FEBRIYANTO, DODI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK PETIS SEMI OTOMATIS FEBRIYANTO, DODI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 03 (2015): JRM. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sesuai hasil survey di UKM produsen petis, bahwa proses pemasakkan dan pengadukan petis masih dilakukan secara manual. Pengadukan dilakukan dengan tenaga manusia dan pemanasan menggunakan kayu bakar. Karena pemanasan menggunakan kayu bakar, maka hasil petis sering gosong dan rasanya cenderung pahit. Untuk mengatasi hal tersebut dalam tugas akhir ini dibuat Mesin Pengaduk Petis Semi Otomatis. Mesin ini pengadukannya menggunakan penggerak motor listrik dan pemanasan menggunakan kompor LPG yang sudah dilengkapi sistem kontrol suhu. Selain itu untuk mencegah terjadinya kegosongan petis, tabung pemasakkan didesain tidak bersentuhan langsung dengan api namun dilapisi water jacket. Dalam membuat mesin pengaduk petis semi otomatis ini menggunakan metode OPC, melalui metode ini akan ditentukan berbagai jenis proses produksinya dan urutan pengerjaannya. Berdasarkan hasil uji kinerja mesin pengaduk petis semi otomatis didapatkan data sebagai berikut: 1) Kapasitas produksi 100 Kg/3 jam (sekali proses produksi). 2) Kualitas petis hasil pemasakan tidak gosong dan rasa tidak pahit. 3) Proses pengadukan dengan menggunakan motor listrik sehingga mudah cara pengoperasiannya dan operator tidak mudah lelah . 4) Suhu pemanasan untuk memasak bisa dikendalikan (2000C) sehingga kualitas bisa terjaga dengan baik dan bisa menghemat bahan bakar gas LPG. Hasil rancang bangun Mesin pengaduk petis semi otomatis mempunyai spesifikasi sebagai berikut: 1) Dimensi rangka : Panjang 780 mm, Lebar 480 mm, Tinggi 2000 mm, 2) Penggerak : Motor AC 0,5 Hp; 110/220 V; 1400 Rpm. 3) Transmisi penggerak : Gearbox tipe 80, Rasio 1 : 20 ;Pulley belt motor – gearbox rasio 1:3 ; pulley belt gearbox – pengaduk rasio 1:2 ; kecepatan putar pengaduk 11,6 Rpm 4) Sistim kontrol : Termocontrol NX4 – 25, Selenoid Valve 10 Bar, 5) Dimensi drum penampung adonan petis : Drum Ø550 mm, Tinggi 1006 mm, Kapasitas 100 Kg; Gearbox penumpah drum tipe 50, Rasio 1: 30. Kata Kunci : Rancang Bangun, Pengaduk Petis, Water jacket
STUDY IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RESIKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRA (TASK RISK ASSESSMENT) DI UNIT WORKSHOP PERAWATAN MESIN 1 SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA  DI PT. PJB UBJ O & M TANJUNG AWAR – AWAR FEBRIYANTO, DODI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tingginya pembangunan dan tingginya angka kecelakan di sector dunia kerja membuat peneliti ingin mengetahui dan menguji suatu metode yang berguna untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja di suatu sektor industri dengan menerapkan metode TRA (TASK RISK ASSESSMENT) sendiri ialah suatu metode yang digunakan untuk menganalis identifikasi bahaya sebagai pencegahan kecelakaan kerja dengan langkah menganalisis identifikasi bahaya, lalu penilaian resiko yang terdapat bahaya yang di analisis tersebut lalu dilakukan pengendalian resiko yang terdapat pada bahaya tersebut. Peneliti sendiri akan melakukan study metode tersebut di salah satu unit workshop pemeliharaan mesin 1 di PLTU yang ada di Kota Tuban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada bagian workshop perawatan mesin 1. Sumber data dari data primer dan sekunder, Teknik pengumpulan data observasi lapangan, telaah dokumen, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya pada setiap jenis pekerjaan melalui kegiatan penerapan TRA (Task Risk Assessment). Pada pekerjaan Pengelasan terdapat 16 resiko yang ditemukan melalui analisis potensi bahaya, dengan rincian 5 resiko high risk, 3 resiko high, 6 resiko dan 2 resiko Very low.Pada pekerjaan pembubutan terdapat 15 resiko yang ditemukan melalui analisis potensi bahaya, dengan rincian 5 resiko very high, 6 resiko High,  2 resiko Medium, 2 resiko Very low. Dan pada pekerjaan pengeboran terdapat 11 resiko yang ditemukan melalui analisis potensi bahaya, dengan rincian 4 resiko very high, 4 resiko high, 1 resiko Medium, 1 resiko Very low. Jenis pengendalian di tentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada, dimana jenis-jenis pengendalian yang sesuai adalah Pengendalian yang dilakukan yaitu Subtitusi, rekayasa teknik, teknik administrative dan alat pelindung diri. Kata Kunci:Keselamatan dan Kesehatan Kerja, identifikasi bahaya, penilaian resiko, TRA.