Pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi memerlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dalam pengembangan produk, proses produksi, strategi pemasaran, dan pengelolaan usaha secara holistik. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) dengan tema kolaborasi mahasiswa dan industri dalam pengembangan produk sanitasi dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kewirausahaan, menciptakan produk sanitasi inovatif, memperkuat kemitraan dengan dunia industri, serta mendorong terbentuknya wirausaha mahasiswa yang mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan experiential learning melalui tahapan rekrutmen dan validasi tenant, pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, pembelajaran bersama mitra industri, survei pasar, pemasaran, hilirisasi, pendampingan, serta evaluasi menyeluruh. Program ini melibatkan 30 mahasiswa dan dua mitra industri, yaitu CV. Envipro CS dan CV. Sodiq Makmur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa melampaui target tahunan sebesar 20 tenant, dengan terbentuknya 12 kelompok produk berbasis sanitasi dan total produksi mencapai 465 unit. Produk-produk tersebut diperkenalkan secara langsung melalui kegiatan pemasaran langsung sebagai bagian dari proses hilirisasi. Kolaborasi erat antara mahasiswa dan industri memberikan pengalaman praktis yang berharga dalam riset produk, orientasi pasar, dan strategi komersialisasi. Program berhasil membangun ekosistem awal, namun target lima wirausaha mandiri masih memerlukan pendampingan dan penguatan inkubasi berkelanjutan