Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

A review on interferometry lightning mapping system and its deployment in Palembang Indonesia Oktaviani, Wiwin A.; Sidik, Muhammad Abu Bakar; Ahmad, Mohd. Riduan; Jambak, Muhammad Irfan
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 13, No 6: December 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v13i6.7267

Abstract

Climate change effects influence the sustainability of wind and photovoltaic energies as renewable sources. Similarly, infrastructure for renewable energy is structurally vulnerable to lightning strikes. Hence, a system for detecting and monitoring lightning activity is necessary to predict and adapt to climate change trends and to enhance the lightning protection system's capability. One such system for observing and locating lightning is very high frequency (VHF) interferometry. Various factors, such as the baseline distance between sensors, the frequencies used, and the quality of the analyzed signal, will influence the system's accuracy. This paper discusses these factors through an extensive literature review. This study aims to identify the factor that most significantly affects the system's accuracy and to determine the technical adjustments required to improve this accuracy. Enhanced precision in the interferometry system will provide a more detailed view of lightning activity, thereby aiding in the climate change prediction that could impact electricity generation from renewable sources. Accurate lightning location detection can also serve as a basis for designing effective lightning protection systems for renewable energy infrastructure.
Analisis Drop Tegangan Untuk Menilai Tingkat Kehandalan Saat Manuver Jaringan Pada Penyulang Kikim dan Parkit P.T. PLN Area Palembang Oktaviani, Wiwin A.; Saputri, Dwisantiya Ganta; Barlian, Taufik
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v13n3.2128

Abstract

Abstrak Sistem distribusi merupakan salah satu komponen dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan energi listrik ke beban. Salah satu penyebab yang mengakibatkan terputusnya pasokan listrik ke beban adalah drop tegangan yang melebihi toleransi. Besarnya nilai drop tegangan dapat menunjukkan tingkat kehandalan sistem distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis drop tegangan pada tiga kondisi, normal-terganggu dan saatmanuver jaringan pada penyulang Kikim dan Penyulang Parkit. Kedua penyulang ini bertemu di satu Load Break Switch (LBS). Sistem disimulasikan dengan ETAP Power Station 12.6 untuk memudahkan analisanya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat kehandalan Penyulang Kikim lebih rendah dibandingkan Penyulang Parkit, dimana nilai drop tegangan Penyulang Kikim di saat normal 0,36 persen, saat terganggu sebesar 6,16 persendan saat menrima manuver beban dari Penyulang Parkit sebesar 0,38 persen. Sedangkan pada Penyulang Parkit dimana drop tegangan saat normal sebesar 0,09 persen, saat terganggu sebesar 0,38 persen dan saat menrima manuver beban dari Penyulang Kikim sebesar 0,26 persen. Drop tegangan kedua penyulang saat menerimamanuver beban masih berada dalam batas toleransi 5 persen. Kata kunci Drop Tegangan, Penyulang Kikim, Penyulang Parkit, Manuver.
Studi Awal Karakteristik Tegangan Ouput Generator Magnet Permanen dan Generator DC pada Turbin Kubah Masjid Putar Oktaviani, Wiwin A.; Barlian, Taufik; Apriani, Yosi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v14n2.2149

Abstract

Intisari Setiap yang berputar memiliki potensi energi kinetik, tidak terkecuali putaran kubah masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan kubah putar masjid sebagai penghasil energi listrik skala kecil. Generator yang diuji cobakan adalah generator magnet permanen dan generator DC yang dirangkaikan dengan turbin kubah putar. Pengujian dilakukan di dua lokasi, di Jembatan Musi 2 Palembang dan di perairan Sungsang Kabupaten Banyuasin untuk mengukur besaran tegangan dan arus output yang dihasilkan pada berbagai kecepatan angin menggunakan multimeter dan anemometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan yang dihasilkan oleh putaran kubah masjid menggunakan generator magnet permanen mampu mencapai 14,21 V pada kecepatan angin 3,8 m/det dibandingkan dengan generator DC yang hanya mencapai 3 V pada kecepatan angin 8 m/det. Jika ditinjau dari besaran arus, generator magnet permanen menghasilkan arus konstan sebesar 0,3 A sedangkan pada generator DC arus yang dihasilkan tidak terukur karena nilainya yang amat kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa kubah putar masjid dapat dijadikan sebagai turbin angin pada daerah yang memiliki kecepatan angin rendah. Kata kunci kubah masjid putar,generator magnet permanen,generatorDC, turbin angin kecepatan rendah Abstract - Every spinning has kinetic energy potential; the mosque dome is no exception. This study aims to determine the potential use of the mosque's turning dome as a producer of small-scale electrical energy. Two types of the generator were tested, which were permanent magnet generator and DC generator, which were coupled with a rotary dome turbine. The test was carried out at two locations, at Palembang Musi 2 Bridge and in the waters of Sungsang, Banyuasin Regency, to measure the amount of voltage and output current generated at various wind speeds using a multimeter and anemometer. The results showed that the voltage generated by the mosque's dome rotation using a permanent magnet generator was able to reach 14.21 V at wind speeds of 3.8 m / sec compared to DC generators, which only reached 3 V at 8 m / s wind speed. When viewed from the amount of current, permanent magnet generators produce a constant current of 0.3 A while in DC generators, the current generated is not measurable because the value is minimal. This research shows that the mosque's rotary dome can be used as a wind turbine in areas that have low wind speeds. Keywords rotary mosque domes, permanent magnet generators, generator DC, low speed wind turbines
Evaluasi System Grounding Pada Generator Lm2000 di PLTG Borang Oktari, Nadia; Barlian, Taufik; Oktaviani, Wiwin A.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generator merupakan suatu peralatan yang memegang peranan penting dalam proses pembangkitan tenaga listrik. Dalam generator, diperlukan sebuah sistem grounding pada titik netral. Fungsinya adalah untuk mengendalikan aliran arus gangguan yang mungkin terjadi saat terjadi hubung singkat antara satu fase dan tanah (line to ground). Sistem grounding untuk mengurangi efek gangguan yang terjadi pada tegangan listrik, seperti hubung pada peralatan pembangkit listrik. Metodelogi yang dilakukan yaitu: 1) menentukan identifikasi awal pada gangguan arus hubung singkat saluran pentanahan, 2) mengunakan meetode solid grounding dan NGR, 3) simulasi gangguan hubungan singkat menggunakan aplikasi ETAP. Hasil yang diharapkan simulasi tersebut sudah melebihih batas aman dari generator. Sedangkan dengan menggunakan metode NGR arus hubung singkat gangguan tiga fasa ketanah dapat mengurangi arus gangguan.