Rachman, Arief
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

REVIEW BUKU JUDUL BUKU : KRITIK IDEOLOGI, MENYINGKAP PERTAUTAN PENGETAHUAN DAN KEPENTINGAN BERSAMA JURGEN HABERMAS Arief Rachman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v7i2.1074

Abstract

Judul buku : Kritik Ideologi, Menyingkap Pertautan Pengetahuan danKepentingan Bersama Jurgen HabermasPenulis  : F. Budi Hardiman Penerbit  : Kanisius, Yogyakarta, 2009 Tebal   : 236 halaman
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI PENCIPTAAN, PEMELIHARAAN DAN PENYEBARLUASAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KEARIFAN LOKAL DI AFRIKA TIMUR Arief Rachman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v6i1.1405

Abstract

Perkembangan teknologi sedemikian pesatnya dalam dekade ini. Mobile-phone sudah sedemikian canggihnya sehingga memiliki multi-fungsi dari sekedar sarana komunikasi. Pemanfaatan mobile-phone guna merekam, mendokumentasikan serta menyebarluaskan fenomena sosial keseharian terutama kearifan lokal sangatlah mudah untuk dilakukan pada saat ini. Sosialisasi dan kesadaran bagi pemanfaatan tersebut sangat menunjang kegiatan perpustakaan dalam melakukan proses tersebut. Kata kunci : Teknlogi komunikasi mobile, kearifan lokal, perpustakaan 
BATIK SEBAGAI MEDIA DAKWAH : STUDI TENTANG PENGGUNAAN BATIK DALAM PENYEBARAN ISLAM DI CIREBON. Arief Rachman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2017): July 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v8i1.1607

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kebutuhan akan pengungkapan kembali makna batik Cirebon sebagai media dakwah penyebaran agama Islam di Cirebon. Batik Trusmi yang kini sangat dikenal merupakan salah satu batikyang dianggap sebagai media lokal yang digunakan juga oleh Sunan Gunung Jati sebagai media dakwah kepada masyarakat Cirebon.Batik Trusmi dengan motif mega mendungnya,kini hanya dilihat sebagai batik yang hanya dikenakan sebagai media untuk menutup aurat tanpa memamahi makna filosofis yang terkandung dalam motif mega mendung tersebut.Penelitian ini penting untuk dilakukan dalam upaya mengungkap peran batik dalam dakwah penyebaran agama Islam di Cirebon oleh Sunan Gunung Jati serta untuk memahami kembali makna filosofi yang ada dalam motif batikTrusmi Cirebon.Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penggunaan batik sebagai media dakwah oleh Sunan Gunung Jati serta untuk mengetahui makna filososi motif  mega mendung daribatikTrusmi Cirebon.Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kualilatif dan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran agama Islam di pulau Jawa tetap menggunakan media lokal yang telah ada di masyarakat sebelum agama Islam disebarkan oleh para Wali Songgo, terkhusus Sunan Gunung Jati. Motif batik Cirebon memiliki kekhasan tersendiri berbeda dengan ornamen batik dari daerah lainnya, lahir karena faktor internal dan eksternal. Motif Mega Mendung adalah visualisasi dari bentuk awan,yang dipengaruhi kebudayaan Cina. Motif Mega Mendung memiliki nilai sosial sebagai harapan masyarakat Cirebon, perlambang masyarakat Cirebon yang sangat takut pada penjajah sehingga seperti cuaca saat mau hujan yaitu gelap dan mengerikan dan membutuhkan sebuah pertolongan dari Maha Penguasa yaitu Allah SWT.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media lokal telah menjadi salah satu strategi mdakwah para wali dalam menyebarkan agama Islam. Adapun motif batik mega mendung mengandung makna kehidupan sosial yang terus menerus berkesinambungan. Saran atas penelitian ini adalah seyogyanya perlu upaya serius dalam melestarikan warisan Batik Trusmi kepada masyarakat Cirebon melalui berbagai kegiatan seperti di sekolah maupun Kirab Budaya Batik oleh pemerintah.Kata kunci: Sunan Gunung Jati, Batik Trusmi, Media Dakwah, Mega Mendung
PERSONAL BRANDING PEJABAT PUBLIK DI MEDIA SOSIAL Hanifah Islamiyah; Arief Rachman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2018): July 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v9i1.2945

Abstract

Pengguna media sosial semakin banyak, berbanding lurus dengan minat anak muda terhadap isu-isu politik. Media sosial dan politik menjadi satu mata rantai yang penting dalam terjalinnya komunikasi politik. Dengan dilatarbelakangi hal tersebut peneliti tertarik untuk menggali informasi mengenai personal branding pejabat publik Nasrudin Azis, Walikota Cirebon 2013-2018, melalui akun media sosial Facebook dan Instagram dan personal branding yang paling dominan dibangun di media sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mencari citra yang ingin ditunjukkan Nasrudin Azis dalam akun Facebook dan Instagramnya, dan citra yang paling menonjol ditunjukkan Nasrudin Azis dalam akun Facebook dan Instagramnya. Berdasarkan hasil penelitian mengenai personal branding yang ditunjukkan Nasrudin Azis di akun Facebook dan Instagram dan personal yang paling dominan menunjukkan bahwa; (1) Personal branding yang dibentuk Nasrudin Azis di akun Facebooknya adalah Spesialisasi; behaviour, mission, lifestyle, product, service, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, visiability dan keteguhan. (2) Personal branding yang dibentuk Nasrudin Azis di akun Instagram adalah spesialisasi; ability, lifestyle, product dan service, kepribadian, perbedaan, visiability, kesatuan, keteguhan dan goodwill. Dan hasil perhitungan persamaan paling tinggi dari tiga tabel penilaian pengkoding, hasilnya dapat disimpulkan bahwa personal branding yang paling dominan di akun Facebook Nasrudin Azis adalah Spesialisasi dan personal branding yang paling dominan di akun Instagram Nasrudin Azis adalah perbedaan.
MINAT MAHASISWA KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS USULUDDIN ADAB DAN DAKWAH IAIN SYEKH NURJATI CIREBON MENJADI JURNALIS Mia Melindasari; Arief Rachman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2019): July 2019
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i1.5141

Abstract

Jurnalis adalah seorang yang melakukan kegiatan praktik jurnalistik, meliputi peristiwa kegiatan melaporkan dan menuliskan melalui media massa. Seorang jurnalis haruslah memiliki kepribadian yang amanah dan jujur. Mahasiswa, sebagai manusia yang sedang menjajaki dunia perkuliahan sudah menjadi hal biasa jika memiliki beberapa keahlian yang di kuasai, salah satunya adalah menulis atau membuat berita khususnya mahasiswa jurnalistik terkait dengan menulis dan membuat berita sudah menjadi makanan sehari-hari. Sebagai wadah mengasah kreatifitas, beberapa mahasiswa Prodi KPI ikut aktif dalam media cetak dan media elektronik seperti, tabloid, buletin, radio dan telivisi.Masalah penelitian ini adalah bagaimana minat mahasiswa KPI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi jurnalis. Apa faktor-faktor  pendukung mahasiswa KPI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi jurnalis.Apa faktor-faktor penghambat mahasiswa KPI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi jurnalis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat mahasiswa KPI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi jurnalis, apa faktor-faktor  pendukung mahasiswa KPI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi jurnalis, dan untuk mengatahui apa faktor-faktor penghambat mahasiswa KPI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi jurnalis.Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus. Jenis  pnelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang tidak mengadakan perhitungan statistik dalam melaksanakan analisa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif  dimana hasil penelitian disajikan secara kualitatif deskriptif.Dengan langkah-langkah analisis data sebagai berikut : Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar minat mahasiswa KPI  Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN SyekhNurjati Cirebonadalah ingin menjadi jurnalis jika dilihat dari alasan memilih jurusan KPI tertarik dengan jurnalistik. Faktor pendukung mahasiswa KPI FakultasUshuluddinAdab dan Dakwah IAIN SyekhNurjati Cirebonmenjadijurnalissebagian besar dilatar belakangi karena hobi menulis dan peluang kerja di media industri yang cukup besar.Faktor Penghambat Mahasiswa KPI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi jurnalis,  yaitu cara dosen mengajar yang monoton, mahasiswa kurang bisa memanfaatkan teknologi informasi serta sarana prasarana yang kurang memadai.
MEDIA SOSIAL DAN RADIKALISME MAHASISWA Herman Beni; Arief Rachman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2019): December 2019
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang dihadapi mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mencegah merasuknya paham-paham radikalisme melalui penggunaan media sosial Desain penelitian menggunakan pendekatan mix-methods, yang diawali pendekatan kuantitatif dan dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah potensi yang belum dimanfaatkan perguruan tinggi dalam mencegah paham radikalisme masuk dalam kehidupan kampus, seperti memanfaatkan masjid kampus sebagai pusat media deradikalisme. Penggunaan media sosial oleh mahasiswa sedikit banyak telah menunjukkan pemanfataannya yang lebih bijak dengan tidak mengakses website-website yang diindikasikan memiliki materi radikalisme. Perguruan tinggi telah berupaya membekali mahasiswa dengan materi deradikalisme sebagai usaha untuk membekali mahasiswa agar dapat terhindar dari uapaya-upaya yang mengarah kepada radikalisme. Output yang dihasilkan menjadi salah satu alternatif untuk penguatan konsep dasar upaya pembekalan pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa untuk menghindari berbagai pengetahuan, sikap dan perilaku radikal.
INVENTARISASI POTENSI DAN ANALISIS PROBLEMATIKA DAKWAH DI KOTA CIREBON STUDI KASUS PENGGUNAAN MEDIA DI KOTA CIREBON Arief Rachman; Amelia Dwi Handayani
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2020): July 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v11i1.6493

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kebutuhan akan data terkini tentang unsur-unsur dakwah meliputi dai, madu, materi, media dan efek yang ada di kota Cirebon. Dengan adanya peta dakwah, maka dai maupun lembaga dakwah dapat menyesuaikan materi dakwahnya dengan situasi dan kondisi madu yang akan diberi materi dakwah, dikarenakan kondisi objektif madu memiliki pemahaman islam yang sangat beragam. Penelitian ini penting untuk dilakukan dalam upaya mengungkap data berbagai unsur dakwah yang valid dan komprehensif sesuai situasi dan kondisi yang ada di kota Cirebon. Penelitian dirancang dengan menggunakan metode mix-methods. Diawali dengan pengumpulan data serta penyajian data secara kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan analisa data menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi dan kondisi dai sangatlah bervariasi sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat sekitarnya. Demikian pula dengan penggunaan media, baik media massa maupun media sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi demografis dari dai lokal di Kota Cirebon adalah bertempat tinggal di sekitar madu dan penggunaan media massa terutama media sosial yang sangat sering dilakukan madu.