Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Family Strength Model dalam Upaya Meningkatkan Ketangguhan Keluarga di Situasi Krisis Pertiwi, Ratih Eka; Syakarofath, Nandy
Altruis: Journal of Community Services Vol 1, No 2 (2020): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/altruis.v1i2.12283

Abstract

Situasi krisis yang tidak terduga seperti adanya pandemi Covid-19 ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Tidak dapat dipungkiri situasi ini dapat mengancam ketangguhan keluarga. Di sisi lain, keluarga merupakan sumber dukungan sosial yang sangat kuat untuk menghadapi situasi krisis. Psikoedukasi berbasis Family Strength Model dapat digunakan untuk mendorong kemampuan keluarga dalam menjaga ketangguhan keluarga di situasi krisis. Program psikoedukasi dilakukan dengan media daring sebagai bentuk yang dirasa efektif dan efisien dalam menjembatani imbauan untuk melaksanakan physical distancing.  Unpredictable crisis as Covid-19 pandemic situation may affect the way people live their life. It can be threatening factor for family strength. On the other hand, family is powerful resource of social support to face any difficulties during crisis. Psychoeducation based on Family Strength Model used to encourage family strength in this situation. Online psychoeducation program was effective and efficient method to do due to physical distancing restriction.
Eksplorasi motivasi relawan: Sebuah perspektif indigenous psychology Hanif Akhtar; Ratih Eka Pertiwi; Muhammad Fath Mashuri
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan motivasi individu dalam melakukan kegiatan kere-lawanan menggunakan pendekatan Indigenous Psychology. Responden penelitian terdiri atas 315 orang relawan di Indonesia. Pengambilan data menggunakan open-ended questionnaire. Hasil kategorisasi terhadap jawaban responden menunjukkan terdapat delapan kategori motivasi menjadi relawan, yakni nilai pribadi (32,2%), pengembangan diri (13,6%), kepedulian lingkungan (12,6%), minat kegiatan (11,6%), perasaan positif (9,7%), protektif (8,7%), hubung-an sosial (6,9%), dan religiositas (4,7%). Analisis data menemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan intensi untuk menjadi relawan kembali berdasarkan jenis motivasinya. Implikasi hasil penelitian untuk pengelolaan relawan di masa depan akan dibahas dalam artikel ini.
Family Strength Model dalam Upaya Meningkatkan Ketangguhan Keluarga di Situasi Krisis Ratih Eka Pertiwi; Nandy Syakarofath
Altruis: Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2020): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/altruis.v1i2.12283

Abstract

Situasi krisis yang tidak terduga seperti adanya pandemi Covid-19 ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Tidak dapat dipungkiri situasi ini dapat mengancam ketangguhan keluarga. Di sisi lain, keluarga merupakan sumber dukungan sosial yang sangat kuat untuk menghadapi situasi krisis. Psikoedukasi berbasis Family Strength Model dapat digunakan untuk mendorong kemampuan keluarga dalam menjaga ketangguhan keluarga di situasi krisis. Program psikoedukasi dilakukan dengan media daring sebagai bentuk yang dirasa efektif dan efisien dalam menjembatani imbauan untuk melaksanakan physical distancing.  Unpredictable crisis as Covid-19 pandemic situation may affect the way people live their life. It can be threatening factor for family strength. On the other hand, family is powerful resource of social support to face any difficulties during crisis. Psychoeducation based on Family Strength Model used to encourage family strength in this situation. Online psychoeducation program was effective and efficient method to do due to physical distancing restriction.
Pelatihan Storytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Stimulasi Emosi Guru PAUD Ratih Eka Pertiwi
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.57371

Abstract

Stimulasi pada anak usia dini perlu dilakukan secara seimbang sesuai tahap perkembangannya. Salah satu aspek yang perlu distimulasi adalah aspek perkembangan emosi. Akan tetapi, guru maupun orang tua anak usia dini seringkali merasa kesulitan memberikan stimulasi perkembangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan stimulasi perkembangan emosi pada guru PAUD melalui aktivitas storytelling. Aktivitas storytelling dilakukan dalam kelompok kecil sesuai usia dan dipandu oleh guru sebagai fasilitator. Melalui aktivitas ini, guru dapat mengenalkan berbagai emosi dasar, mengajari anak untuk mengenali respons fisiologis yang mengikuti munculnya emosi, serta mendorong anak menggali pengalaman pribadi yang memunculkan respons emosi tertentu.
Pengaruh pengembangan karier terhadap turnover intention pada karyawan Rizky Tri Hadnianto Nugraheni; Tulus Winarsunu; Ratih Eka Pertiwi
Cognicia Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v10i2.22466

Abstract

Employees generally think about the future of their career goals. This career goal can be achieved by career development, either done by employees or by companies. If there is no clarity about career development, employees will feel exhausted and anxious, which in turn will choose to quit their job and find another job that can help them achieve their predetermined career goals. The purpose of this study was to find out the effect of career development on the turnover intention of employees. This study used a correlational quantitative research design with sampling techniques using incicental sampling. The subjects were employees with permanent status throughout Indonesia with a working period of between 3-5 years and an age range of 25-32 years (N= 104) with a total of 43 males and 61 females. The research instruments used are the adoption scale of career development and Turnover Intention Scale (TIS). Results showed that career development had an influence but not significantly on turnover intention by 2.8%. The remaining 97.2% can be influenced by other variables that are stronger than the studied variables (  = .028; (1) = 2.982; p > .05).   Keywords: career Development, employees, turnover intention
Hubungan persepsi dukungan organisasi terhadap kepuasan kerja pada karyawan Onchi Gemelli Amaradipta; Tulus Winarsunu; Ratih Eka Pertiwi
Cognicia Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v10i2.22472

Abstract

Employees contributions are noticed by the company, so efforts made to meet its employees needs are focused on how organizational support is given that employees are satisfied with their jobs. The study used quantitative approach with a correlational design. The sample sampling technique used accidental sampling in which researchers do not use any particular planning in the subject retrieval. Research subjects number 212 with permanent employee criteria for a two-year minimum. The instruments used were surveys of Perceived Organizational Support and Job Satisfaction Survey. The data analysis used is Pearson correlation. The study suggests that there is positive relationship between perceptions of organizational support and job satisfaction with a value of p = .000 (p = < .05). As for the power of the relationship between the two, it is rated strong with value R = .693. This suggests that both variables are unionized in that if perceptions of organizational support are high, the greater the opportunity for job satisfaction arises. Keywords : job Satisfaction, perceived organizational support, supervision, working conditions  
Emotional maturity and marital readiness among marriage dispensation applicants Putri, Nabila Triana; Pertiwi, Ratih Eka
Psychological Research and Intervention Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pri.v7i1.76857

Abstract

Child marriage is a marriage that occurs when one or both parties are under 19 years old, which requires marriage dispensation from a Religion Court judge. One of the problems faced by prospective brides is low marriage readiness. Marriage is important to prepare so that household life can run harmoniously. One of the important factors in marital readiness is emotional maturity. Emotional maturity plays an important role in marriage readiness for brides-to-be. This study examines the correlation between emotional maturity and readiness to marry in children applying for marriage dispensation. This study uses a correlational quantitative method. The sampling technique used quota sampling with predetermined criteria, namely the child applicant for marriage dispensation at the Malang Regency Religious Court, obtained 107 respondents. The instruments used in this study were the marital readiness and emotional maturity scales. The data analysis used was Pearson's product-moment correlation with a value of r = 0.455 and p < .001. This study's results indicate a significant and positive relationship between emotional maturity and readiness to marry in children applying for marriage dispensation.
Pengungkapan Diri Dan Kepuasan Pernikahan Pada Long-Distance Married Couples Firmanto, Ayuningtyas Dwina; Pertiwi, Ratih Eka
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 7 No 1 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v7i1.3741

Abstract

Pasangan suami istri yang tidak tinggal bersama (terpisah jarak) mengalami tantangan tersendiri yang mungkin dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan dapat dicapai salah satunya lewat pengungkapan diri kepada pasangan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitumengetahui pengaruh pengungkapan diri terhadap kepuasan dalam pernikahan pada pasangan yang tinggal berjauhan dengan pasangannya. Penelitianini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan ialah non probability sampling yaitu accidental sampling dengan karakteristik sampel perempuan/ laki-laki yang menjalani pernikahan jarak jauh sejumlah 100 orang (68 Perempuan, 32 Laki-laki). Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu The Marital Self Disclosure Questionnaire (MSDQ) dan ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan pada long distance married couple dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Implikasi penelitian ini untuk pasangan yang menjalani long distance marriage diharapkan agar dapat lebih terbuka lagi pada masing-masing pasangan sehingga kepuasan dalam pernikahan dapat tercapai.
Solution-Focused Therapy for improving spouse’s communication pattern Ramadhana, Firgineta Salsabela; Pertiwi, Ratih Eka; Suryaningrum, Cahyaning
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i3.29909

Abstract

Problems in the family, especially among married couples, are often caused by unhealthy communication patterns such as indirect communication. The aim of this research is to improve communication patterns between husband and wife to be more effective. The assessment was applied to the married couple using interviews, observation methods, and the Couple Communication Satisfaction Scale (CCSS). The results show that the husband and the wife had difficulties in expressing their aspirations and emotions. The husband is unable to communicate his loneliness after retirement. Moreover, he wants to spend time with his wife at home. On the other hand, the wife is busy with her work, she rarely pays attention to her husband at home. The intervention technique was 6 sessions of Solution-Focused Therapy (SFT) to improve the communication pattern between spouses. The results indicated that the therapy is an effective intervention to improve communication patterns. At the end of the intervention, the husband and wife can communicate directly and openly. Permasalahan dalam keluarga, khususnya pada pasangan suami istri, sering kali disebabkan oleh pola komunikasi yang tidak sehat seperti komunikasi tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki pola komunikasi suami istri agar lebih efektif. Asesmen dilakukan pada pasangan suami istri dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan Couple Communication Satisfaction Scale (CCSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami istri mengalami kesulitan dalam mengungkapkan aspirasi dan emosi. Suami tidak mampu mengomunikasikan rasa kesepiannya setelah pensiun. Selain itu, ia ingin menghabiskan waktu bersama istri di rumah. Di sisi lain, istri sibuk dengan pekerjaannya, ia jarang memperhatikan suaminya di rumah. Teknik intervensi yang dilakukan adalah Solution-Focused Therapy (SFT) sebanyak 6 sesi untuk memperbaiki pola komunikasi pasangan suami istri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi tersebut merupakan intervensi yang efektif untuk memperbaiki pola komunikasi. Di akhir intervensi, suami istri dapat berkomunikasi secara langsung dan terbuka.    
Mindfulness dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri Ariana, Delvia Eka; Pertiwi, Ratih Eka
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Vol 23, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v23i1.11212

Abstract

Adanya ketidaksesuaian akan peran dan harapan antara masing-masing pasangan dapat mengakibatkan ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan, padahal kepuasan pernikahan sangat diperlukan sebagai fondasi utama bagi pasangan suami istri dalam membangun kehidupan rumah tangga melalui hubungan pernikahan yang bahagia dan harmonis. Sikap mindfulness dinilai dapat digunakan sebagai upaya untuk mencapai kepuasan pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mindfulness dengan kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik sampling incidental sampling. Terdapat 156 subjek dalam penelitian ini dengan kriteria pasangan menikah yang telah mempunyai anak dan berusia 19-40 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS) dan Five Factor Mindfulness Questionnaire (FFMQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mindfulness dengan kepuasan pernikahan dengan nilai r = 0,434; p 0,01. Hasil ini bermakna semakin tinggi mindfulness pada individu maka semakin tinggi pula kepuasan pernikahan. Begitu pula sebaliknya apabila semakin rendah mindfulness maka kepuasan pernikahan yang dirasakan akan semakin rendah.