Woro Sumarni
Prodi Doktor Pendidikan IPA, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BAGAIMANA KONTRIBUSI REKONSTRUKSI SAINS DAPAT MENINGKATKAN EMPLOYABILITY SKILLS SISWA SMK?: KAJIAN MODEL COPBL TERINTEGRASI ETNO-SSI Qori Agussuryani Puji Hartini; Wiyanto; Sudarmin; Woro Sumarni
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam aktivitas rekonstruksi sains menyebabkan kurangnya keterampilan employability skills siswa SMK. Desain Model Contextual dan Problem Based Learning (CoPBLl) terintegrasi Etno-SSI masih sangat terbatas. Tujuan penelitian untuk menganalisis rekonstruksi sains dan tanggapan model oleh siswa dan guru, serta keunggulan dan keterbatasan. Metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan kajian rekonstruksi produksi batik di Kabupaten Wonosobo menggunakan Model CoPBL. Metode pengumpulan data berupa observasi rekonstruksi, wawancara mendalam siswa dan guru serta dokumentasi penelitian. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui reduksi data rekonstruksi, verifikasi hasil wawancara mendalam, serta simpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1) rekonstruksi sains pada kegiatan produksi Batik Wonosobo menggunakan sintak PILAR (Problem statement, Inquiry, learning community, Assisting, and Reflection) Model CoPBL terintegrasi Etno-SSI mampu memberikan kesempatan siswa untuk memiliki kreativitas dalam membuat pola desain batik bersumber kearifan lokal, Identifikasi jenis pewarna, suhu, lama pencelupan, intensitas warna, ketahanan warna secara konsep sains. 2) Tanggapan siswa dan guru memiliki respon positif pada pembelajaran lebih bermakna karena siswa mengalami langsung, kontekstual dengan kehidupan siswa, serta membekali keterampilan bekerja dengan mempertahankan kelestarian budaya lokal. 3) Keunggulan Model CoPBL mampu membekali employability skills siswa, pembelajaran berpusat pada siswa, berbasis kearifan lokal, bermakna dan belajar sains tanpa meninggalkan budaya sekitar. Keterbatasan pada manajemen waktu dan perlunya persiapan dalam mempertimbangkan rekonstruksi Etno-SSI, dan tidak semua siswa mampu beradaptasi dengan budaya lokal. Implikasinya bahwa Model CoPBL memiliki karakteristik dalam mengkaji isu-isu kearifan lokal yang berkembang di masyarakat yang mampu mengfasilitasi keterampilan abad 21 lulusan SMK.