel ilmiah dari PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2018–2025 yang membahas digital health promotion, dermatology education, dan komunikasi kesehatan di media sosial. Hasil telaah menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dermatolog dalam platform digital berpotensi meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat kepercayaan publik, dan mengurangi risiko penggunaan obat topikal maupun kosmetik berbahaya. Strategi digital yang efektif meliputi video edukasi singkat, infografis berbasis bukti, webinar interaktif, dan kampanye tagar yang terstruktur. Tantangan utama mencakup potensi misinformasi, batasan etika profesi, serta isu keamanan data. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan pedoman komunikasi kesehatan digital bagi dermatologist, peningkatan pelatihan literasi digital bagi tenaga medis, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kampanye nasional edukasi kulit sehat. Integrasi strategi tersebut diperlukan untuk memperkuat peran dermatolog sebagai digital health educator yang kredibel di masyarakat.