Pencapaian penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) jenis tubektomi di Kecamatan Cikarang Utara masih sangat rendah, yakni berada di angka 1,6%. Rendahnya angka ini berkaitan erat dengan minimnya minat Wanita Usia Subur (WUS) untuk menggunakan kontrasepsi mantap, yang berhubungan dengan berbagai faktor termasuk karakteristik demografi dan minimnya partisipasi suami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan minat WUS terhadap penggunaan KB tubektomi, secara khusus meneliti hubungan faktor sosiodemografi (usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, dan pendapatan) serta faktor dukungan suami di Wilayah Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 WUS yang dipilih menggunakan teknik purposive area sampling dan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji bivariat (Chi-Square) serta uji multivariat (Regresi Logistik Biner Berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 responden (51%) berminat terhadap KB tubektomi dan 49 responden (49%) tidak berminat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara minat KB tubektomi dengan usia (p=0,166), tingkat pendidikan (p=0,716), status pekerjaan (p=0,428), jumlah anak (p=0,066), maupun pendapatan keluarga (p=0,910). Sebaliknya, dukungan suami terbukti memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap minat KB tubektomi (p<0,001; OR=80,960). Berdasarkan hasil analisis multivariat, dukungan suami merupakan faktor yang berhubungan dalam memengaruhi minat WUS (p<0,001; Adjusted OR=131,444). Karakteristik sosiodemografi WUS tidak terbukti memengaruhi minat penggunaan KB tubektomi. Dukungan suami merupakan determinan utama dan terkuat yang membentuk minat WUS untuk memilih kontrasepsi permanen. Oleh karena itu, program Keluarga Berencana perlu mengubah strategi edukasi menjadi konseling berbasis pasangan (couple-based counseling) yang secara aktif melibatkan para suami dalam proses pengambilan keputusan.