Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TAKIKARDIA SUPRAVENTRIKULAR PADA PASIEN USIA MUDA: “APA YANG BISA KITA LAKUKAN DI RUMAH SAKIT DAERAH?”: SUPRAVENTRICULAR TACHYCARDIA IN YOUNG AGED PATIENT :”WHAT CAN WE DO IN RURAL HOSPITAL?” Salsa, Siti Tari; Saragih, Yusrina
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.1060

Abstract

Supraventricular tachyarrhythmias are a group of heart rhythm disorders originating from the sinus node, atrial tissue, supplementary tissue, and junctional areas. A 19-year-old man was brought by his family to the emergency room of Muda Sedia Aceh Tamiang Hospital with complaints of heart palpitations that were felt 1 day before hospitalization accompanied by cold sweat. The patient had the same complaint 5 years ago and was taken to the clinic, and the patient said the complaint suddenly felt 2 years. History of lifting trade goods (+). Physical examination found that the patient was compos mentis, GCS 15 with a pulse frequency of 223x/minute. Supraventricular tachycardia (SVT) is a tachyarrhythmia that originates from or conducts through the atria or atrioventricular (AV) node. It occurs at heart rates greater than 100 beats/minute, The management of supraventricular tachyarrhythmias consists of acute and continuation phase management. Acute phase management is aimed at addressing hemodynamic emergencies, arrhythmia conversion and relief of clinical symptoms. Advanced supraventricular tachyarrhythmia management can be in the form of definitive therapy such as radiofrequency ablation or in the form of home therapy. Anamnesa and physical examination are very important for the management of supraventricular tachyarrhythmias. AbstrakTakiaritmia supraventrikular merupakan sekumpulan gangguan irama jantung yang berasal dari nodus sinus, jaringan atrium, jaringan suplementer, dan daerah junctional. Seorang laki-laki berusia 19 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dengan keluhan jantung berdebar-debar yang dirasakan 1 hari SMRS disertai keringat dingin. Pasien mengalami keluhan yang sama 5 tahun yang lalu dan pernah berobat ke poliklinik, dan pasien mengatakan keluhan tersebut tiba-tiba dirasakan 2 tahun. Riwayat mengangkat barang dagangan (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar compos mentis, GCS 15 dengan frekuensi nadi 223x/menit. Takikardia supraventrikular (SVT) merupakan takiaritmia yang berasal dari atau dihantarkan melalui atrium atau nodus atrioventrikular (AV). Terjadi pada denyut jantung lebih dari 100 denyut/menit, Penatalaksanaan takiaritmia supraventrikular terdiri dari penatalaksanaan fase akut dan lanjutan. Penatalaksanaan fase akut ditujukan untuk mengatasi kegawatdaruratan hemodinamik, konversi aritmia, dan meredakan gejala klinis. Penatalaksanaan takiaritmia supraventrikular lanjut dapat berupa terapi definitif seperti ablasi frekuensi radio atau terapi di rumah. Anamnesis dan pemeriksaan fisik sangat penting untuk penatalaksanaan takiaritmia supraventrikular.
RUPTUR ANEURISMA SINUS VALSAVA (RSOVA) PADA WANITA MUDA: LAPORAN KASUS: RUPTUR SINUS OF VALSAVA ANEURISMA (RSOVA) IN YOUNG WOMAN: A CASE REPORT Salsa, Siti Tari; Saragih, Yusrina
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.1063

Abstract

Sinus of Valsalva aneurysm (SOVA) is a rare cardiac condition that includes an abnormal dilatation of the aortic root between the aortic valve annulus and the sinotubular junction caused by weakness in the elastic lamina at the junction of the aortic media and the annulus fibrosus. Usually, the sinuses prevent the coronary artery ostia occlusion during systole when the aortic valve opens. The normal sinus diameter is less than 4 cm for men and 3.6 cm for women. A 28 years old woman admitted to ambulatory clinic with chief complaint progressive dyspnea on exertion and exercise intolerance in a month .Physical examination found with ascites, bilateral pitting edema, continuous murmur at the lower left sternal border, crackles in lower lung area . Chest x-ray showed cardiomegaly with increase vascularisation, whereas electrocardiography showed sinus tachycardia with right axis deviation. Transthoracic echocardiography (TTE) showed a ruptur sinus valsalva opposite from Right Coronary Cuspid (RCC of Aorta Valve) toward to RVOT with diameter 16 mm, gradient 72 mmHg, got confirmed by Transesophageal echocardiography (TEE) AbstrakAneurisma sinus Valsava (SOVA) adalah kondisi jantung langka yang meliputi dilatasi abnormal akar aorta antara anulus katup aorta dan sambungan sinotubular yang disebabkan oleh kelemahan lamina elastis pada sambungan media aorta dan anulus fibrosus. Biasanya, sinus mencegah oklusi ostium arteri koroner pada saat sistol ketika katup aorta terbuka. Diameter sinus normal kurang dari 4 cm untuk pria dan 3,6 cm untuk wanita. \Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke klinik rawat jalan dengan keluhan utama sesak napas progresif saat aktivitas dan intoleransi olahraga selama satu bulan. Pemeriksaan fisik menemukan ascites, edema pitting bilateral, murmur kontinu di batas sternal kiri bawah, dan krepitasi di area basal paru. Foto toraks menunjukkan kardiomegali dengan peningkatan vaskularisasi, sedangkan elektrokardiografi menunjukkan sinus takikardia dengan deviasi aksis kanan. Ekokardiografi transtorasik (TTE) menunjukkan ruptur sinus valsalva yang berlawanan dari *Right Coronary Cuspid* (RCC katup aorta) menuju *RVOT* dengan diameter 16 mm dan gradien 72 mmHg, yang kemudian dikonfirmasi dengan ekokardiografi transesofageal (TEE).