Aulia Fathiha Sitiazzahra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ladang Sawit Pengganti Hutan: Analisis Satire Lingkungan pada karikatur dan meme internet dengan pendekatan semiotik Roland Barthes Yusuf Bachtiar; Aulia Fathiha Sitiazzahra
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2750

Abstract

Artikel ini mengkaji satire lingkungan dalam karikatur editorial dan meme internet yang mengangkat isu alih fungsi hutan menjadi ladang kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal yang digunakan dalam karikatur dan meme, menganalisis bagaimana makna satire dibangun melalui sistem tanda, serta menjelaskan peran teks visual tersebut dalam membentuk kritik dan kesadaran publik terhadap kebijakan sawit dan dampak ekologisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks dan analisis semiotik visual–verbal Roland Barthes, yang meliputi tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian terdiri atas empat teks visual digital, yaitu dua meme dari platform Instagram dan X serta dua karikatur editorial dari Threads dan Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karikatur dan meme merepresentasikan sawit sebagai simbol kerusakan ekologis melalui metafora visual seperti malaikat maut, perbandingan akar pohon, serta narasi “sawit juga pohon” yang disajikan secara satir. Pada tingkat mitos, teks-teks visual tersebut membongkar naturalisasi wacana negara yang menyamakan sawit dengan hutan serta menormalisasi deforestasi atas nama pembangunan dan kepentingan ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa meme dan karikatur berfungsi sebagai teks budaya yang efektif dalam menyampaikan kritik lingkungan, membangun narasi tandingan, dan mendorong pemikiran kritis masyarakat di ruang publik digital. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian semiotika, budaya visual, dan sastra kontemporer, sementara secara praktis memperkaya pemahaman tentang potensi media visual digital sebagai sarana pendidikan kritis dan literasi lingkungan