Self-confidence is an individual’s ability to believe in their own capabilities, view themselves positively, and face life’s demands adaptively. This study focuses on an 18-year-old female adolescent exhibiting low self-confidence, characterized by a tendency to compare herself with others, social withdrawal, and a fear of failure. The study aims to determine the effectiveness of cognitive restructuring in enhancing self-confidence in an adolescent using a case study method. Assessment was conducted through interviews, observation, graphic tests, the Sack’s Sentence Completion Test (SSCT), and Lauster’s Self-Confidence Scale (LSCS). The intervention was designed to identify and transform negative thoughts into more realistic ones. Results indicated an improvement in self-confidence, evidenced by a rise in the LSCS score from 71 (low category) pre-intervention to 84 (moderate category) post-intervention, accompanied by a reduction in negative thoughts, increased courage in facing challenges, and more adaptive social interaction skills. Kepercayaan diri adalah kemampuan individu untuk meyakini kapabilitas dirinya sendiri, memandang diri secara positif, serta menghadapi tuntutan hidup dengan cara yang adaptif. Studi ini berfokus pada seorang remaja perempuan berusia 18 tahun yang menunjukkan tingkat kepercayaan diri rendah, yang ditandai dengan kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain, menarik diri dari lingkungan sosial, dan rasa takut akan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas restrukturisasi kognitif dalam meningkatkan kepercayaan diri pada remaja tersebut dengan menggunakan metode studi kasus. Penilaian dilakukan melalui wawancara, observasi, tes grafis, Sack’s Sentence Completion Test (SSCT), dan Lauster’s Self-Confidence Scale (LSCS). Intervensi dirancang untuk mengidentifikasi serta mengubah pikiran-pikiran negatif menjadi pikiran yang lebih realistis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, yang dibuktikan dengan kenaikan skor LSCS dari 71 (kategori rendah) sebelum intervensi menjadi 84 (kategori sedang) setelah intervensi, disertai dengan berkurangnya pikiran negatif, meningkatnya keberanian dalam menghadapi tantangan, serta keterampilan interaksi sosial yang lebih adaptif.