Banjir merupakan permasalah umum yang sering terjadi sehingga diperlukan penanganan khusus bagi daerah rawan banjir. Tulungagung adalah salah daerah di Jawa timur yang daerahnya rawan banjir. Letak geografi Tulungagung sebagai dataran rendah menjadi faktor utama terjadinya banjir dan daerahnya yang dilewati oleh aliran Sungai Brantas menjadikan Tulungagung ketika musim penghujan tiba terjadi banjir. Permasalahan yang dibahas dalam penelitin ini yaitu (1) Bagaiaman latar belakang terjadinya banjir di Tulungagung tahun 1955-1986 (2) Wilayah mana saja yang rawan terjadi banjir dan dampak banjir di Tulungagung tahun 1955-1986? (2) Bagaimana penanggulangan banjir di Tulungagung tahun 1955-1986?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang memiliki beberapa tahap penelitian, diantaranya (1) heuristik (2) kritik (interprestasi dan (4)historiografi.Hasil dari penelitian yang didapat menunjukkan faktor utama penyebab banjir adalah letak geografi dan topografi daerah rawan banjir yang termasuk dataran rendah, untuk faktor lainnya disebabkan oleh letusan gunung kelud yang menyebabkan pendangkalan Sungai Brantas dan adanya tingkat curah hujan yang tinggi. Faktor tersebut saling berkaiatan dan menyebabkan banyak daerah di Tulungagung yang terendam banjir. Daerah kota, Cluwok, dan Waung adalah daerah yang dianggap rutin terjadi banjir. Banjir telah berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Tulungagung, banjir membawa dampak di bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan, seperti keresahan petani akan gagal panen, pemukiman warga yang terendam banjir, dan jalur transpotasi menjadi terganggu. Melihat kondisi tersebut, pemerintah dan masyarakat saling berupaya melakukan penangaan masalah banjir dengan membuat tanggul, merehabilitasi terowongan Tulungagung Selatan, dan membuat bendungan.Kata Kunci: Banjir, Tulungagung, Dampak, Penanggulangan