., Khairun Nisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Khairun Nisa
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.137 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34339

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 menjadi suatu hal yang sangat penting.Adanya penyakit DM dengan penatalaksanaan yang tidak tepat berdampak pada berbagai komplikasi danpenurunan kualitas hidup. Untuk meningkatkan kualitas hidup maka diperlukan efikasi diri dan dukungankeluarga yang baik sehingga dapat berpengaruh pada pembentukan perilaku penatalaksanaan DM yang positif.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DMtipe 2.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan consecutivesampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri, kuesioner dukungan keluarga dan kuesionerkualitas hidup DM. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.Hasil: Usia 61-65 tahun (31,5%), jenis kelamin terbanyak perempuan (53,4%), pendidikan SLTA (32,9%),status pernikahan terbanyak yaitu menikah (74,0%), lama menderita DM 1-10 tahun (87,7%), ada komplikasi(58,9%), dan keluarga yang merawat yaitu terbanyak pada keluarga inti (91,8%). Nilai uji Chi-Square untukefikasi diri adalah 0,001 (p 0,05) dan dukungan keluarga 0,026 (p 0,05).Kesimpulan: Ada hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 diKlinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Rekomendasi: efikasi diri dan dukungan keluarga dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan gunameningkatkan kualitas hidup penderita DM tipe 2.Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, efikasi diri, dukungan keluarga, kualitas hidup
HUBUNGAN KEPRIBADIAN DAN TINGKAT GEJALA DEPRESI PADA MAHASISWA TAHUN KEDUA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA ., KHAIRUN NISA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.851 KB)

Abstract

Latar belakang. Pengalaman akademik yang berat pada mahasiswa kedokteran dapat menyababkan mahasiswa mengalami gangguan psikologis seperti depresi hal ini dapat dipengaruhi oleh kepribadian. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian dan tingkat gejala depresi pada mahasiswa tahun kedua program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode. Penelitian analitik dengan desain penelitian potong lintang menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) dan kuesioner Kepribadian Big Five Inventory (BFI). Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Sebanyak 71 mahasiswa angkatan 2014 menjadi sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Regresi Berganda dengan bantuan program SPSS 20.0. Hasil. Berdasarkan tingkat gejala depresi didapatkan sebanyak 22 orang (30,99%) dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter memiliki gejala depresi, sebanyak 13 orang (18,31%) memiliki tingat gejala depresi ringan, sebanyak 8 orang (11,27%) memiliki gejala depresi sedang dan untuk gejala depresi berat 1 orang (1,41%). Berdasarkan analisis regresi berganda didapatkan kepribadian yang paling kuat mempengaruhi tingkat gejala depresi adalah tipe kepribadian neurotcisim (R2= .229), di mana tipe kepribadian ini berkontribusi sebanyak 22,9% dalam  tingkat gejala depresi. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara dimensi kepribadian neuroticism berkontribusi terhadap tingkat gejala depresi pada Mahasiswa Tahun Kedua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.