Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya kemandirian siswa di PPQ Al-Washliyah Firdaus, yang ditandai dengan ketergantungan pada pembina, rendahnya inisiatif, dan belum adanya sistem evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penguatan kemandirian siswa melalui organisasi Ikatan Pelajar Al-Washliyah (IPA), serta mendeskripsikan strategi yang diterapkan dalam mengoptimalkan peran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan desain studi kasus. Sumber data primer meliputi data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, implementasi penguatan kemandirian berjalan melalui tiga komponen, yaitu perencanaan yang memberikan otonomi penuh kepada pengurus, pelaksanaan kegiatan yang membentuk inisiatif dan tanggung jawab melalui kajian mingguan, kegiatan sosial, dan pelatihan kepemimpinan, serta evaluasi yang masih bersifat informal dan belum memiliki instrumen terstruktur. Kedua, strategi penguatan kemandirian berpijak pada empat nilai shibghah IPA, yaitu cinta ilmu pengetahuan, cinta ibadah, cinta pergaulan indah, dan berani mencoba, yang menopang pembentukan kemandirian berpikir, spiritual, sosial, dan perilaku siswa secara terpadu. Ketiga, efektivitas IPA ditopang oleh dukungan kelembagaan yang kuat, kompetensi dan komitmen guru pembina, kokohnya landasan nilai shibghah, serta lingkungan pesantren yang kondusif. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi belum meratanya motivasi intrinsik anggota, padatnya jadwal akademik, ketiadaan instrumen evaluasi kemandirian yang terukur, serta tingginya pergantian pengurus tanpa sistem kaderisasi yang memadai.