Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANFAAT BRAIN GYM UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR: Benefits of Brain Gym to Improve Balance in Elementary School Children Luckita Sari, Anggi; Istiqomah, Nurul; Kusuma Wardani, Ika; Kiki Anugrah, Anas
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2268

Abstract

Pendahuluan: Keseimbangan adalah komponen biomotorik esensial yang penting untuk mengatur posisi dan gerakan tubuh, serta mendukung aktivitas fisik dan olahraga. Brain Gym adalah metode latihan yang efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan koordinasi gerakan dengan meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke otak. Tujuan: mengidentifikasi manfaat brain gym terhadap keseimbangan tubuh pada pada anak sekolah dasar. Metode: penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen dengan pretest-posttest, melibatkan 23 pasien yang mengikuti brain gym selama 15 menit selama 6 hari berturut-turut. Pengukuran keseimbangan dilakukan dengan stopwatch, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon setelah uji normalitas menggunakan Shapiro-wilk. Hasil: analisa data menggunakan uji Wilcoxon antara sebelum dan sesudah perlakuan didapatkan nilai hasil Asymp. Sig. ,000 yang berarti nilai p<0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: ada pengaruh brain gym terhadap peningkatan keseimbangan pada anak sekolah dasar.
PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DAN KEKUATAN OTOT PADA LANSIA Sifak Syahdani, Muhammad; Kusuma Wardani, Ika; Yuliastuti, Estin; Sarifah, Siti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i2.147

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia di atas 60 tahun yang sedang mengalami proses penuaa, sehingga akan mengalami perubahan fungsi tubuh termasuk sistem muskuloskeletal yang dapat menurunkan kekuatan otot. Latihan keseimbangan ditujukan untuk memperkuat otot tungkai bawah sekaligus meningkatkan kemmapuan sistem vestibular dalam menjaga stabilitas tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan keseimbangan terhadap keseimbangan dan kekuatan otot pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendeatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 16 lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi keseimbangan, kekuatan otot, data demografi dan SOP balance exercise. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Mayoritas responden berusia 61-76 tahun (37,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (62,5%). Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan kesimbangan, dimana kategori normal naik dari 56,3% menjadi 81,3% setelah intervensi. Pada kekuatan otot, kondisi awal seluruh responden berada kategori sedang (100%), kemudian meningkat menjadi 25% normal dan 75,0% sedang. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p kesimbangan =0,02 dan nilai p kekuatan otot p=0,05 Kesimpulan: Latihan keseimbangan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keseimbangan dan kekuatan otot pada lansia. ABSTRACT Background: Aging in individuals over 60 years is accompanied by physiological changes, particularly in the musculoskeletal system, which may lead to decreased muscle strength. Balance exercise is a simple intervention aimed at strengthening the lower limbs and enhancing vestibular function to maintain postural stability. Objective: This study aimed to determine the effect of balance exercise on postural balance and lower extremity muscle strength in older adults. Methods: A quantitative study with a one-group pretest–posttest design was conducted on 16 elderly participants who met the inclusion criteria. Data collection tools included balance observation sheets, muscle strength assessments, demographic data, and a standardized balance exercise protocol. The Wilcoxon signed-rank test was applied for statistical analysis, with significance set at p < 0.05. Results: Most respondents were 61–76 years old (37.5%) and male (62.5%). After the intervention, the proportion of participants with normal postural balance increased from 56.3% to 81.3%. Regarding muscle strength, all participants were initially in the moderate category (100%), but post-intervention 25% improved to normal and 75% remained moderate. The Wilcoxon test showed significant improvements in both postural balance (p = 0.02) and muscle strength (p = 0.05). Conclusion: Balance exercise significantly improves postural balance and muscle strength in the elderly. This intervention can be recommended as a practical strategy to reduce the risk of falls and maintain functional independence among older adults.
Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Ukuran Perusahaan (Firm Size) Terhadap Nilai Perusahaan (Price to Book Value) Pada PT Tempo Scan Pacific Tbk Periode 2015-2024 Kusuma Wardani, Ika; Andhani, Destian
Progressus Humanitatis Vol 1 No 2 (2025): Progressus Humanitatis
Publisher : Yayasan Berkah Abadi Mulia Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70285/f8f8h060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Ukuran Perusahaan (Firm Size) Terhadap Nilai Perusahaan (Price to Book Value) Pada PT Tempo Scan Pacific Tbk Periode 2015-2024. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Metode analisis yang digunakan adalah uji analisi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, uji hipotesis, uji koefisien korelasi, serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Return On asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Price to Book Value) dengan nilai signifikansi yang diperoleh berada di bawah ambang batas 0,05 (0,008 < 0,05), serta nilai thitung yang melebihi ttabel (3,706 > 2,365), dan Ukuran Perusahaan (Firm Size) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Price to Book Value) dengan nilai signifikansi senilai 0,000, lebih kecil dari batas signifikansi 0,05 (0,000 < 0,05), serta nilai thitung sebesar │-6,522│ yang melebihi ttabel sebesar 2,365 (│-6,522│> 2,365 ). Secara simultan Return On Asset (ROA) dan Ukuran Perusahaan (Firm Size) berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Price to Book Value) pada PT Tempo Scan Pasific Tbk periode 2015-2024 dengan nilai Fhitung sebesar 22,861 yang melebihi Ftabel sebesar 4,74 (22,861 > 4,74 ), serta tingkat signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05). Koefisien Determinasi (Adjusted R Square ) sebesar 0,829 atau 82,9%, sedangkan sisanya 17,1% (100%-82,9%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
Implementation of the Hospital Management Information System Using the PIECES Framework: A Literature Review Andareta Ryenwid, Carissa; Kusuma Wardani, Ika; Dwi Widiya Ningsih, Novita
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7490

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit merupakan aplikasi berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan administrasi rumah sakit, pelayanan medis, dan manajemen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi sistem informasi manajemen rumah sakit dengan menggunakan metode PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service). Metode yang digunakan adalah pendekatan kajian pustaka. Data penelitian diperoleh dari 263 artikel yang diambil melalui Google Scholar, yang kemudian disaring hingga 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen rumah sakit telah mendukung proses digitalisasi di rumah sakit, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Dari sisi kinerja, sistem melambat pada jam sibuk karena keterbatasan infrastruktur. Terkait informasi, masih ditemukan duplikasi data dan inkonsistensi antar unit. Aspek ekonomi menunjukkan efisiensi biaya belum optimal karena keterbatasan integrasi dengan BPJS V-Claim. Dari sisi pengendalian, masih terdapat kelemahan pada keamanan data seperti praktik berbagi password dan audit trail yang belum optimal. Efisiensi sistem juga terhambat oleh duplikasi entri data dan kurangnya pelatihan pengguna. Sementara itu, dalam aspek layanan, sistem informasi manajemen rumah sakit meningkatkan ketertiban administrasi, tetapi waktu tunggu pasien masih relatif lama dan antarmuka sistem belum sepenuhnya ramah pengguna. Kesimpulannya, sistem informasi manajemen rumah sakit memberikan manfaat signifikan bagi digitalisasi dan layanan rumah sakit, tetapi penguatan infrastruktur, integrasi sistem, keamanan data, dan kompetensi sumber daya manusia diperlukan untuk mendukung efektivitas dan keberlanjutan sistem.