Prosiding Seminar Nasional Biologi
Vol. 14 (2026)

BAGAIMANA KONTRIBUSI REKONSTRUKSI SAINS DAPAT MENINGKATKAN EMPLOYABILITY SKILLS SISWA SMK?: KAJIAN MODEL COPBL TERINTEGRASI ETNO-SSI

Qori Agussuryani Puji Hartini (Prodi Doktor Pendidikan IPA, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
Prodi PGMI, FITK, Universitas Sains Al-Qur’an)

Wiyanto (Prodi Doktor Pendidikan IPA, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Sudarmin (Prodi Doktor Pendidikan IPA, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
Woro Sumarni (Prodi Doktor Pendidikan IPA, FMIPA, Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
06 Nov 2026

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam aktivitas rekonstruksi sains menyebabkan kurangnya keterampilan employability skills siswa SMK. Desain Model Contextual dan Problem Based Learning (CoPBLl) terintegrasi Etno-SSI masih sangat terbatas. Tujuan penelitian untuk menganalisis rekonstruksi sains dan tanggapan model oleh siswa dan guru, serta keunggulan dan keterbatasan. Metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan kajian rekonstruksi produksi batik di Kabupaten Wonosobo menggunakan Model CoPBL. Metode pengumpulan data berupa observasi rekonstruksi, wawancara mendalam siswa dan guru serta dokumentasi penelitian. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui reduksi data rekonstruksi, verifikasi hasil wawancara mendalam, serta simpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1) rekonstruksi sains pada kegiatan produksi Batik Wonosobo menggunakan sintak PILAR (Problem statement, Inquiry, learning community, Assisting, and Reflection) Model CoPBL terintegrasi Etno-SSI mampu memberikan kesempatan siswa untuk memiliki kreativitas dalam membuat pola desain batik bersumber kearifan lokal, Identifikasi jenis pewarna, suhu, lama pencelupan, intensitas warna, ketahanan warna secara konsep sains. 2) Tanggapan siswa dan guru memiliki respon positif pada pembelajaran lebih bermakna karena siswa mengalami langsung, kontekstual dengan kehidupan siswa, serta membekali keterampilan bekerja dengan mempertahankan kelestarian budaya lokal. 3) Keunggulan Model CoPBL mampu membekali employability skills siswa, pembelajaran berpusat pada siswa, berbasis kearifan lokal, bermakna dan belajar sains tanpa meninggalkan budaya sekitar. Keterbatasan pada manajemen waktu dan perlunya persiapan dalam mempertimbangkan rekonstruksi Etno-SSI, dan tidak semua siswa mampu beradaptasi dengan budaya lokal. Implikasinya bahwa Model CoPBL memiliki karakteristik dalam mengkaji isu-isu kearifan lokal yang berkembang di masyarakat yang mampu mengfasilitasi keterampilan abad 21 lulusan SMK.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

semnasbiologi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 ...