This Author published in this journals
All Journal Publikasi Pendidikan
Kikis Agung Dwi Husodo
Program Studi Pendidikan IPS, Program Pascasarjana, Universitas Bhinneka PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Realitas Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Di SD Negeri 4 Kampungdalem Kecamatan Tulungagung Kikis Agung Dwi Husodo; M. Abdul Roziq Asrori; Ajar Dirgantoro; Imam Sukwatus Suja'i
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i3.88424

Abstract

Pembelajaran mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan terbentuknya pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penerapan pengetahuan secara bermakna dalam kehidupan nyata. Meskipun telah menjadi salah satu arah kebijakan transformasi pendidikan di Indonesia, implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas implementasi pembelajaran mendalam di SD Negeri 4 Kampungdalem Kecamatan Tulungagung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, guru kelas IV, V, dan VI, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam telah mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui penerapan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Implementasi tersebut mendorong meningkatnya keterlibatan aktif peserta didik, kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, serta pemahaman konseptual melalui pembelajaran kontekstual. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah yang kolaboratif, serta pemanfaatan media pembelajaran. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, beban administrasi guru, serta keberagaman kesiapan belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, optimalisasi asesmen autentik, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta pengembangan profesional berkelanjutan agar implementasi pembelajaran mendalam dapat berlangsung secara lebih optimal dan berkelanjutan.