Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Rasio Cocoa Butter dan Minyak Jarak pada Stabilitas Lip Balm Stick Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera Linn.) Muntu, Cynthia Marisca; Nahri, Santi Amalia An; Wahjuningsih, Endang
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 6 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v6i2.7025

Abstract

Lip balm merupakan produk perawatan bibir yang sangat esensial karena fungsinya dalam menjaga kelembapan dan memberikan proteksi terhadap kekeringan. Kombinasi cocoa butter dan minyak jarak sering digunakan dalam formulasi lip balm karena sifatnya yang melembapkan, namun rasio yang tidak tepat dapat mempengaruhi stabilitas dan tekstur produk. Ekstrak lidah buaya (Aloe vera Linn.) memberikan tambahan manfaat dalam melembapkan dan menyejukkan, sehingga meningkatkan khasiat lip balm. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kesesuaian lip balm dengan spesifikasi dan memperoleh rasio cocoa butter dan minyak jarak terbaik berdasarkan karakteristik dan stabilitasnya. Lip balm diformulasikan dalam tiga formula yang bervariasi pada rasio cocoa butter dan minyak jarak, masing-masing adalah 10:44,2 (formula I), 11:43,2 (formula II) dan 12:42,2 (formula III). Kondisi penyimpanan produk dikondisikan pada suhu 40 °C dan RH 75% ± 5% selama 30 hari. Keseluruhan formula lip balm memenuhi seluruh spesifikasi yaitu organoleptis, kekerasan, berat jenis, titik lebur, spreadability dan pH. Rasio cocoa butter dan minyak jarak mempengaruhi karakteristik titik lebur dan pH lip balm. Lip balm lidah buaya formula II dengan rasio cocoa butter dan minyak jarak 11:43,2 merupakan formula terbaik yang stabil pada keseluruhan parameter. Lip balm is an essential lip care product due to its function in maintaining moisture and providing protection against dryness. A combination of cocoa butter and castor oil is commonly used in lip balm formulations due to its moisturizing properties; however, an incorrect ratio can affect the product stability and texture. Aloe vera (Aloe vera Linn.) extract provides additional benefits in terms of hydration and soothing, thereby enhancing the efficacy. This study aims to evaluate the conformity of the lip balm with specified standards and to determine the optimal ratio of cocoa butter to castor oil based on its stability. The lip balm was formulated in three different formulations with varying cocoa butter and castor oil ratios: 10:44.2 (formula I), 11:43.2 (formula II), and 12:42.2 (formula III). Storage conditions were set at 40 °C and RH 75% ± 5% for 30 days. All formulations met the pecifications, including organoleptic properties, hardness, specific gravity, melting point, spreadability, and pH. The cocoa butter-to-castor oil ratio influenced the melting point and pH characteristics of the lip balm. Lip balm formula II, with a cocoa butter and castor oil ratio of 11:43.2, was the best formula, stable across all parameters. Submitted: 10-11-2024, Revised: 29-11-2024, Accepted: 05-12-2024, Published regularly: December 2024
Stabilitas Fisikokimia dan Penghantaran Polisakarida Acemannan dalam Body Scrub Ekstrak Lidah Buaya: Variasi Tween 80 dan Gliseril Monostearat Muntu, Cynthia Marisca; Florentina, Jesica; Wahjuningsih, Endang
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i1.7425

Abstract

Lidah buaya memiliki manfaat menutrisi dan melembapkan kulit karena kandungan polisakarida acemannan sebagai humektan, sehingga sering digunakan dalam produk perawatan tubuh, termasuk body scrub. Stabilitas krim body scrub dipengaruhi komposisi emulgator tween 80 dan gliseril monostearat yang menjaga homogenitas dan stabilitas produk selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi emulgator terhadap stabilitas dan penghantaran acemannan dalam body scrub lidah buaya. Body scrub diformulasikan dalam tiga formula yang mengandung ekstrak lidah buaya, rice bran oil, virgin coconut oil, microbeads polyethylene, dan kombinasi emulgator tween 80 dan gliseril monostearat dengan konsentrasi 4%, 5%, dan 6% untuk formula I, II, dan III. Pengamatan stabilitas dilakukan pada hari ke-0, 7, 14, dan 30 untuk parameter organoleptis, berat jenis, tipe emulsi, ukuran droplet, viskositas, sifat alir, daya sebar, dan pH. Penghantaran zat aktif berkhasiat diamati dari parameter kadar acemannan. Ketiga formula body scrub memenuhi spesifikasi. Variasi konsentrasi emulgator mempengaruhi ukuran droplet dan stabilitas body scrub. Body scrub formula III dengan konsentrasi total emulgator 6% merupakan formula terbaik yang stabil pada keseluruhan parameter termasuk kadar acemannan tertinggi, serta keunggulan pada karakteristik ukuran droplet yang lebih kecil. Aloe vera is widely used in body care products due to its moisturizing and skin-nourishing properties, attributed to the presence of the polysaccharide acemannan, a natural humectant. The stability of body scrub creams is influenced by the composition of emulsifiers such as tween 80 and glyceryl monostearate, which maintain product homogeneity during storage. This study aimed to evaluate the effect of varying emulsifier concentrations on the stability and acemannan delivery of Aloe vera-based body scrubs. Three formulations were prepared using Aloe vera extract, rice bran oil, virgin coconut oil, polyethylene microbeads, and a combination of tween 80 and glyceryl monostearate at total concentrations of 4%, 5%, and 6% in Formulas I, II, and III, respectively. Stability assessments were conducted on days 0, 7, 14, and 30, evaluating organoleptic properties, specific gravity, emulsion type, droplet size, viscosity, flow behavior, spreadability, and pH. The delivery of the bioactive compound was evaluated based on the acemannan content. All formulations met general specification requirements. Emulsifier concentration influenced droplet size and overall formulation stability. Formula III, with 6% total emulsifier, demonstrated the highest stability across all parameters, including the smallest droplet size and the highest acemannan content, indicating it as the most optimal formulation. Submitted: 27-03-2025, Revised: 22-05-2025, Accepted: 28-05-2025, Published regularly: June 2025