RASID ACHMADI, HAINUR
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL KELAS XI SMA NEGERI 1 BOYOLANGU RETNO SAFITRI, KURNIA; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menerapkan teknik mind mapping, mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep peserta didik setelah diterapkan teknik mind mapping, dan mendeskripsikan motivasi belajar peserta didik setelah diterapkan teknik mind mapping. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design berupa non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Boyolangu. Sampel yang diambil kelas XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 8 sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu teknik mind mapping, variabel respon yaitu keterlaksanaan proses pembelajaran, peningkatan pemahaman konsep, dan motivasi belajar, serta variabel kontrol yaitu guru, materi ajar, dan alokasi waktu pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t dua pihak, uji-t satu pihak, dan uji n-gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil pemahaman konsep antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemahaman konsep kelas eksperimen lebih baik dari pemahaman konsep kelas kontrol dan peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen setelah diberi teknik mind mapping termasuk dalam kategori sedang. Keterlaksanaan pembelajaran dengan teknik mind mapping termasuk dalam kategori sangat baik. Motivasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen setelah diberi teknik mind mapping termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci: Mind mapping, pemahaman konsep, motivasi belajar.
IMPROVING STUDENT’S CRITICAL THINKING SKILLS THROUGH GUIDED DISCOVERY LEARNING TO STASIONARY WAVE AL SISKA, VIRLINDA; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Student?s critical thinking skills are important skills in learning. Indicators of critical thinking in this study consisted of four indicators. The result of observation in SMAN 1 Gedangan shows only one critical thinking indicator has been reached is an indicator interpretation. Therefore, the research was related the application of guided discovery learning to describe the implementation of learning, improved critical thinking skill, and the response of students to stationary wave. This research used experimental method with pre-experimental design and type of this research is one group pre-test post-test design using one experiment class and two replication class. The implementation of the three class observed from the teacher activity was stated to be very well executed. Based on the analysis of n-gain, critical thinking skills in the experimental class and the replication class 2 increased with medium category. The learning process get positive response from the students with very good category. The critical thinking skill that gets the lowest increase is the interpretation. Overall learning by applying the guided discovery model can improve critical thinking skills of students. Keywords: guided discovery learning, critical thinking skill, stationary wave
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GETARAN HARMONIS SEDERHANA KELAS X DI SMA NEGERI 1 RENGEL TUBAN ADI PURWANTO, SETYO; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, hasil belajar peserta didik serta respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan model guided discovery. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Rengel Tuban yang berjumlah lima kelas. Sampel penelitian ditentukan atas rekomendasi guru dan diperoleh kelas X MIA 1, X MIA 2 dan X MIA 3 yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran guided discovery pada materi getaran harmonis sederhana terlaksana dengan sangat baik. Hasil belajar peserta didik pada aspek pengetahuan di kelas X MIA 1, X MIA 2 serta X MIA 3 meningkat dengan kategori tinggi, sedangkan pada aspek keterampilan semua peserta didik tuntas. Pembelajaran guided discovery memperoleh respon yang sangat baik dari peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF (ACTIVE LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA LARASATI, DERRA; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar berbasis keterampilan komunikasi dan peningkatan keterampilan komunikasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran aktif (active learning). Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental design dengan bentuk one-group pretest-posttest design. Lembar pretest dan posttest telah diujikan kepada 15 mahasiswa baru 2017 di Universitas Negeri Surabaya. Data penelitian didapat melalui pengamatan dan tes. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Keterampilan komunikasi dianalisis berdasarkan lembar pengamatan keterampilan komunikasi siswa dan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji t dan N-gain. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran aktif (active learning) dapat meningkatkan keterampilan komunikasi (verbal dan non-verbal) siswa, keterampilan komunikasi (verbal dan non-verbal) berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Siswa yang memperoleh peningkatan hasil belajar tinggi cenderung memperoleh persentase keterampilan komunikasi yang tinggi, sebaliknya siswa yang memperoleh peningkatan hasil belajar rendah cenderung memperoleh persentase keterampilan komunikasi yang rendah. Pembelajaran aktif memperoleh respon yang sangat baik dari siswa. Kata kunci: Pembelajaran Aktif, Keterampilan Komunikasi, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI HUKUM NEWTON , SULISTYOWATININGSIH; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan proses sains yang layak (valid, praktis dan efektif). Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) dengan subjek penelitian 33 peserta didik di kelas X MIA SMAN 1 Bangsal. Teknik pengumpulan data yaitu lembar tes, observasi dan angket. Validitas ditinjau hasil validasi LKPD, kepraktisan ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas peserta didik, dan keefektifan ditinjau dari keterampilan proses sains dan respon peserta didik. Hasil penelitian 1) validitas berkategori valid (87%). 2) Kepraktisan berkategori sangat praktis ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran (95%) dan aktivitas peserta didik (92%). 3) keefektifan berkatagori sangat efektif ditinjau dari keterampilan proses sains melalui uji N-gain berkategori sedang (0,64 ) dan respon peserta didik berkategori sangat baik (98%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik yang dikembangkan layak digunakan untuk melatihkan keterampilan proses sains.
PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY BERBASIS LABORATORIUM PADA MATERI GETARAN HARMONIS DI SMA NEGERI 1 NGIMBANG MURTIARI, SURAHMI; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan implementasi guided inquiry berbasis laboratorium di SMA Negeri 1 Ngimbang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian pre-experimental dan desain penelitian menggunakan One group pretest-posttest design, dengandjumlah subjek penelitian sebanyak 101 peserta didik kelas X IPA di SMA Negeri 1 Ngimbang. Berdasarkan analisis data dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan tes kinerja melakukan percobaan, dan lembar soal pre-test dan post-test, dan angket respon siswa, maka dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan Guided Inquiry berbasis laboratorium untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada materi getaran harmonis memperoleh presentase sebesar 89,6%. Kataikunci: Guided Inquiry, Berbasis laboratorium, dan Keterampilan proses sains. Abstract This research aims to describe the implementation of guided inquiry with laboratory in SMA Negeri 1 Ngimbang, describing student?s scientific process skill due to Harmonious Vibration materials after guidediinquiry with laboratory-based instruction model applying in SMA Negeri 1 Ngimbang. This research uses quantitative descriptive with true-experimental methods and one group pre-test and post-test design, apply to 101 students of class X IPA in SMA Negeri 1 Ngimbang. Based on data analysis with research instruments used in the form of learning implementation observation sheets, performance test observation sheets conducting experiments, and pre-test and post-test question sheets, and student responseqquestionnaires, it can be concluded the implementation of guided inquiry with laboratory learning model to scientific process skill of the students in this Harmonious Vibration materials got a percentage of 89,6%wwith a very good category. Keywords: Guided Inquiry, Laboratory based, and Scientific the process skill.
VALIDITAS MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA MATERI GEJALA PEMANASAN GLOBAL KELAS XI SMA BRANCHAIS, SHOFILIA; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas media pembelajaran interaktif berbasis android pada materi gejala pemanasan global kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Validitas media ditinjau dari aspek materi, kebahasaan, proses kerja media, tampilan media, dan aspek rekayasa media. Media ini divalidasi oleh 2 dosen fisika Unesa dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi media yang kemudian menghasilkan data skor validasi. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis android pada materi gejala pemanasan global kelas XI SMA valid untuk digunakan dengan persentase rata-rata validasi sebesar 93,18% dan kriteria sangat valid. Kataikunci: Validitas, Media pembelajaran, Interaktif, dan Android.
KETERLAKSANAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSEP METODE SCAFFOLDING PADA MATERI HUKUM II NEWTON NUR KHUMAIDAH, SITI; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran konsep adalah model pembelajaran konstruktivisme yang menekankan pada pemahaman konsep pada proses pembelajaran. Hasil observasi di SMAN 1 Gedangan Sidoarjo menunjukkan bahwa nilai fisika siswa kelas X masih kurang dari KKM. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaraan yang digunakan guru masih belum sesuai. Untuk itu, penelitian dilakukan terkait penerapan model pembelajaran konsep metode scaffolding guna, mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran terhadap penerapan model pembelajaran konsep pada materi Hukum II Newton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk desain pre-experimental dan jenis desain one group pre-test post-test yang menggunakan satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi. Berdasarkan keterlaksanaan pada ketiga kelas yang diamati dari aktivitas guru untuk satu kali pertemuan dinyatakan terlaksana dengan kategori sangat baik, sehingga metode scaffolding yang digunakan pada proses pembelajaran sangat efektif. Secara keseluruhan pembelajaran dengan menerapkan model konsep metode scaffolding dapat terlaksana dengan baik. Kataikunci: Model Pembelajaran Konsep, Metode Scaffolding, Hukum II Newton.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI GETARAN HARMONIS FEBRI ANGGRAENI PUTERI, IKA; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran guided inquiry, peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, dan respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran guided inquiry. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain penelitian menggunakan One group pretest-posttest design, sampel pada penelitian ini sebanyak tiga kelas, yaitu kelas eksperimen, kelas replikasi 1, dan kelas replikasi 2. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar tes berpikir kritis, dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran guided inquiry telah terlaksana dengan sangat baik dengan nilai rata-rata 3,51. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan n-gain. Berdasarkan analisis uji t berpasangan diketahui bahwa model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan perolehan rata-rata n-gain sebesar 0,65 berkategori sedang. Respon peserta didik terhadap model pembelajaran guided inquiry sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 82%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik khususnya pada materi Getaran Harmonis.Kata kunci: Guided inquiry, Keterampilan berpikir kritis, Getaran Harmonis
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA AMANIA, INAS; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kolaboratif dengan menggunakan model pembelajaran diskusi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan sampel penelitian yaitu peserta didik yang terdiri dari satu kelas eksperimen (X-A3) dan satu kelas kontrol (X-A4) SMA Negeri 1 Driyorejo. Penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut. (1) Hasil analisis uji normalitas diperoleh X2hitung sebesar 9,7778, Sedangkan untuk X2tabel didapatkan hasil sebesar 11,070. Karena X2hitung<X2tabel , maka dengan demikian kedua sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Kemudian untuk uji homogenitas didapatkan Fhitung hasil perhitungan pada nilai pre-test 2.28, post-test 1.37 dan tes kinerja 1.03, sedangkan untuk Ftabel diperoleh hasil sebesar 4,02. Karena Fhitung<Ftabel , maka dengan demikian hipotesis Ho diterima, jadi dapat disimpulkan bahwa sampel yang digunakan merupakan homogen. (2) Dari pengisian angket respon siswa, diketahui bahwa dengan pembelajaran kolaboratif siswa merasa bahwa pembelajaran yang diberikan menyenangkan dan dalam pembelajaran ini siswa merasa telah bekerja keras untuk mencapai hasil yang diharapkan, melalui pembelajaran ini siswa merasa termotivasi untuk meningkatkan hasil belajarnya. Kata kunci: Pembelajaran Kolaboratif, Model Pembelajaran Diskusi, Hasil Belajar Siswa Abstract This study aims to determine the effect of collaborative learning by using discussion learning models on student learning outcomes. This study uses true experimental design with a sample of research, namely students consisting of one experimental class (X-A3) and one control class (X-A4) Driyorejo 1 Public High School. Research shows the following results. (1) The results of the analysis of the normality test obtained X2hitung is 9.7778, while for X2tabel the results are 11.070. Because X2hitung<X2tabel, then both samples come from populations that are normally distributed. Then for the homogeneity test obtained Fhitung calculation results in the pre-test value 2.28, post-test 1.37 and performance test 1.03, while for Ftabel results obtained at 4.02. Because Fhitung<Ftabel, then the hypothesis is accepted, so it can be concluded that the sample used is homogeneous. (2) From filling the student response questionnaire, it is known that with collaborative learning students feel that the learning provided is fun and in this learning students feel they have worked hard to achieve the expected results, through this learning students feel motivated to improve their learning outcomes. Keywords: Collaborative Learning, Discussion Learning Model, Student Learning Outcomes.