Publikasi Pendidikan
Vol 16, No 3 (2026)

Realitas Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Di SD Negeri 4 Kampungdalem Kecamatan Tulungagung

Kikis Agung Dwi Husodo (Program Studi Pendidikan IPS, Program Pascasarjana, Universitas Bhinneka PGRI)
M. Abdul Roziq Asrori (Universitas Bhinneka PGRI)
Ajar Dirgantoro (Universitas Bhinneka PGRI)
Imam Sukwatus Suja'i (Universitas Bhinneka PGRI)



Article Info

Publish Date
27 Oct 2026

Abstract

Pembelajaran mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan terbentuknya pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penerapan pengetahuan secara bermakna dalam kehidupan nyata. Meskipun telah menjadi salah satu arah kebijakan transformasi pendidikan di Indonesia, implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas implementasi pembelajaran mendalam di SD Negeri 4 Kampungdalem Kecamatan Tulungagung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, guru kelas IV, V, dan VI, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam telah mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui penerapan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Implementasi tersebut mendorong meningkatnya keterlibatan aktif peserta didik, kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, serta pemahaman konseptual melalui pembelajaran kontekstual. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah yang kolaboratif, serta pemanfaatan media pembelajaran. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, beban administrasi guru, serta keberagaman kesiapan belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, optimalisasi asesmen autentik, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta pengembangan profesional berkelanjutan agar implementasi pembelajaran mendalam dapat berlangsung secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

pubpend

Publisher

Subject

Education

Description

Publikasi Pendidikan (ISSN 2088-2092 Print, ISSN 2548-6721 Online) published an article in the form of the results of thought, research and community service education. The focus and scope of the published article is about basic education or elementary school related to the theory and practice of ...