Claim Missing Document
Check
Articles

Kuat Tekan Beton Substitusi Agregat Kasar Daur Ulang dan Bahan Tambah Tipe F Super Plasticizer Aprizal Fauzi; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.656 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.908

Abstract

Beton agregat kasar daur ulang (Recycled Concrete Agregate, RCA) merupakan beton dengan bahan campuran limbah dari penghancuran beton yang sudah ada sebagai pengganti agregat kasar alam, sehingga dapat mengurangi penggunaan agregat kasar alam yang berlebihan dan dapat berdampak pada lingkungan. Berdasarkan hal tersebut timbul ide memakai limbah betonlsebagai substitusi aggregat kasar daurlulang (Recycled Concrete Aggregate, RCA) dengan persentase 20%, 40%, 60% dan 80% denganlfc’ = 20 Mpa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton substitusi agregat kasar daur ulang yang menggunakan bahan tambah Tipe F (Super Plasticizer) sebanyak 30 ml setiap campurannya. Benda uji berjumlah 15 benda uji silinder dengan masing-masing 3 benda uji setiap campurannya. Agregat kasar daur ulanglberasal dari limbah beton pengujian laboratorium Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan mutu yang berbeda-beda. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 14 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai kuat tekan rata-rata disetiap campuranya yaitu 8,12 Mpa untuk beton nomal, 7,64 Mpa untuk substitusi agregat kasar daur ulang 20% + SP, 7,74 Mpa untuk substitusi agregat kasar daur ulang 40% + SP, 8,49 Mpa untuk substitusi agregat kasar daur ulang 60% + SP, dan 6,79 Mpa untuk substitusi aggregat kasar daur ulang 80% + SP.
Studi Eksperimental Pengaruh Penggunaan Limbah Baja Ringan Terhadap Uji Kuat Tarik Belah pada Campuran Beton Mutu F’C 20 MPA Sopi Somantri; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.131 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.911

Abstract

Beton memiliki kuat tekan yang tinggi tetapi memilki kuat tarik yang rendah, untuk itu perlunya adanya bahan tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan kuat tarik. Penggunaan bahan tambah pada teknologi beton telah lama dikembangkan. Beton memiliki kuat tarik 8% – 15% dari kuat tekan. Beberapa usaha diperlukan untuk meningkatkan kuat tarik. Salah satunya adalah penambahan bahan tambah yaitu potongan baja ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan potongan baja ringan dengan berbagai varias pada kekuat tarik belahnya. Metode yang dipergunakan didalam penelitian ini berupa eksperimentasi atau uji coba di labolatorium, yaitu penambahan potongan baja ringan kedalam adukan beton dengan variasi campuran 1%, 3%, 5% dari berat agregat kasar. Beton normal dan juga campuran baja ringan berbagai variasi dibuat sampel masing masing 3 buah dengan total sampel 12 buah. Hasil yang diperoleh dari penelitian dapat di simpulkan, yaitu beton normal & beton campuran baja ringan dengan variasi campuran 1%, 3%, 5% dari berat agregat kasar didapat hasil uji tarik belah rata-rata ber turut turut sebesar 0.936 MPa, 0.962 MPa, 0.984 MPa, dan 1.141 MPa. Dengan demikian ada kenaikan tiap variasi campuran baja ringan dari beton normal. Kenaikan kuat tarik belah dari penelitian ini bersifat linear sesuai dengan jumlah campuran. Persentase kenaikan untuk campuran baja ringan 1% mengalami kenaikan terkecil yaitu 2.78%, persentase kenaikan untuk campuran baja ringan 3% yaitu 5.13%, dan persentase campuran baja ringan 5% mengalami kenaikan terbesar yaitu 21.9%.
Pengaruh Sistem Perkuatan dengan Glass Fiber Reinfoced Polymer Terhadap Kekuatan Beton Ahmad Irham; Roestaman Roestaman; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.632 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.913

Abstract

Beton normal terbuat dari campuran agregat kasar, agregat halus, semen, dan air. Beton ini memiliki berat isi berkisaran 2200 – 2500 kg/m3 dengan menggunkan agregat alam yang dipecah atau tanpa pecah. Pada beton campuran berdasarkan SNI-2002 kuat tekan memiliki nilai rata-rata 20 Mpa pada umur 28 hari. Pengujian kuat tekn pada concrete dilakukan dengan cara mengetahui pada keekuatan nekan concrete pada umur 28 hari yang benarnya, akankah sama dengan yang direncankan atau bukan. Pada mesin uji tekan beton diletakan dan diberikan tekanan agar beton tersebut mengalami keruntuhan yang pada saat beban maksimum bekerja. Hasil penelitian ini merupakan studi eksperimen yang dilaksanakan di lab ITG, penelitian memakai pereketa dengan Glass Fiber Reinfoced Polymer dengan varias 25%, 50%, 75%, dan 100%, hasil dari mix design yang didapat Air sebanyak 194,15 kg/m3, semen 282,81 kg/m3, Agregat Kasar 1032,11 kg/m3, Agregat Halus 826,9 kg/m3, dan hasil uji tekan masing masing variasi yaitu beton normal sebesar 10,67 N/mm2, GFRP 25% 11,41 N/mm2, GFRP 50% 9,90 N/mm2, GFRP 75% 10,46 N/mm2, dan GFRP 100% 8,95 N/mm2. Tetapi hasil dari variasi tersebut yang dipakai adalah GFRP 50% dan 75% karena pada variasi tersebut mengalami kenaikan kekuatan.
Pengaruh Penggunaan FLY ASH sebagai Substitusi Semen dan Limbah Kaca Sebagai Substitusi Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Mohamad Fadli Muharram; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.093 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.917

Abstract

Beton kini menjadi salah satu komponen utama yang sering digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Penggunaan material tidak terpakai merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan daya limbah sekaligus untuk mengurangi bahan utama material penyusun beton yang berasal dari alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui berapa kuat tekan beton yang dihasilkan dengan menggunakan fly ash sebagai susbtitusi semen dan limbah kaca sebagai substitusi agregat halus pada campuran untuk beton. Metode itu yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji eksperimen pembuatan beton. Perencanaan campuran beton menggunakan metode SNI 7656-2012. Jumlah banyak sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 buah dengan benda uji yang silinder berukuran 150 mm x 300 mm dengan persentase fly ash 15% dan 25% sebagai subtitusi semen serta limbah kaca 5% dan 15% sebagai substitusi agregat halus. Pengujian untuk kuat tekan dilakukan pada umur 14 hari. Hasil pengujian memperoleh nilai kuat tekan beton normal sebesar 10,37 MPa, dan nilai kuat tekan beton berturut-turut pada campuran 1 yaitu fly ash 15% dan limbah kaca 5%, campuran 2 yaitu fly ash 15% dan limbah kaca 15%, campuran 3 yaitu fly ash 25% dan limbah kaca 5%, campuran 4 yaitu fly ash 25% dan limbah kaca 15% adalah sebesar 10,57 MPa, 11,61 MPa, 10,28 MPa, dan 9,53 MPa. Nilai kuat tekan maksimum terjadi pada susbtitusi fly ash 15% dan limbah kaca 15% yaitu sebesar 11,61 MPa dengan kenaikkan kuat tekan sebesar 11,95% terhadap beton normal.
Analisis Kolom Beton Bertulang Baja Ringan Zakiah Nursyifa; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.524 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.922

Abstract

Beton dengan tulangan profil baja ringan merupakan alternatif pengganti tulangan baja konvensional yang umumnya digunakan pada beton bertulang. Penggantian tulangan ini dimaksudkan untuk dapat mampu menerima perilaku bolak-baliknya struktur yang ditimbulkan dari beban gempa. Salah satu elemen penyusun pada struktur yang paling penting yaitu struktur kolom. Karena kolom merupakan elemen penghubung dari struktur atas ke struktur bawah sampai ke tanah. Mengingat baja ringan memiliki ketebalan yang cukup tipis, maka baja ringan ini rentan terhadap tekuk. Dengan menggunakan baja ringan tipe C, baja ringan ini disusun secara double profil dan diikat dengan tulangan geser pelat kopel dengan mengambil gedung rumah 1 lantai sebagai objek penelitian. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif, sehingga penelitian ini banyak membahas mengenai angka-angka. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan menganalisis struktur 3D dari beban-beban luar sebagai beban aksial yang akan menumpu pada kolom, kemampuan kolom beserta perencanaan tulangan gesernya, serta evaluasi-evaluasi terhadap material penyusun kolom struktur. Hasil dari penelitian bahwa kolom berukuran 23 x 23 cm dengan menggunakan beton bertulang baja ringan tipe C 150.50.12 dapat mampu menahan beban sebesar 32529,654 Kg dengan fc’ 7,4 MPa dan 87554,4 Kg dengan fc’ 31,2 MPa sehingga beton bertulang ini dapat dikatakan layak dalam mengganti tulangan baja konvensional untuk kondisi desain bangunan tersebut. Beton bertulang baja ringan ini juga dipasang dengan 10 pelat kopel berdimensi 1,1 x 70 mm dan 12 sambungan screw per pelat dalam menahan gaya geser yang terjadi pada kolom. Selain itu, untuk evalusi terhadap komponen material penyusun beton bertulang baja ringan tersebut dapat dikatakan aman untuk digunakan. Namun perlu untuk hati-hati terhadap keruntuhan tekan yang akan terjadi jika struktur mengalami kegagalan material.
Desain Instalasi Pengolahan Air Dari Mata Air Gunung Guntur Desa Pasawahan Kabupaten Garut Martha Puspa Vaniati; Sulwan Permana; Eko Walujodjati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.798

Abstract

Air merupakan zat yang mutlak bagi setiap makhluk hidup dan kebersihan air adalah syarat utama bagi terjaminnya kesehatan makhluk hidup itu sendiri. Kota modern membutuhkan sistem perencanaan air bersih yang baik, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pertumbuhan penduduknya. Pengelolaan sistem penyediaan air bersih yang layak serta memenuhi kebutuhan masyarakat dan aktivitas perkotaan secara keseluruhan akan meningkatkan produktivitas kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga berhubungan dengan peningkatan ekonomi dimana dengan ketersediaan air yang layak dan berkesinambungan diharapkan dapat membuat masyarakat dapat bekerja dengan efektif. Tujuan penelitian ini adalah mendesain unit instalasi air menggunakan SNI 6774-2008. Metode yang digunakan pada perencanaan ini berupa deskriptif. dengan rencana unit pengolahannya berupa: Debit air saluran Intake sebesar 82 l/detik dengan kecepatan 4,66 m/detik, debit air saluran Sedimentasi sebesar 0,0164 l/detik dengan kecepatan aliran 2,45 x 10 m/detik, debit air saluran Filtrasi sebesar 0,027 l/detik dengan kecepatan aliran 3 x 10 m/detik dan untuk hasil Unit Intake dengan panjang 12,3 m, lebar 8 m, kedalaman 3 m, Unit Sedimentasi dengan panjang 5,785 m, lebar 6,55 m, tinggi 3,5 m, dan Unit Filtrasi dengan panjang 4,24 m, lebar 2,12 m, tinggi 3,2 m dengan debit 82 liter/detik untuk masyarakat setempat agar dapat memanfaatkan air lebih baik.
Pengaruh Penambahan Gula Pasir Terhadap Kuat Lentur Beton Dengan Perendaman Air Laut Muhammad Iqbal Sudano; Eko Walujodjati
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v1i4.1194

Abstract

Innovations in concrete design continue to be made to obtain maximum strength. The granulated sugar can be an added ingredient that functions to inhibit the concrete setting time so it doesn't dry out too quickly. Use to delay concrete setting time (setting time) for example with hot weather conditions, or extend compaction time to avoid cold joints and avoid the impact of settlement when fresh concrete is carried out at the time of casting. As for the curing experiment/treatment of the concrete by immersion in seawater to find out how construction buildings on the seaside affect construction such as bridge abutments, pile caps or buildings on the coast that are submerged or exposed to sea water whether there is a decrease in the quality of making concrete blocks. The experiment was carried out by adding a variety of granulated sugar to the concrete mixture of 50 grams (2% by weight of water), 70 grams (3% by weight of water) and 100 grams (4% by weight of water) then all the samples were immersed in sea water. Based on the results of the flexural strength test of concrete after 28 days of age, the highest test results obtained for the flexural strength of concrete were the addition of 100 grams of granulated sugar worth 3.00 MPa for the second was the addition of 50 grams of granulated sugar worth 0.515 MPa and for the third was the addition of sugar sand 70 grams 0.454 Mpa. This composition cannot be said to have decreased due to immersion in sea water, because there is no proven comparison with immersion using ordinary water.