Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PERLAKUAN PANAS PERMUKAAN TIPE FLAME HARDENING SURYA DWITYA, FERBI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk terciptanya alat perlakuan panas permukaan tipe flame hardening di Teknik Mesin UNESA. Dalam penelitian ini berbentuk rancang bangun alat. Proses ini dilakukan pada temperatur tinggi yaitu pada temperatur austenisasi yang digunakan untuk melarutkan sementit (besi karbida) dalam austenit yang kemudian di quench, di sini rancang bangun sudah melalui observasi dari berbagai sumber bahwa tidak adanya pengatur kecepatan dan pengatur jarak pada alat flame hardening, dan alat yang ada dimensinya terlalu besar. Hasil yang diinginkan dalam penelitian ini adalah agar alat flame hardening mempunyai dimensi yang kecil agar dapat di jual di pasaran. Mempunyai pengatur kecepatan dan pengatur jarak nozel, kran air. Kata Kunci: Alat Flame Hardening, quench.
ANALISIS KEKERASAN BAJA KARBON AISI 1045 PADA PROSES FLAME HARDENING DENGAN MENGUNAKAN VARIASI KECEPATAN PUTAR DAN JARAK NOZZLE BAYHAQI, IRSYAD; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses dari flame hardening meliputi pemanasan permukaan daerah yang akan dikeraskan hingga temperatur di atas temperatur kritis. Permukaan kemudian didinginkan dengan air atau pendingin yang sesusai, dengan tujuan untuk menquench permukaan yang dipanaskan. Pemanasan flame hardening menggunakan gas yang dibakar dengan oksigen sehingga menghasilkan temperature flame yang tinggi. Gas yang digunakan untuk keperluan flame hardening adalah gas oksi-asitelin. Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Baja AISI 1045 dengan diameter 90 mm dan tinggi 20 mm. Jumlah spesimen yang diujikan berjumlah 9 spesimen. Spesimen akan diberikan perlakuan panas flame hardening dengan variasi kecepatan putar 25 rpm, 35 rpm, 45 rpm dan jarak nozzle 30 mm, 60 mm, 90 mm dengan holding time 30 menit disusul dengan pendinginan cepat dengan menggunakan air. Setelah itu spesimen akan diuji kekerasan dengan menggunakan standar Hardness Rockwell Cone (HRC). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perbandingan nilai kekerasan rockwell tertinggi diperoleh pada 25 rpm dengan jarak nozzle 30 mm dengan rata-rata nilai kekerasan di titik pengujian pertama 95,7 HRC, pada titik pengujian kedua 87,6 HRC, sedangkan pada titik pengujian ketiga 93,5 HRC. Selanjutnya nilai kekerasan terendah diperoleh pada variasi kecepatan putar 45 rpm dengan jarak nozzle 90 mm dititik pengujian pertama menghasilkan nilai kekerasan rata-rata 82,9 HRC, pada titik pengujian kedua 85,3 HRC dan dititik pengujian ketiga 85,6 HRC. Hasil foto struktur mikro dengan kecepatan putar 25 rpm dengan jarak nozzle 30 mm jumlah martensit yang terbentuk cukup banyak karena kecepatan pendinginan yang tinggi sedangkan pada kecepatan putar 45 rpm dengan jarak nozzle 90 mm martensit lebih sedikit terbentuk sedangkan perlit lebih banyak terrbentuk. Kata Kunci : Flame Hardening, Variasi kecepatan putar dan jarak nozzle, Uji kekerasan Rockwell, Uji Metalografi.
RANCANG BANGUN MESIN PENCETAK PAKAN TERNAK "PELET" DARI AMPAS TAHU DILENGKAPI DENGAN PENGERING NUGROHO, DIMAS; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu adalah salah satu bahan yang bisa dipakai sebagai bahan penyusun ransum. Sampai saat ini ampas tahu cukup mudah didapat dengan harga murah, bahkan bisa didapat dengan cara cuma-cuma. Ditinjau dari komposisi kimianya ampas tahu bisa digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang cukup tinggi. Namun kandungan tersebut berbeda tiap tempat dan cara pemprosesannya. Terdapat laporan bahwa kandungan ampas tahu yaitu protein 8,66% lemak 3,79% air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan ternak. Maka pada perancangan Tugas Akhir (TA) DIII Teknik Mesin Produksi akan mencoba membuat alat/mesin dengan judul ?Rancang Bangun Mesin Pencetak Pelet Dari Bahan Ampas Tahu Dilengkapi Dengan Pengering?. Diharapkan dengan adanya mesin tersebut, sangat membantu peternak dalam memudahkan dan mempercepat pembuatan Pelet untuk pakan ternak mereka, dan menjadikan Ampas Tahu menjadi komoditi yang sangat menguntungkan dan bernilai jual tinggi, disamping itu pengolahanya pun sangat mudah.Tahap perancangan mesin pencetak pelet dari bahan ampas tahu dilengkapi dengan pengering ini adalah desain dan gambar kerja dari setiap bagian-bagian alat/mesin ini. Alat/mesin pencetak pelet dari bahan ampas tahu dilengkapi dengan pengering ini mempunyai spesifikasi antara lain: berdimensi 1200mm x 600mm x 1000mm, mempunyai daya motor listrik ½ HP, menggunakan speed reducer 50:1, sistem transmisi menggunakan v-belt. Kapasitas produksi pada mesin ini maksimal 2,5 kg pada hooper, dan pengering menggunakan elemen heater dengan temperature sampai dengan 100°c. Untuk mencapai dalam pembuatan alat/mesin, maka penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian R&D (Research and Developmennt) yaitu penelitian pengembangan berbasis eksperimen. Mengacu pada penentuan spesifikasi komponen, jenis komponen yang akan digunakan pada mesin pencetak pelet dari bahan ampas tahu dilengkapi dengan pengering. Kata Kunci: Rancang Bangun, Pencetak Pelet, Pengering.
ANALISA MASSA DAN KECEPATAN PUTARAN POROS TERHADAP WAKTU PENGERINGAN HASIL CETAKAN PAKAN TERNAK “PELET” DARI BAHAN AMPAS TAHU AFIF ROBBAANII, NAUFAL; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPakan merupakan salah satu komponen yang sangat menunjang kegiatan usaha budidaya dan peternakan, sehingga pakan yang tersedia harus memadai dan memenuhi kebutuhan ternak. Pada peternakan 60%-70% biaya produksi digunakan untuk biaya pakan. Peningkatan efisiensi pakan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi sangat dibutuhkan dalam rangka menekan biaya produksi Berdasarkan hal tersebut maka mendorong penulis membuat mesin pencetak pakan ternak ?pelet? di lengkapi pengering dari ampas tahu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk cetakan pelet yang diinginkan,tingkat kekeringan pakan ternak ?pelet?. Untuk mencapai dalam pembuatan mesin,maka penilitian menggunakan metode R&D (Research and Development) yaitu penelitian pengembangan berbasis eksperimen. Mengacu pada penentuan spesifikasi komponen,jenis komponen yang akan digunakan pada mesin pencetak pakan ternak ?pelet? dilengkapi pengering dari ampas tahu. Dengan menggunakan sistem pengeringan dengan rotary dryer yaitu Pengering kontak langsung yang beroperasi secara kontinyu, terdiri atas cangkang silinder yang berputar perlahan,biasanya dimiringkan beberapa derajat dari bidang horizontal untuk membantu perpindahan umpan basah yang dimasukkan pada atas ujung drum, Bahan kering dikeluarkan pada ujung bawah, Waktu pengeringan cukup cepat. Cocok untuk bahan yang berbentuk padat dan butiran. Dalam proses pembuatan pelet harus menyediakan bahan yang dibutuhkan, dan bahan yang digunakan untuk pembuatannya dengan ampastahu dan tepung kanji dengan rasio 1:4 dimana 800g ampas tahu dan 200g Tepung kanji dalam pembuatannya membuat kapasitas adonan mentah dengan berat 1kg dalam sekali pembuatan serta pengujiannya.Harapan dengan terwujudnya mesin pencetak pakan ternak ?pelet? dilengkapi pengering dari ampas tahu. maka proses produksi pembuatan pakan ternak ?pelet? dari ampas tahu menjadi lebih efektif dan efisien.Kata Kunci: pakan ternak,mesin pelet,sistem pengeringan,komponen
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KULIT KERSEN TERHADAP KEKUATAN TEKUK DAN TARIK KOMPOSIT DENGAN MATRIK EPOKSI TRI WAHYUDI, DEFI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material pembentuknya melalui campuran yang tidak homogen. Komposit memiliki sifat diantaranya tahan terhadap korosi, ringan, perakitan lebih cepat, dan mampu bersaing dengan logam dengan tidak kehilangan karakteristik dan kekuatan mekanismenya. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan material komposit dengan sifat yang lebih spesifik, salah satunya adalah penggunaan serat alam sebagai bahan baku penguat pada komposit. Penelitian ini menggunakan serat kulit kersen dengan matrik epoksi dan diaplikasikan pada busur panah sebagai bahan baru komposit alam yang ramah lingkungan dan mendukung gagasan pemanfaatan serat kersen menjadi produk yang memiliki ekonomi dan teknologi tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi fraksi volume serat yaitu 40%, 50%, 60%,dan 70%. Dalam penelitian ini spesimen uji tarik menggunakan standar ASTM D 638, sedangkan untuk uji bending menggunakan standar ASTM D 790. Untuk mengetahui sifat fisik dilakukan eksperimen perhitungan densitas dan pengukuran diameter serat.Dari penelitian ini nilai kekuatan tarik tetinggi pada fraksi volume 70% sebesar 70,30 MPa, dan nilai kekuatan bending tertinggi pada fraksi volume 70% sebesar 63,3 MPa. Hasil pengujian melihatkan bahwa material komposit serat kersen mengalami kenaikan kekuatan seiring bertambahnya fraksi volume serat.
ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT TERAHADAP KEKERASAN MATERIAL BAJA S45C UNTUK APLIKASI POROS RODA SEPEDA MOTOR CATUR PRASETYO, HATTA; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Baja S45C merupkan jenis baja ?Medium Carbon Steel? (0.3-0.5% C). Dengan kandungan karbon medium ini memungkinkan baja ini untuk ditingkatkan lagi sifat mekaniknya. Usaha menjaga agar logam lebih tahan gesekan atau tekanan adalah dengan cara memberi perlakuan panas pada baja, hal ini memegang peran penting dalam upaya meningkatkan kekerasan serta kekuatan baja sesuai kebutuhan. Dilihat dari fungsinya, baja karbon medium ini diklasifikasikan sebagai machinery steel baja yang biasa dipakai dalam komponen/sparepart seperti: roda gigi, coupling, pulley, axles, piston, rails (rel kereta api). Dalam penelitian ini dilakukan Perlakuan panas pada baja S45C dibutuhkan guna meningkatkan sifat mekanis untuk aplikasi poros roda sepeda motor. Baja S45C di panaskan pada suhu masing-masing 700ºC, 800ºC, 900ºC kemudian di quenching dengan air garam dan oli, Untuk membuktikanya, dilakukan pengujian kekerasan rockwell setelah dilakukan perlakuan panas. Hasil dari baja S45C yang telah diberi perlakuan panas kemudian dibandingkan kualitasnya dengan produk honda genuine part. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kekerasan material baja S45C hasil proses heat treatment yang memiliki nilai kekerasan yang terbaik untuk aplikasi poros roda sepeda motor yakni dengan pemanasan pada temperatur 700ºC dengan pendinginan cepat atau quenching oli dengan kekerasan sebesar 30,46 HRc Kata Kunci: Baja S45C, Poros, Proses Perlakuan panas, Temperatur hardening, Media pendingin, Uji Kekerasan Abstract Steel S45C is a type of steel "Medium Carbon Steel" (0.3-0.5% C). With this medium carbon content, this steel allows the mechanical properties to be improved. The effort to keep the metal more resistant to friction or pressure is by giving heat treatment to steel, this plays an important role in efforts to increase the hardness and strength of steel as needed. Judging from its function, medium carbon steel is classified as steel steel machinery commonly used in components / spare parts such as: gears, couplings, pulleys, axles, pistons, rails. In this study carried out heat treatment on S45C steel is needed to improve the mechanical properties for motorcycle wheel axle applications. S45C steel is heated at temperatures of 700ºC, 800ºC, 900ºC and then quenched with salt and oil water. To prove it, rockwell hardness was tested after heat treatment. The results of S45C steel that have been given heat treatment are then compared to the quality of Honda Genuine Part products. The results showed that the value of the hardness of the steel material S45C results from the heat treatment process which has the best strength value for the application of motorcycle wheel axle by heating at a temperature of 700ºC with rapid cooling or quenching oil with a hardness of 30.46 HRc, Keywords: S45C Steel, Shaft, Heat Treatment Process, Hardening Temperature, Cooling Media, Hardness Test and
ANALISIS REGENERASI PASTA AKI BEKAS DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACL 20%, 30%, DAN 40% UNTUK MENGEMBALIKAN KEMAMPUAN PENYIMPANAN LISTRIK ARINANDA PRATAMA, ANDRE; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aki adalah alat yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia. Di dalam aki terdapat pasta yang berbahan dasar timbal (Pb). Kerusakan pada aki salahsatunya disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada aki dikarenakan adanya pencampuran dari bahan Pbdengan SO4 seiring dengan penggunaannya. Variabel bebas dalam penelitian eksperimen ini adalah konsentrasi larutan NaCl sebagai pelarut PbSO4 variasi konsentrasinya adalah sebesar 20%, 30%, dan 40%. Dalam penelitian ini akan didapatkan hasil berupa tegangan charging, tegangan hasil charging, pembebanan, tegangan pembebanan, arus pembebanan, dan waktu charging. Jenis aki yang digunakan dalam penelitian ini adalah aki motor merk Yuasa dengan kapasitas 5 Ah. Dari penelitian ini didapatkanhasil konsentrasi optimum NaCl untuk melarutkan PbSO4 adalah konsentrasi NaCl 40% dengan hasil waktu pembebanan yang lebih lama yaitu 140,6 menit, sedangkan dengan konsentrasi 30% yaitu 133 menit dan konsentrasi 20% yaitu 120,3 menit. Kapasitas penyimpanan listrik mengalami kenaikan dimana spesimen tanpa perlakuan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 0,06 AH sedangkan spesimen dengan konsentrasi NaCl 20% sebesar 0,26 AH, konsentrasi NaCl 30% sebesar 0,37 AH, dan konsentrasi 40% sebesar 0,44 AH.
PENGARUH FRAKSI VOLUME TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT PENGUAT SERAT ALAM KULIT BATANG KERSEN WAHYU IRFANI, FIKRI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan meterial komposit dengan penguat serat alam saat ini berkembang pesat. Kebutuhan material bahan yang kuat, murah dan mudah didapat menyebabkan berkembangnya penggunaan komposit. Keberadaan serat alam yang melimpah seperti serat kulit batang kersen mempunyai potensi yang besar untuk digunakan sebagai penguat. Maka penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan dan mengetahui kekuatan mekanik dari komposit penguat serat kulit batang kersen. Pada penelitian ini digunakan serat kulit batang kersen sebagai penguat dengan matrik epoxy. Penelitian dilakukan dengan mengubah jumlah fraksi volume serat sebesar 15%, 25%, 35%, 45%. Dari variasi fraksi volume ini akan dilakukan uji bending ASTM D790untuk mengetahui kekuatan spesimen komposit kemudian dilakukan pengamatan makro dari masing-masing patahan akibat uji bending untuk mengetahui kemampuan matrik mengikat serat. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi fraksi volume dari serat kulit batang kersen mempengaruhi kekuatan bending. Kekuatan bending tertinggi ada pada fraksi volume 35% dengan kuat tegangan bending sebesar 34,57Mpa dan moment lentur bending 12366,67N.mm. Pada spesimen uji bending 45% ditemukan void sehingga menurunkan nilai kekuatan bending. Nilai kekuatan bending berbanding lurus dengan besar fraksi volume yang digunakan. Tetapi pada fraksi volume besar rawan terjadi void yang mengurangi kekuatan mekaniknya. Kata kunci : Komposit , Serat alam, Fraksi volume , bending, void
ANALISIS PROSES REGENERASI PASTA AKI BEKAS DENGAN.VARIASI KADAR NACL 50%, 60%, DAN 70% UNTUK MENGEMBALIKAN KEMAMPUAN.PENYIMPANAN LISTRIK ATMIN LUKITO, YUDISTIRA; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aki adalah alat yang fungsi utamanya untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia, sebagai starting kendaraan bermotor, sebagai penyimpan energi, dan sebagai penggerak. Hingga saat ini aki yang banyak digunakan adalah jenis aki basah. Aki ini berisi air aki yang komposisinya adalah cairan asam sulfat (H2SO4). Penggunaan aki secara terus menerus dapat menyebabkan masa pakai aki dapat berkurang. Kerusakan pada aki disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada permukaan. Dalam penelitian ini variabel bebas menggunakan larutan NaCl sebagai pelarut PbSO4 dengan variasi konsentrasi NaCl sebesar 50%, 60%, dan 70%. Tegangan charging, tegangan hasil charging, pembebanan, tegangan pembebanan, arus pembebanan, dan waktu charging akan di dapatkan dalam penelitian ini. Jenis aki yang digunakan dalam penelitian ini adalah aki motor merk Yuasa dengan kapasitas 5 AH. Dari penelitian ini didapatkan hasil konsentrasi optimum NaCl untuk melarutkan PbSO4 adalah konsentrasi NaCl 50% dengan hasil waktu pembenanan yang lebih lama sebesar 141 menit, sedangkan konsentrasi 60% yaitu 129 menit, dan konsentrasi 70% yaitu 114 menit. Kata Kunci: Regenerasi Aki, PbSO4, NaCl, Leaching.
KALSINASI PBSO4 DENGAN NACL DALAM PROSES PENYIMPANAN LISTRIK PADA AKI BEKAS FREDYAN PRATAMA, NICO; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aki merupakan alat yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia. Penggunaannya yang semakin meningkat di dunia otomotif akan berdampak juga pada industri pembuatan komponennya. Hal ini menunjukkan bahwa limbah aki terus meningkat, kerusakan pada aki salah satunya disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada permukaan grid karena adanya pencampuran Pb dan SO4. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan NaCl dapat berpengaruh terhadap kemampuan penyimpanan listrik. Metode yang dilakukan menggunakan pengujian charging-discharging. PbSO4 direndam dengan larutan NaCl selama 8 jam dilanjutkan dengan proses kalsinasi (pengeringan) selama 1 jam dengan suhu 1500C kemudian melakukan discharge untuk pengisian daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larutan NaCl lewat jenuh ini mampu melarutkan lapisan timbal sulfat pada elektroda aki. Hasil ini juga menyatakan bahwa konsentrasi NaCl yang paling berpengaruh adalah konsentrasi 40% dengan waktu pembebanan yang lebih lama yaitu 140,6 menit. Kapasitas penyimpanan listrik mengalami peningkatan dimana spesimen tanpa perlakuan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 0,01AH sedangkan kapasitas konsentrasi NaCl 40% sebesar 0,07 AH Kata Kunci: NaCl, regenerasi aki, charging