This Author published in this journals
All Journal AL-UKHWAH
Cut Wan Moulida
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mie Aceh sebagai Kearifan Lokal: Nilai, Pengetahuan dan Praktik Sosial dalam Budaya Kuliner Masyarakat Aceh Marduati Mukhtar; Inayatillah Inayatillah; Cut Wan Moulida
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol. 5 No. 1 (Juni) 2026
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v5n1.6616

Abstract

Kajian tentang kuliner daerah di Indonesia sering berhenti pada aspek gastronomi, ekonomi, atau pariwisata, sehingga dimensi kultural yang menopangnya kurang mendapat perhatian. Artikel ini mengkaji Mie Aceh sebagai kearifan lokal masyarakat Aceh melalui tiga dimensi, yaitu nilai, pengetahuan, dan praktik sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 22 informan di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, terdiri atas enam pembuat Mie Aceh dan enam belas penikmat, kemudian dilengkapi dengan sumber-sumber lokal berupa artikel jurnal, pemberitaan media daerah, dan kajian tentang tradisi kuliner Aceh. Data dianalisis secara tematik dan dibandingkan antarkelompok informan. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, bahwa Mie Aceh mengandung nilai kebersamaan, penghormatan kepada tamu, identitas budaya, keterbukaan, dan tanggung jawab antargenerasi. Kedua, Mie Aceh bertumpu pada pengetahuan rempah dan teknik memasak yang bersifat tasit, terutama kepekaan terhadap kematangan bumbu, keseimbangan rasa, dan pengaturan waktu. Pengetahuan ini diwariskan melalui magang bertahap pada kalangan pembuat dan melalui pembiasaan selera pada kalangan penikmat. Ketiga, Mie Aceh hidup dalam praktik makan bersama keluarga, berkumpul dengan teman, dan menjamu tamu, serta beradaptasi melalui pembedaan antara unsur inti yang dijaga dan unsur pelengkap yang boleh berubah. Penelitian ini juga menemukan gejala pergeseran dari memasak di rumah ke membeli di warung, yang berpotensi melemahkan jalur pewarisan keterampilan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelestarian Mie Aceh menuntut pewarisan praktik, bukan sekadar dokumentasi resep